Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina

Bernadette Sariyem | Suara.com

Selasa, 17 Maret 2026 | 11:38 WIB
Bocor! Surat Rahasia Hamas ke Mojtaba Khamenei: Negara-negara Arab Mengkhianati Palestina
Surat rahasia Hamas ke Ayatollah Mojtaba Khamenei. [KAN News]
  • Hamas mengirim surat rahasia tertanggal 15 Maret kepada Ayatollah Khamenei mendorong tindakan militer Iran yang lebih agresif.
  • Surat tersebut, terungkap pada 17 Maret oleh KAN News, menyatakan kesetiaan Hamas kepada kepemimpinan Iran menghadapi "Zionis-Amerika."
  • Hamas juga mengkritik keras negara-negara Arab Teluk yang menormalisasi hubungan dengan Israel serta berjanji memperkuat Poros Perlawanan.

Suara.com - Hamas, kelompok perlawanan di Gaza Palestina, mengirimkan surat rahasia kepada Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei.

Surat rahasia itu terungkap ke publik lewat lembaga penyiaran publik Israel, KAN News, Selasa (17/3/2026).

Dalam surat tertanggal 15 Maret tersebut, Hamas dilaporkan mendorong Teheran untuk mengambil langkah militer yang lebih agresif dengan mengaktifkan seluruh front pertempuran melawan musuh-musuh mereka.

Laporan ini memicu kegemparan, karena menunjukkan kontras yang tajam antara narasi publik yang dibangun Hamas dengan diplomasi bawah tanah yang mereka jalankan.

Hanya sehari sebelum surat rahasia itu terungkap, tepatnya pada 14 Maret, Hamas mengeluarkan pernyataan publik yang cenderung moderat.

Dalam pernyataan tersebut, mereka secara terbuka meminta Iran untuk berhati-hati agar tidak menyeret negara-negara tetangga di kawasan Teluk ke dalam pusaran konflik.

Namun, isi surat rahasia yang dikirimkan kepada Mojtaba Khamenei menunjukkan nada yang jauh lebih keras dan konfrontatif.

Hamas secara tegas menyatakan niatnya untuk terus mempersenjatai diri, dan tidak akan membiarkan kelompoknya dilumpuhkan oleh tekanan internasional maupun militer.

Surat tersebut secara eksplisit menyatakan kesetiaan total Hamas terhadap kepemimpinan baru di Teheran.

“Gerakan Hamas berdiri hari ini dengan seluruh kekuatannya di belakang kepemimpinan Anda ya Rahbar yang bijaksana, dalam menghadapi anarki 'Zionis-Amerika',” tulis Hamas dalam surat rahasia tersebut.

Pernyataan ini dianggap sebagai sinyalemen kuat bahwa Hamas memandang aliansi mereka dengan Iran sebagai pilar utama dalam menghadapi kekuatan militer Amerika Serikat dan Israel di kawasan.

Penggunaan istilah "anarki Zionis-Amerika" merujuk pada operasi militer gabungan yang sedang berlangsung, yang oleh banyak analis dikaitkan dengan intensitas serangan udara dan darat di berbagai titik panas Timur Tengah.

Surat rahasia Hamas ke Ayatollah Mojtaba Khamenei. [KAN News]
Surat rahasia Hamas ke Ayatollah Mojtaba Khamenei. [KAN News]

Kritik Pedas terhadap Negara-Negara Arab

Salah satu bagian yang paling kritis dalam surat tersebut adalah kecaman Hamas terhadap negara-negara Teluk, yang telah melakukan normalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords atau kesepakatan diplomatik lainnya. Bagi Hamas, itu adalah pengkhianatan terhadap Palestina.

Hamas menggambarkan negara-negara Arab tersebut sebagai bagian dari blok yang akan kalah dalam peta persaingan regional.

Pesan tersebut mengkritik ketidakmampuan negara-negara Arab dalam melindungi stabilitas kawasan, terutama terkait keberadaan pangkalan militer asing.

“Mereka bahkan tidak berani melindungi mereka yang mencari perlindungan di pangkalan mereka,” tulis Hamas dalam surat itu.

Kalimat ini diyakini sebagai sindiran tajam terhadap negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS, di mana tentara Amerika dilaporkan tewas akibat serangan rudal Iran selama operasi yang disebut sebagai Operasi Epic Fury.

Hamas tampaknya ingin menegaskan bahwa ketergantungan pada perlindungan militer Barat adalah sebuah kelemahan fatal.

Memperkuat Poros Perlawanan

Lebih lanjut, Hamas menjanjikan dukungan berkelanjutan bagi Iran dan seluruh elemen dalam apa yang mereka sebut sebagai Poros Perlawanan Islam, baik bermazhab Sunni maupun Syiah.

