Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi

Dwi Bowo Raharjo | Hiskia Andika Weadcaksana | Suara.com

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:06 WIB
Kaitan BoP dan Kebijakan Tarif AS: Strategi Pragmatis Presiden Prabowo di Tengah Tekanan Ekonomi
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington D.C. [Kemenko Perekonomian]
  • Kebijakan perdagangan luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo dinilai pragmatis dengan bergabung Dewan Perdamaian (BoP) bentukan Donald Trump.
  • Keterlibatan Indonesia dalam BoP bertujuan utama melunakkan tekanan tarif dagang tinggi dari Amerika Serikat terhadap komoditas ekspor.
  • Bergabungnya Indonesia dalam skema Trump dianggap sebagai kompromi ekonomi langsung, mengesampingkan aspek ideologis isu Palestina.

Suara.com - Kebijakan perdagangan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dinilai semakin pragmatis demi mengamankan kepentingan ekonomi nasional.

Hal itu dibaca dari langkah Indonesia yang memilih masuk dalam skema Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump. Keputusan tersebut tidak bisa dilepaskan dari upaya melunakkan tekanan tarif dagang Amerika Serikat (AS).

Pengajar Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Gadjah Mada (UGM), Rochdi Mohan Nazala, mengungkapkan bahwa keterlibatan Indonesia dalam BoP merupakan instrumen negosiasi agar komoditas ekspor Indonesia tidak tercekik tarif tinggi.

"Jadi saya kira ini nggak bisa dipisahkan. Jari kalau dari rangkaian ini kita bisa simpulkan, kita sudah menjadi negara intervensionis demi sebuah kepentingan nasional," kata Rochdi saat dihubungi Suara.com, Kamis (26/2/2026).

Rochdi melihat adanya pemisahan antara aspek ideologis dan praktis dalam keterlibatan Indonesia di isu Palestina terlebih saat resmi bergabung dengan BoP.

Menurutnya, hubungan antara keterlibatan Indonesia dalam stabilitas Palestina dengan kepentingan nasional sebenarnya bersifat tidak langsung (indirect). Pasalnya lebih berkaitan dengan amanat konstitusi.

Namun, ia menegaskan bahwa motif yang jauh lebih nyata dan bersifat langsung (direct) adalah kompromi ekonomi.

Bergabungnya Indonesia dalam skema yang diinisiasi Donald Trump tersebut dianggap sebagai harga yang harus dibayar Indonesia terkait urusan tarif dagang.

"Ada hubungan tapi indirect dengan Palestina karena itu kan persoalan konstitusi dan lain sebagainya. Tapi yang direct ini kan paling penting dan direct itu kenapa kita mau masuk dalam dalam skema Trump ya nggak ada lain kecuali tarif to," tuturnya

Rochdi menjelaskan, posisi Indonesia saat ini berada pada tingkat tarif 19 persen.

Meskipun Mahkamah Agung Amerika Serikat baru-baru ini membatalkan kebijakan tarif resiprokal Trump itu dan memerintahkan pengembalian ke level awal sekitar 10 persen, posisi Indonesia belum tentu otomatis berubah.

Pasalnya ada perjanjian bilateral yang sudah diteken kedua negara. Namun, ia menambahkan bahwa dampak pembatalan tarif oleh Mahkamah Agung AS tersebut mungkin tidak akan terasa dalam jangka pendek bagi eksportir Indonesia.

"Tapi mungkin jangka menengah di atas 6 bulan kita harus melihat lagi karena kan ini nggak bisa keputusan dari Federal Court itu langsung diimplementasikan. Trump harus mengeluarkan sebuah kebijakan yang baru, yang menjustifikasi dia kalau dia mau menaikkan tarif lagi," tandasnya.

Lebih lanjut, Rochdi menyoroti anomali dalam keterlibatan Indonesia di BoP untuk urusan Palestina. Ia menilai langkah ini cukup berisiko sebab dilakukan di luar jalur hukum kebiasaan internasional.

Fenomena ini, menurut dia, menunjukkan hilangnya perdebatan ideologis dalam politik luar negeri Indonesia, yang kini bergeser sepenuhnya ke arah praktikal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden RI Prabowo Subianto Tiba di Yordania, Disambut Jet Tempur F-16 dan Putra Mahkota Kerajaan

Presiden RI Prabowo Subianto Tiba di Yordania, Disambut Jet Tempur F-16 dan Putra Mahkota Kerajaan

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 12:37 WIB

Bahas Isu Strategis hingga Tindak Lanjut BoP, Ini Hasil Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania

Bahas Isu Strategis hingga Tindak Lanjut BoP, Ini Hasil Pertemuan Prabowo dan Raja Yordania

News | Kamis, 26 Februari 2026 | 10:40 WIB

Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika

Narasi Swasembada Pangan di Balik Bayang-Bayang Impor Beras Amerika

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 11:51 WIB

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Lebaran

Bisnis | Kamis, 26 Februari 2026 | 07:18 WIB

Terkini

Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!

Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!

News | Minggu, 12 April 2026 | 17:00 WIB

Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran

Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:42 WIB

Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!

Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:25 WIB

Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan

Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:22 WIB

Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural

Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural

News | Minggu, 12 April 2026 | 16:08 WIB

Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!

Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:50 WIB

Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!

Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:45 WIB

Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?

Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:38 WIB

Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%

Pelindo Catat 2,6 Juta Penumpang Masa Lebaran 2026, Meningkat 14,14%

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:10 WIB

Harga Plastik Melonjak Hingga 80 Persen, Gubernur Pramono Ajak UMKM Kembali ke Daun Pisang

Harga Plastik Melonjak Hingga 80 Persen, Gubernur Pramono Ajak UMKM Kembali ke Daun Pisang

News | Minggu, 12 April 2026 | 15:00 WIB