- Selebgram Woodyrman memukul MHF hingga tewas di Jakarta setelah terlibat perselisihan yang dipicu oleh kesalahpahaman saksi.
- Korban asal Brunei Darussalam sempat mengirimkan pesan suara berisi tantangan berkelahi kepada pelaku sebelum insiden terjadi.
- Pelaku yang dalam pengaruh alkohol memukul kepala korban menggunakan botol minuman hingga menyebabkan kematian pada 16 Mei 2026.
Suara.com - Tabir gelap di balik pertikaian maut yang melibatkan selebgram Muhammad Imran Ali alias Woodyrman (MIA) mulai terungkap.
Polisi membeberkan fakta baru bahwa korban, MHF (30), sempat mengirimkan pesan suara (voice note) berisi tantangan berkelahi sebelum insiden berdarah itu terjadi.
Warga negara Brunei Darussalam tersebut diketahui mengirimkan pesan suara kepada pelaku setelah terjadi ketegangan di antara keduanya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menjelaskan bahwa hal ini bermula dari kesalahpahaman antara Woodyrman dengan salah seorang saksi.
MHF, yang berniat membela saksi tersebut, justru terlibat adu mulut hebat dengan Woodyrman.
“Sebelum kejadian, korban juga sempat mengirimkan pesan suara atau voice note yang bernada tantangan berkelahi,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (28/5/2026).
Suasana semakin tak terkendali saat keduanya bertemu tatap muka. Kondisi diperparah lantaran tersangka saat itu tengah berada di bawah pengaruh minuman beralkohol.
Dalam puncak emosinya, Woodyrman melayangkan hantaman fatal ke arah korban.
“Dalam kondisi emosi, tersangka kemudian melakukan pemukulan satu kali ke arah kepala korban menggunakan tangan kanan yang saat itu memegang paper bag berisi botol minuman.
Rekaman amatir yang memperlihatkan detik-detik cekcok hingga korban tersungkur di jalanan sempat viral dan menggegerkan jagat maya.
MHF sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) untuk menjalani perawatan intensif akibat luka serius di kepala. Namun, takdir berkata lain; setelah berjuang selama beberapa hari, pria asal Brunei itu dinyatakan meninggal dunia pada 16 Mei 2026.