Aliansi ini mencakup berbagai faksi bersenjata di Lebanon (Hizbullah), Yaman (Houthi), dan kelompok-kelompok milisi di Irak. Hamas meyakini bahwa di bawah komando Mojtaba Khamenei, koalisi ini akan mampu mengubah peta kekuatan di Timur Tengah.

“Kita, saudara-saudara seiman, akan mengukir, di bawah kepemimpinan Anda, kemenangan-kemenangan berikutnya,” tegas kelompok tersebut dalam suratnya.

Komitmen ini menunjukkan bahwa Hamas tidak berencana untuk mengambil jalan kompromi dalam waktu dekat.

Sebaliknya, mereka berupaya mengonsolidasikan kekuatan lintas batas untuk memberikan tekanan maksimal terhadap Israel dan aset-aset strategis Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Respons Keras Israel: Bukti Pengkhianatan

Pemerintah Israel bereaksi cepat terhadap bocornya surat ini. Melalui platform media sosial X, Kementerian Luar Luar Negeri Israel menyebut dokumen tersebut sebagai "bukti kuat" (smoking gun) atas agenda tersembunyi Hamas yang sebenarnya.

Israel menuding Hamas telah mengkhianati solidaritas Arab demi kepentingan ideologis dan militer Iran.

“Bukti bahwa Palestina mengkhianati saudara Arab mereka,” tulis Kementerian Luar Negeri Israel dalam unggahannya.

Israel merujuk pada cara Hamas melabeli negara-negara Arab tertentu sebagai pihak yang "lemah" dan "pecundang", hanya karena mereka memilih jalur diplomasi dibandingkan konfrontasi militer.

Hingga saat ini, pihak Iran maupun Hamas belum memberikan bantahan resmi terkait keaslian surat yang dilaporkan oleh media Israel tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba

Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:35 WIB

Alasan Negara NATO Ogah Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang Kami

Alasan Negara NATO Ogah Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang Kami

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:09 WIB

Imbas Konflik di Timur Tengah, Formula 1 Seri GP Bahrain dan GP Saudi Resmi Dibatalkan

Imbas Konflik di Timur Tengah, Formula 1 Seri GP Bahrain dan GP Saudi Resmi Dibatalkan

Sport | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:54 WIB

Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:45 WIB

Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak

Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:22 WIB

Detik-detik Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Rezim Zionis Kocar-kacir

Detik-detik Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Rezim Zionis Kocar-kacir

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:03 WIB

Terkini

Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba

Sebut Negara Gagal, Donald Trump Sesumbar Bisa Lakukan Apa Saja pada Kuba

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:35 WIB

Menteri PPPA Beberkan Standar Transportasi Ramah Perempuan dan Anak Saat Mudik Lebaran 2026

Menteri PPPA Beberkan Standar Transportasi Ramah Perempuan dan Anak Saat Mudik Lebaran 2026

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:30 WIB

BNI Tambah Fasilitas Kredit Rp10 Triliun ke Pegadaian, Total Pembiayaan Capai Rp25,1 Triliun

BNI Tambah Fasilitas Kredit Rp10 Triliun ke Pegadaian, Total Pembiayaan Capai Rp25,1 Triliun

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:23 WIB

Update Kondisi Andrie Yunus: Luka Bakar 20 Persen, Penglihatan Mata Kanan Terganggu

Update Kondisi Andrie Yunus: Luka Bakar 20 Persen, Penglihatan Mata Kanan Terganggu

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:20 WIB

Lepas 744 Bus di Monas, Pramono Anung Sebut Peserta Mudik Gratis Naik 34 Persen

Lepas 744 Bus di Monas, Pramono Anung Sebut Peserta Mudik Gratis Naik 34 Persen

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:11 WIB

Alasan Negara NATO Ogah Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang Kami

Alasan Negara NATO Ogah Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang Kami

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 11:09 WIB

Tragedi Gilimanuk: Saat Mudik Berubah Jadi Perjuangan Bertahan Hidup

Tragedi Gilimanuk: Saat Mudik Berubah Jadi Perjuangan Bertahan Hidup

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:59 WIB

Kenapa Plastik Biodegradable Tak Selalu Cepat Terurai? Ini Temuan Terbarunya

Kenapa Plastik Biodegradable Tak Selalu Cepat Terurai? Ini Temuan Terbarunya

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:58 WIB

Meski ASN WFA, Menkes Pastikan RS Pemerintah Tetap Buka 24 Jam Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026

Meski ASN WFA, Menkes Pastikan RS Pemerintah Tetap Buka 24 Jam Selama Libur Nyepi dan Lebaran 2026

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:55 WIB

Viral Kepanikan Massal di Pantai Florida! Dikira Rentetan Tembakan Ternyata Hanya Suara Ini

Viral Kepanikan Massal di Pantai Florida! Dikira Rentetan Tembakan Ternyata Hanya Suara Ini

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:45 WIB