- FIA memaparkan sikap mengenai kemungkinan pembatalan GP Bahrain dan Arab Saudi 2026 karena ketegangan kawasan Timur Tengah.
- Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menekankan keselamatan seluruh pihak sebagai penentu utama keputusan jadwal balapan.
- Manajemen F1 memonitor situasi intensif; opsi penundaan atau penjadwalan ulang dipertimbangkan jika kondisi tidak memungkinkan.
Suara.com - Federasi otomotif dunia, FIA, akhirnya memaparkan sikap resminya terkait kemungkinan pembatalan dua seri Formula 1 di Timur Tengah, yakni Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi 2026.
Kekhawatiran muncul setelah meningkatnya ketegangan dan serangan militer di kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir.
Musim Formula One 2026 dijadwalkan dimulai akhir pekan ini melalui Grand Prix Australia di Melbourne.
Setelah itu, kalender akan berlanjut ke China dan Jepang sebelum memasuki rangkaian balapan April di Timur Tengah.
GP Bahrain dijadwalkan berlangsung 17 April di Sirkuit Internasional Bahrain. Sementara GP Arab Saudi digelar sepekan setelahnya di Jeddah.
![Foto satelit kediaman Pemimpin Besar Iran Ayatolla Ali Khamenei di Teheran yang hancur dirudal Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). [Airbus/Soar Atlas]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/28/28500-kediaman-pemimpin-besar-iran-ayatolla-ali-khamenei.jpg)
Namun, eskalasi konflik di kawasan membuat masa depan dua balapan tersebut dipertanyakan.
Presiden FIA, Mohammed Ben Sulayem, menegaskan bahwa keselamatan dan kesejahteraan seluruh pihak akan menjadi faktor penentu dalam pengambilan keputusan.
“Sebagai Presiden FIA, pikiran saya bersama semua pihak yang terdampak peristiwa di Timur Tengah. Kami sangat berduka atas korban jiwa dan berdiri bersama keluarga serta komunitas yang terkena dampak,” ujarnya dilansir dari Sportbible.
Ia menambahkan bahwa FIA terus berkomunikasi dengan klub anggota, promotor kejuaraan, tim, serta otoritas setempat untuk memantau perkembangan situasi secara cermat.
Baca Juga: Iran Tergaskan Tak Bakal Tumbang Meski Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei Wafat
Menurutnya, setiap keputusan terkait jadwal FIA World Endurance Championship maupun Formula 1 akan sepenuhnya mempertimbangkan aspek keamanan.
Manajemen Formula 1 juga menyatakan tengah memonitor situasi secara intensif. Dengan jadwal yang masih beberapa pekan lagi menuju seri Bahrain dan Arab Saudi, keputusan belum diambil.
Apabila kondisi tidak memungkinkan, opsi penundaan atau penjadwalan ulang terbuka lebar. Namun, memadatkan ulang kalender bukan perkara mudah.
Sejumlah celah jadwal memang tersedia, seperti jeda tiga pekan pada Mei atau masa libur musim panas Agustus. Namun, cuaca ekstrem Timur Tengah di periode tersebut menjadi kendala tersendiri.
Alternatif lain adalah menyisipkan balapan di sekitar seri Asia seperti Singapura.
Kontributor: M.Faqih