Alasan Negara NATO Ogah Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang Kami

M Nurhadi

Selasa, 17 Maret 2026 | 11:09 WIB
Alasan Negara NATO Ogah Bantu AS Lawan Iran: Ini Bukan Perang Kami
Kemenkes Iran rilis data mengerikan: serangan AS-Israel bom 25 rumah sakit, 200 anak meninggal dunia, dan ribuan warga sipil terluka. Faskes sengaja dihancurkan. [Dok. Masoud Vaez / Tasnim News]
baca 10 detik
  • Negara-negara Eropa utama seperti Jerman dan Italia menolak permintaan militer AS di Selat Hormuz karena bukan perang mereka.
  • Penolakan ini muncul setelah Iran merespons serangan AS-Israel dengan melumpuhkan lalu lintas tanker minyak vital dunia.
  • Uni Eropa mencari solusi diplomatik, termasuk mereplikasi kesepakatan ekspor gandum untuk menjamin navigasi aman tanker minyak.

Suara.com - Gelombang penolakan dari negara-negara sekutu Amerika Serikat (AS) terus bermunculan terkait permintaan Presiden Donald Trump untuk memberikan dukungan militer di Selat Hormuz.

Sejumlah negara Eropa secara tegas menyatakan tidak memiliki rencana dalam waktu dekat untuk mengirim kapal perang guna membuka blokade jalur vital tersebut.

Desakan Trump muncul setelah Iran merespons serangan gabungan AS-Israel dengan mengerahkan drone, rudal, dan ranjau laut yang melumpuhkan lalu lintas tanker minyak dunia. Namun, sekutu utama AS di Eropa tampaknya enggan terseret lebih jauh ke dalam konflik tersebut.

Jerman dan Italia: "Ini Bukan Perang Kami"

Jerman memimpin penolakan dengan pernyataan keras dari Menteri Pertahanan Boris Pistorius. Ia mempertanyakan efektivitas pengiriman kapal fregat Eropa ke wilayah yang bahkan sulit dikendalikan oleh Angkatan Laut AS yang jauh lebih kuat.

"Ini bukan perang kami, kami tidak memulainya," tegas Pistorius di Berlin, Senin (16/3/2026), dikutip via reuters.

Senada dengan itu, juru bicara pemerintah Jerman, Stefan Kornelius, menekankan bahwa AS maupun Israel tidak pernah berkonsultasi dengan Eropa sebelum memulai perang. Ia juga mengingatkan bahwa Washington sejak awal menyatakan bantuan Eropa tidak diperlukan.

Dari Milan, Wakil Perdana Menteri Italia Matteo Salvini juga menegaskan posisi negaranya. "Italia tidak sedang berperang dengan siapa pun.

Mengirim kapal militer ke zona perang berarti ikut serta dalam peperangan tersebut," ujarnya. Spanyol juga menyatakan hal serupa, dengan menolak tindakan apa pun yang dapat memicu eskalasi konflik.

baca juga

Meskipun enggan terlibat dalam pertempuran langsung, beberapa negara menunjukkan sikap yang lebih diplomatis:

Inggris: Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam rencana kolektif demi menjamin kebebasan navigasi. Ia mengisyaratkan penggunaan sistem pemburu ranjau otonom milik Inggris, namun tetap menekankan bahwa negaranya tidak ingin terseret dalam perang yang lebih luas.

Denmark: Menteri Luar Negeri Lars Lokke Rasmussen menyarankan agar Eropa tetap terbuka terhadap kemungkinan kontribusi selama tujuannya adalah deeskalasi, meskipun Denmark tidak menyetujui peperangan yang sedang terjadi.

Belanda: Menteri Luar Negeri Tom Berendsen menyebutkan bahwa setiap keputusan militer di Teluk membutuhkan waktu lama untuk disusun kerangka kerjanya dan saat ini belum ada keputusan resmi yang diambil.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berdiskusi dengan PBB untuk mereplikasi kesepakatan ekspor gandum yang pernah digunakan saat perang Ukraina-Rusia. Skema ini diharapkan bisa menjadi solusi jalur aman bagi tanker minyak di Selat Hormuz.

Selain itu, Uni Eropa juga sedang mempertimbangkan untuk mengubah mandat misi angkatan laut Aspides—yang saat ini beroperasi di Laut Merah untuk melawan Houthi—agar cakupannya diperluas hingga ke Selat Hormuz.

Namun, rencana ini menemui kendala awal setelah Yunani, yang memimpin misi tersebut, menyatakan akan tetap membatasi partisipasinya hanya di wilayah Laut Merah.

Tekanan Trump terhadap anggota NATO terus meningkat dengan ancaman konsekuensi bagi aliansi jika mereka gagal membantu Washington.

Meski demikian, mayoritas negara Eropa saat ini lebih memilih untuk bersikap waspada dan memprioritaskan upaya penurunan ketegangan daripada pengerahan kekuatan militer.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

Amerika Serikat Akhirnya Akui 200 Tentara Jadi Korban Rudal Kiamat Iran

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:45 WIB

Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak

Hujan Rudal Iran Tak Kunjung Reda, Warga Israel Akui Tak Lagi Bisa Tidur Nyenyak

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:22 WIB

Detik-detik Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Rezim Zionis Kocar-kacir

Detik-detik Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Rezim Zionis Kocar-kacir

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 10:03 WIB

Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi

Viral! Walkot Muslim Kebanggaan Netizen Indonesia Panen Hujatan Setelah Bertemu Komunitas Yahudi

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:47 WIB

Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra

Ledakan Dahsyat di UEA! Rudal Iran Hancurkan Gudang Peluru AS di Al Dhafra

News | Senin, 16 Maret 2026 | 21:31 WIB

Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

Menlu Iran Abbas Araghchi: Tak Ada Gencatan Senjata, Pembalasan Akan Terus Berlanjut!

News | Senin, 16 Maret 2026 | 22:05 WIB

Terkini

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Godzilla El Nino Muncul di Aksi Keadilan Iklim Jakarta

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:46 WIB

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Kepuasan Publik 57,4 Persen, Lingkungan Jadi Sorotan

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:43 WIB

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

Kritik Pajak Pembalut 11 Persen, Dosen UGM: Pajakilah Orang Kaya, Bukan Kebutuhan Dasar!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:41 WIB

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

MA Nyatakan Suket SMA Gibran Tidak Sah, Andreas PDIP: Memang Tak Punya Ijazah

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Survei IndocPolls: Seskab Teddy Teratas, Nusron Wahid Dapat Penilaian Terendah

Jatim | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot dan Diperiksa Propam Mabes!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:29 WIB

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

Bakar Sampah Berujung Petaka, Pohon di Joglo Ambruk Timpa Kabel dan Tembok

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:21 WIB

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Anime IruMafia Edition Tayang Januari 2027, Kisah Iruma di Kehidupan Mafia

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:20 WIB

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Wali Kota Solo Minta Persis Segera Lunasi Tunggakan Sebesar Rp3,21 Miliar

Surakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:18 WIB

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Polemik Tunggakan PBB Rp2,33 Miliar Yayasan IGM Palembang, Ratu Dewa Singgung Evaluasi Data

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:16 WIB

×