- Presiden Trump mengkritik PM Starmer karena Inggris menolak bergabung operasi militer AS di Selat Hormuz.
- Ketegangan muncul sebab AS ingin membuka kembali jalur pelayaran penting yang diblokade Iran.
- Starmer menolak keterlibatan penuh karena Inggris mengutamakan penghentian konflik Timur Tengah segera.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Inggris Keir Starmer setelah London menolak bergabung dalam operasi militer melawan Iran.
Trump mengaku tidak senang dan terkejut dengan sikap Inggris yang dinilai kurang mendukung sekutunya.
Ketegangan muncul terkait upaya Amerika Serikat membuka kembali jalur pelayaran penting di selat Hormuz.
Jalur tersebut saat ini diblokade oleh Iran, sehingga mengganggu aliran minyak dan gas dari Timur Tengah ke pasar global.
Trump menilai Inggris seharusnya mendukung operasi tersebut secara penuh. “Inggris seharusnya terlibat dengan antusias membantu kami membuka kembali Selat Hormuz,” kata Trump dilansir dari BBC.
![Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer [X @Keir Starmer]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/02/25/54322-keir-starmer.jpg)
Ia mengaku telah meminta London mengirim kapal perang untuk melindungi jalur pengiriman minyak. Namun permintaan tersebut tidak mendapat respons yang diharapkan dari pemerintahan Inggris.
“Saya sangat terkejut dengan Inggris,” ujar Trump.
“Dua minggu lalu saya bertanya, mengapa tidak mengirim beberapa kapal? Tapi mereka benar-benar tidak ingin melakukannya.”
Trump bahkan menyinggung hubungan lama kedua negara sebagai sekutu. “Kami sudah lama bersama mereka. Kami menghabiskan banyak uang melalui NATO untuk melindungi mereka,” katanya.
Dalam percakapan telepon dengan Starmer, Trump juga mempertanyakan mengapa sang perdana menteri perlu berdiskusi dengan timnya sebelum mengambil keputusan.
“Saya bilang, Anda tidak perlu bertemu tim Anda. Anda adalah Perdana Menteri, Anda bisa membuat keputusan sendiri,” ujar Trump.
Sementara itu, Starmer menegaskan Inggris tidak ingin terseret dalam konflik yang lebih luas di Timur Tengah.
Dalam konferensi pers di 10 Downing Street, ia menekankan bahwa prioritas pemerintah adalah menghentikan perang secepat mungkin.
“Kami ingin melihat perang ini berakhir secepat mungkin,” kata Starmer.
Ia menambahkan Inggris hanya mempertimbangkan opsi terbatas, termasuk kemungkinan penggunaan drone anti-ranjau untuk menjaga keamanan jalur pelayaran.
Konflik yang kini memasuki pekan ketiga itu melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Penutupan Selat Hormuz yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, telah memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan kekhawatiran resesi ekonomi di berbagai negara.
Trump tetap yakin risiko serangan dari Iran tidak besar bagi negara yang ikut dalam operasi tersebut.
“Negara yang membantu melindungi kapal di Hormuz akan menghadapi sangat sedikit tembakan,” ujarnya.
Namun sejumlah sekutu Barat lainnya seperti Prancis, Jerman, Kanada, dan Australia juga dilaporkan menolak mengirim kapal perang ke kawasan itu.
Kontributor: Adam Ali