Dunia Memanas: Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran

Vania Rossa

Selasa, 03 Maret 2026 | 10:29 WIB
Dunia Memanas: Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. /ANTARA/Anadolu/py.
baca 10 detik
  • Militer AS dan Israel menyerang Teheran, menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Maret 2026.
  • Rusia mengutuk serangan tersebut sebagai agresi tanpa provokasi, sementara China menyerukan gencatan senjata segera.
  • Korea Utara mengecam keras operasi militer tersebut, menyebutnya agresi ilegal dan pelanggaran kedaulatan nasional.

Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih setelah militer Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke jantung Kota Teheran, Iran.

Serangan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, tersebut memicu reaksi keras dari sejumlah kekuatan dunia seperti Rusia, China, dan Korea Utara.

Ketiga negara itu secara tegas mengutuk aksi militer tersebut dan menyebutnya sebagai pelanggaran kedaulatan yang tidak dapat diterima.

Rusia: “Tindakan Agresi Tanpa Provokasi”

Pemerintah Rusia melalui Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “tindakan agresi bersenjata yang direncanakan dan tidak beralasan.”

Melansir laporan AP News, Rusia menuduh Washington dan Tel Aviv menggunakan isu program nuklir sebagai kedok untuk melakukan upaya penggulingan kekuasaan (regime change).

Moskow memperingatkan bahwa serangan ini berisiko memicu bencana kemanusiaan, ekonomi, hingga bencana radiologis di kawasan tersebut.

"Tanggung jawab atas konsekuensi negatif dari krisis buatan manusia ini, termasuk reaksi berantai yang tidak terduga dan spiral kekerasan, sepenuhnya berada di tangan mereka (AS dan Israel)," bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia seperti dikutip dari AP News, Senin (2/3/2026).
Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dilaporkan telah berkomunikasi via telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi untuk menyatakan kesiapan Moskow dalam menengahi perdamaian.

China: Serukan Gencatan Senjata dan Evakuasi Warga

baca juga

Sementara itu, China menyatakan keprihatinan mendalam dan mendesak penghentian segera aksi militer tersebut.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, dalam pembicaraan telepon dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov, menegaskan bahwa “pembunuhan terang-terangan terhadap pemimpin berdaulat” adalah tindakan yang tidak dapat diterima.

Dikutip dari laporan Reuters dan pernyataan resmi di media sosial X, Wang Yi menilai serangan tersebut merupakan bentuk politik kekuasaan dan hegemoni yang melanggar Piagam PBB.

"China menyerukan penghentian segera aksi militer, tidak adanya eskalasi lebih lanjut, dan dimulainya kembali dialog untuk menjaga perdamaian di Timur Tengah," tulis pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China.
Seiring meningkatnya ketegangan, Kedutaan Besar China di Israel dan Iran telah mengeluarkan instruksi darurat kepada warga negaranya untuk segera mengevakuasi diri dan meninggalkan wilayah tersebut melalui jalur darat maupun udara.

Korea Utara: AS Bersikap Gangster dan Hegemonik

Sikap tak kalah keras datang dari Pyongyang. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara menyebut operasi militer AS dan Israel sebagai “agresi ilegal” dan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional.

Berdasarkan laporan Reuters yang mengutip media pemerintah KCNA, Korea Utara menilai serangan tersebut sudah dapat diprediksi karena sifat Amerika Serikat yang mereka sebut sebagai “gangster dan hegemonik.”

"Perang agresi oleh Amerika Serikat dan Israel tidak dapat diterima dalam keadaan apa pun," tegas juru bicara tersebut.
Pyongyang juga menyerukan agar negara-negara di kawasan bertanggung jawab untuk memulihkan stabilitas di Timur Tengah.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Simalakama Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Bakal Jatuhkan Sanksi Berat

Simalakama Iran: Mundur dari Piala Dunia 2026, FIFA Bakal Jatuhkan Sanksi Berat

Bola | Senin, 02 Maret 2026 | 22:36 WIB

China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran

China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran

News | Senin, 02 Maret 2026 | 21:46 WIB

Perang AS-Israel vs Iran Memanas, GP Bahrain dan Arab Saudi Batal Digelar? FIA Buka Suara

Perang AS-Israel vs Iran Memanas, GP Bahrain dan Arab Saudi Batal Digelar? FIA Buka Suara

Sport | Senin, 02 Maret 2026 | 21:29 WIB

Terkini

KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum

KPK Sita Uang Rp1,22 Miliar Valas hingga 55 Kg Logam Diduga Platinum

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:53 WIB

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

Hadiri Pelantikan Srikandi Jaga Desa, Hashim Djojohadikusumo Tekankan Pentingnya Peran Perempuan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:43 WIB

Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT

Kenakan Rompi Oranye KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Bantah Sudah Tahu Ada OTT

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:20 WIB

KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat

KPK Ungkap Kronologi Penemuan Uang Rp100 Juta di Bawah Jok Mobil dalam OTT Bupati Langkat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:15 WIB

Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah

Bupati Langkat Diduga Terima Gratifikasi Rp3,5 Miliar, dari Jual Beli Jabatan hingga Seragam Sekolah

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:55 WIB

Bupati Langkat Diduga Terima Suap Rp 800 Juta untuk Proyek di Disdik dan Disperkim

Bupati Langkat Diduga Terima Suap Rp 800 Juta untuk Proyek di Disdik dan Disperkim

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:30 WIB

KPK Tetapkan Bupati Langkat dan Anggota Tim Suksesnya Jadi Tersangka Usai OTT

KPK Tetapkan Bupati Langkat dan Anggota Tim Suksesnya Jadi Tersangka Usai OTT

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:22 WIB

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

Dalam Open House, Gubernur DKI Jakarta Janji Carikan Lahan Tambahan untuk Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:27 WIB

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

Teringat Masa Lalu, Gubernur DKI Jakarta Terharu Saat Hadiri Open House Sekolah Rakyat

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:20 WIB

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

Jelang MPLS, Gus Ipul Ingatkan Kepala Sekolah Rakyat Siap Hadapi Fase Krusial

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:10 WIB

×