Ancaman Iran di Selat Hormuz: Harga Minyak Dunia di Ambang Krisis

Dimas Sagita

Rabu, 04 Maret 2026 | 11:36 WIB
Ancaman Iran di Selat Hormuz: Harga Minyak Dunia di Ambang Krisis
Iran siap "membakar" kapal yang melintas, mengancam jalur perdagangan minyak utama. Dunia kini bersiap menghadapi guncangan harga komoditas yang tak terelakkan.

Suara.com - Iran mengancam akan "membakar" kapal-kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz, jalur pelayaran minyak tersibuk di dunia. Pemblokiran selat ini berpotensi melambungkan harga barang dan jasa di seluruh dunia karena kenaikan harga minyak berdampak pada ekonomi global.

Ketidakpastian dan gangguan terhadap perdagangan internasional ini terjadi akibat serangan AS dan Israel terhadap Iran.

China, India, dan Jepang yang merupakan importir utama minyak mentah yang melalui jalur tersebut akan sangat terdampak dengan penutupan selat ini.

Selama ini, sekitar 20% dari pasokan minyak dan gas global melewati jalur pelayaran sempit di Teluk Persia tersebut.

Namun pascaserangan AS-Israel beberapa hari lalu, Jenderal Sardar Jabbari dari Iran menyatakan Teheran "tidak akan membiarkan setetes minyak pun meninggalkan wilayah tersebut".

Apa dan di mana lokasi Selat Hormuz?

Selat Hormuz merupakan salah satu rute pelayaran terpenting di dunia dan titik krusial untuk transit minyak.

Lokainya berada di utara Iran dan di selatan Oman serta Uni Emirat Arab (UEA).

Jalur ini semacam sebuah koridor sempit di perairan yang lebarnya hanya sekitar 50 kilometer di pintu masuk. Pada titik tersempitnya, selat ini bahkan hanya selebar 33 km. Lajur sempit ini menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.

Meski ukurannya sempit, selat tersebut cukup untuk dilalui kapal tanker minyak mentah terbesar di dunia, baik yang merupakan produsen minyak dan gas utama di Timur Tengah maupun para pelanggannya.

baca juga

Pada 2025, sekitar 20 juta barel minyak melewati Selat Hormuz setiap hari. Menurut perkiraan dari Badan Informasi Energi AS (EIA), jumlah itu setara dengan perdagangan energi senilai hampir US$600 miliar atau setara Rp10,1 triliun per tahun.

Minyak tersebut tidak hanya berasal dari Iran, tapi juga dari negara-negara Teluk lainnya seperti Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Apa dampak penutupan selat tersebut?

Para analis telah memperingatkan jika penutupan selat terus dilakukan Iran, harga minyak serta pengirimannya akan kian melonjak.

"Secara de facto, selat tersebut tertutup karena tidak ada yang berani melintasinya," ujar analis utama di Global Risk Management, Arne Lohmann Rasmussen kepada CBS News, mitra BBC di AS.

"Kapal bisa diserang, lalu kapal tidak bisa mendapatkan asuransi atau harganya sangat mahal. Jadi, kapal-kapal harus menunggu hingga situasi keamanan membaik. Jika pasokan minyak dan gas dari selat terputus, hal itu akan memiliki dampak signifikan bagi pasar," tambahnya.

"Meskipun tidak ada blokade fisik, ancaman dari Iran, ditambah serangan drone dan rudal, membuat kapal tanker tidak melewati selat tersebut."

Tiap bulan, sekitar 3.000 kapal melintasi selat tersebut.

Per Senin (02/03), harga minyak mentah Brent yang menjadi acuan global sempat mencapai US$82 atau setara Rp1,38 juta per barel. Lonjakan ini terpantik juga usai tiga kapal diserang di dekat Selat Hormuz pada akhir pekan lalu.

Akibatnya, sekitar 150 kapal tanker tertahan, menurut kantor berita Reuters.

Menurut data dari London Stock Exchange Group, biaya menyewa kapal tanker raksasa untuk mengangkut minyak dari Timur Tengah ke China saat ini naik hampir dua kali lipat dari harga pekan lalu dan menjadi rekor tertinggi, yakni lebih dari US$400.000 atau setara Rp6,74 miliar.

Penutupan jalur pelayaran vital ini juga akan merugikan negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, yang perekonomiannya sangat bergantung pada ekspor energi.

Dibandingkan dengan negara lain, Iran mengekspor sekitar 1,7 juta barel per hari, menurut Badan Energi Internasional (IEA).

Pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret 2025, Iran membukukan pendapatan minyak tertinggi dalam satu dekade terakhir merujuk perkiraan Bank Sentral Iran.

Pendapatan tersebut sebesar US$67 miliar atau setara Rp1,13 triliun dari ekspor minyak

Pemblokiran selat ini juga akan berdampak berat bagi Asia.

Pada 2022, sekitar 82% minyak mentah dan kondensat berupa cairan hidrokarbon berdensitas rendah yang biasanya terdapat bersama gas alam keluar dari Selat Hormuz ditujukan untuk negara-negara Asia, menurut perkiraan EIA.

China diperkirakan membeli sekitar 90% minyak yang diekspor Iran ke pasar global.

Sebab, China menggunakan minyak tersebut untuk memproduksi barang yang kemudian diekspor ke negara lain.

