- PT JMJ mempersiapkan fungsionalisasi tol Prambanan-Purwomartani sepanjang 12 km untuk mudik Lebaran 2026.
- Operasional segmen ini terbatas satu arah keluar Yogyakarta pada 16-29 Maret 2026 pukul 06.00-18.00 WIB.
- Kecepatan maksimal dibatasi 40 km/jam karena jalur masih fungsional dan tersedia rest area pendukung.
Suara.com - PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) memastikan kesiapan infrastruktur jalan tol Jogja-Solo segmen Prambanan-Purwomartani dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Penambahan jalur sepanjang 12 kilometer ini diharapkan mampu memecah kepadatan kendaraan yang diprediksi akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ), Rudy Hardiansyah, menuturkan titik kepadatan tertinggi tahun lalu berada di area Gerbang Tol (GT) Prambanan.
Namun untuk tahun ini, diprediksi akan ada kenaikan volume kendaraan sekitar 8 persen per hari.
"Tahun 2026, kita fokusnya pada saat itu di Prambanan, trafik tertinggi itu 23.000 per hari dan untuk 2026 ini, kita prediksi tertingginya di 25.000 [per hari] dengan asumsi ada kenaikan sekitar 8 persen," kata Rudy, Kamis (12/3/2026).
Pergerakan puncak itu diperkirakan bakal terjadi pada H-2 Lebaran.
"Itu [puncak mudik] di tanggal 18 Maret [2026], prediksi kita di H-2," imbuhnya.
Meskipun progres konstruksi segmen Prambanan-Purwomartani telah mencapai 94 persen, pengoperasiannya masih bersifat terbatas atau satu arah yakni keluar dari Yogyakarta.
Keputusan ini diambil berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Dirlantas setempat. Tujuannya untuk menghindari titik pertemuan sebidang dengan jalan arteri yang berpotensi menimbulkan kemacetan baru.
Rencana operasional fungsional ini dijadwalkan berlangsung selama dua minggu, terhitung sejak 16-29 Maret 2026 mulai pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB.
Jalur ini hanya diperuntukkan bagi kendaraan kecil atau golongan satu non-bus.
Para pengguna jalan diimbau untuk tetap waspada lantaran status jalur yang masih fungsional berarti sarana pelengkap jalan belum tersedia sepenuhnya.
Rudy menyebutkan bahwa masih terdapat segmen yang menggunakan perkerasan beton sementara atau Lean Concrete (LC). Selain itu, penerangan jalan dan marka permanen juga belum terpasang secara utuh di seluruh titik.
"Kecepatan untuk jalan fungsional ini kita batasi maksimal 40 km/jam," ucapnya.
Selain kesiapan jalur, PT JMJ juga telah menyiagakan fasilitas pendukung berupa rest area fungsional di kilometer 19. Fasilitas ini telah dievaluasi dari masa libur Natal dan Tahun Baru sebelumnya.
Evaluasi itu dilakukan dengan penambahan jumlah toilet, penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), serta layanan BBM modular untuk menjamin kenyamanan pemudik.
"Kita penambahan beberapa fasilitas di sini khususnya jumlah toiletnya. Ada minimarket mobile juga di situ sehingga ada cukuplah untuk sekadar beristirahat sementara," ucapnya.
Parameter Pengalihan Arus
Sementara itu, Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol Arie Prasetya Syafa'at, mengaku sudah menetapkan parameter khusus untuk rekayasa arus ketika terjadi penumpukan kendaraan area GT Purwomartani.
Ia bilang jika kapasitas gerbang tol tidak mampu menampung volume kendaraan hingga menyebabkan antrean panjang yang mengular ke badan jalan utama, maka petugas akan langsung melakukan pengalihan arus ke Exit Tol Prambanan.
"Parameternya adalah nanti jarak gate tol sampai dengan arteri sepanjang 350 meter. Apabila enam pintu tol yang ada ditambah enam mobil rider tidak sanggup mengatasi. Sehingga rangkaian antrean mencapai jalan arteri atau jalan Solo, secara otomatis akan kita arahkan ke Prambanan," kata Arie.
Upaya ini difokuskan untuk menjaga agar Jalan Solo, yang merupakan urat nadi transportasi di wilayah tersebut tetap mengalir. Sehingga tidak ada kendaraan yang berhenti total akibat antrean masuk tol.
"Apabila antrean sudah mencapai Jalan Solo maka berikutnya akan kita lewatkan ke Prambanan. Sehingga tidak terjadi penumpukan arus di Jalan Solo atau tidak terjadi penghentian kendaraan di Jalan Solo," tandasnya.