Dengan demikian, harga minyak yang lebih tinggi berdampak pada kenaikan harga produk barang bagi konsumen China di seluruh dunia.

Bagaimana cara Iran memblokir Selat Hormuz?

Aturan PBB memungkinkan negara-negara untuk mengendalikan perairan teritorial hingga 12 mil laut dari garis pantai mereka.

Di titik tersempitnya, Selat Hormuz dan jalur pelayarannya sepenuhnya berada di dalam perairan teritorial Iran dan Oman.

Sebenarnya, belum jelas bagaimana tepatnya Iran berencana untuk menutup selat tersebut.

Namun menurut para ahli, salah satu cara paling efektif untuk memblokade jalur tersebut adalah dengan menanam ranjau menggunakan kapal serang cepat dan kapal selam.

Angkatan Laut reguler Iran dan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) berpotensi melancarkan serangan terhadap kapal perang asing dan kapal komersial.

Namun, kapal militer besar mungkin menjadi sasaran mudah serangan udara AS. Apalagi Presiden AS, Donald Trump telah menyatakan salah satu tujuannya adalah menghancurkan Angkatan Laut Iran.

Kapal cepat Iran sering dilengkapi dengan rudal anti-kapal, dan negara tersebut juga mengoperasikan berbagai kapal permukaan, kapal semi-selam, dan kapal selam.

AS sebelumnya telah menggunakan kekuatan militernya untuk memulihkan aliran lalu lintas maritim di selat tersebut.

Pada akhir dekade 1980-an, selama Perang Iran-Irak yang berlangsung delapan tahun, serangan terhadap fasilitas minyak meningkat menjadi "perang tanker". Saat itu, kedua negara menyerang kapal-kapal yang netral untuk menekan ekonomi lawan.

Kapal tanker Kuwait yang mengangkut minyak Irak menjadi sasaran utama. Akhirnya, kapal perang AS mulai mengawal mereka melalui Teluk Persia, yang menjadi salah satu operasi perang laut permukaan terbesar sejak Perang Dunia Kedua, menurut Institut Angkatan Laut AS.

Apakah rute alternatif dapat mengatasi blokade?

Ancaman penutupan Selat Hormuz yang terus-menerus telah mendorong negara-negara pengekspor minyak di kawasan Teluk untuk mengembangkan rute ekspor alternatif selama bertahun-tahun.

Arab Saudi mengoperasikan pipa minyak sepanjang 1.200 km yang mampu mengangkut hingga 5 juta barel minyak mentah per hari, menurut Badan Informasi Energi (EIA).

Di masa lalu, Arab Saudi juga pernah sementara waktu mengalihkan fungsi pipa gas alam untuk mengangkut minyak mentah.

Uni Emirat Arab juga telah menghubungkan ladang minyak di daratan dengan pelabuhan Fujairah di Teluk Oman melalui pipa dengan kapasitas harian minimal 1,5 juta barel.

Minyak dapat dialihkan melalui infrastruktur alternatif untuk menghindari Selat Hormuz, namun kantor berita Reuters melaporkan hal itu akan menyebabkan penurunan pasokan sebesar 8-10 juta barel per hari.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bahlil Buka Suara Nasib Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz

Bahlil Buka Suara Nasib Dua Kapal Pertamina yang Terjebak di Selat Hormuz

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:53 WIB

Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil

Konflik Timur Tengah Picu Efek Domino: Waspada Inflasi Impor hingga ke Pedagang Kecil

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:28 WIB

Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak

Hassan Wirajuda ke Prabowo: Jadi Mediator Iran-AS Butuh Restu Kedua Pihak

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:02 WIB

Terkini

Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!

Lontong Medan: Kuliner "Ramai" yang Bikin Rindu, Wajib Ada Mi!

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 09:30 WIB

Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi

Gunung Sinabung Siaga, 650 Warga Karo Mengungsi

Sumut | Sabtu, 05 September 2026 | 09:25 WIB

Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis

Karhutla Kembali Muncul di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Bengkalis

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 09:21 WIB

Di Tengah Birunya Kepulauan Seribu, Anak-Anak Menemukan Makna Kemerdekaan yang Berbeda

Di Tengah Birunya Kepulauan Seribu, Anak-Anak Menemukan Makna Kemerdekaan yang Berbeda

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 09:18 WIB

Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan

Prabowo Perintahkan Penertiban Kawasan Hutan, Penegakan Hukum Harus Transparan

News | Sabtu, 05 September 2026 | 09:13 WIB

615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Kelalaian Manusia Jadi Sorotan

615 Kebakaran Terjadi di Jateng hingga Agustus, Kelalaian Manusia Jadi Sorotan

Jawa Tengah | Sabtu, 05 September 2026 | 09:12 WIB

Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%

Tembus 58.271 KL per Hari, Konsumsi Solar Subsidi Naik 15,1%

Foto | Sabtu, 05 September 2026 | 09:00 WIB

Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon

Kisah Cinta Beda Budaya yang Bikin Baper dalam Film Baby Udon

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 09:00 WIB

9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar

9 Orang Jadi Tersangka Penyerangan Warga di Rokan Hulu, Ngaku Dibayar

Riau | Sabtu, 05 September 2026 | 08:48 WIB

Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu

Drama Siswi SMK Magetan Melahirkan Sendiri Lalu Tinggalkan Bayi di Bawah Pohon Randu

Jatim | Sabtu, 05 September 2026 | 08:44 WIB

×