"Ini Bukan Perang Kami": Negara Eropa Tolak Bantu AS di Selat Hormuz

Dimas Sagita | Suara.com

Rabu, 18 Maret 2026 | 11:05 WIB
"Ini Bukan Perang Kami": Negara Eropa Tolak Bantu AS di Selat Hormuz
Upaya Amerika Serikat membangun koalisi militer di jalur minyak dunia menemui jalan buntu. Simak alasan di balik sikap dingin Jerman dan Spanyol terhadap permintaan Trump.

Suara.com - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyerukan kepada negara-negara sekutu untuk mengirimkan kapal perang ke Selat Hormuz guna melindungi kapal-kapal dagang serta memulihkan pasokan minyak dunia. Namun, sejauh ini permintaannya dijawab dengan sejumlah penolakan.

Pada Sabtu (14/03) lalu, Trump menulis di platform Truth Social. Isinya, mendesak UK, China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan negara lain bergabung dalam sebuah "upaya bersama" membuka jalur laut tersebut.

Trump kembali mengulangi seruannya dalam sebuah unggahan pada Sabtu malam. Pesannya ditujukan kepada seluruh "negara di dunia yang menerima pasokan minyak melalui Selat Hormuz." Ia menegaskan, AS akan memberikan "banyak" dukungan bagi negara-negara yang bersedia ambil bagian dalam upaya tersebut.

Dalam wawancara dengan Financial Times yang terbit Minggu (15/03), ia mempertegas pernyataannya. Trump menyatakan bahwa kegagalan menjamin keamanan transportasi maritim akan "sangat merugikan masa depan NATO."

Selat Hormuz telah ditutup oleh Teheran sebagai balasan atas serangan udara AS dan Israel. Penutupan itu telah memukul keras sektor energi dan perdagangan global.

Selat Hormuz merupakan rute pengiriman minyak tersibuk di duniasekitar 20% pasokan global biasanya melintas di sana. Penutupan jalur ini memicu gangguan pasokan terbesar dalam sejarah sekaligus lonjakan harga minyak mentah dunia.

Lalu, apakah negara-negara sekutu bersedia mengirim kapal untuk mengawal armada dagang melewati jalur laut vital itu?

UK, Jerman, Australia, Spanyol, dan Jepang termasuk di antara negara yang secara tegas menyatakan tidak akan mengirim kapal dalam perang melawan Iran.

Dalam konferensi pers di Downing Street pada Senin (16/03), Perdana Menteri UK, Keir Starmer, menegaskan bahwa negaranya tidak akan "terlibat dalam perang yang lebih luas" di Iran.

Dia menambahkan, London tengah "bekerja sama dengan sekutu" untuk merumuskan rencana yang layak membuka kembali Selat Hormuz, namun menekankan bahwa misi tersebut bukan bagian dari NATO.

'Ini bukan perang kami'

Di Jerman, Menteri Pertahanan Boris Pistorius menolak permintaan Trump mentah-mentah.

"Apa yang diharapkan Trump dari segelintir [kapal] fregat Eropa yang tidak mampu dilakukan oleh Angkatan Laut AS yang begitu kuat?" cetusnya.

"Ini bukan perang kami. Kami tidak memulainya."

Sementara itu, juru bicara Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyatakan perang melawan Iran "tidak ada kaitannya dengan NATO" dan "bukan perang NATO."

Tak lama kemudian, Merz menutup kemungkinan keterlibatan Jerman.

"Kami tidak memiliki mandat dari PBB, Uni Eropa, maupun NATO, sebagaimana disyaratkan oleh Konstitusi. Karena itu, sejak awal sudah jelas bahwa perang ini bukan urusan NATO," tegasnya dalam konferensi pers di Berlin.

Dia menambahkan, baik Amerika Serikat maupun Israel tidak pernah berkonsultasi dengan Jerman sebelum melancarkan operasi militer.

"Karena itu, pertanyaan tentang bagaimana Jerman bisa terlibat secara militer dalam konflik ini bahkan tidak pernah dipertimbangkan," pungkasnya.

Di Madrid, pemerintah Spanyol menegaskan tidak akan ikut serta dalam operasi militer di Selat Hormuz karena menilai perang ASIsrael melawan Iran sebagai tindakan ilegal. Pernyataan itu disampaikan Menteri Pertahanan, Margarita Robles, dan Menteri Luar Negeri, Jos Manuel Albares, pada Senin (16/03).

Robles menolak permintaan Presiden AS Donald Trump agar Spanyol memberikan dukungan militer untuk mengamankan jalur laut yang secara de facto telah ditutup Teheran bagi kapal-kapal tanker minyak. Dia juga menepis ancaman Trump soal "masa depan yang sangat buruk" bagi sekutu NATO yang menolak ikut serta.

"Spanyol tidak akan pernah menerima solusi tambal sulam, karena tujuan utama haruslah mengakhiri perang, dan mengakhirinya sekarang," tegas Robles.

Menlu Jos Manuel Albares menambahkan, situasi di Selat Hormuz memang menjadi perhatian serius bagi Eropa, namun sikap Uni Eropa harus jelas: perang harus dihentikan, terlepas dari pertimbangan ekonomi.

"Kita tidak boleh melakukan apa pun yang justru menambah ketegangan atau memperburuk eskalasi," ujarnya.

Di Jepang, Menteri Pertahanan Shinjiro Koizumi menyampaikan kepada parlemen pada Senin (16/03) bahwa "melihat situasi terkini dengan Iran, kami saat ini tidak mempertimbangkan peluncuran operasi keamanan maritim."

Di Australia, Menteri Infrastruktur dan Transportasi, Catherine King, juga menegaskan dalam wawancara dengan ABC pada Senin (16/03) bahwa negaranya tidak akan mengirim kapal perang ke Selat Hormuz.

Adapun China, juru bicara Kedutaan Besar China di Washington tidak menyebutkan apakah Beijing akan menerima permintaan Trump, namun menekankan bahwa semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menjamin pasokan energi yang stabil dan tidak terhambat.

Sementara di Korea Selatan, kantor kepresidenan menyatakan bahwa negara itu akan "menjaga komunikasi erat dengan Amerika Serikat terkait masalah ini dan mengambil keputusan setelah kajian yang cermat."

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan Teheran tidak meminta gencatan senjata maupun bertukar pesan dengan Washington, serta menyatakan bahwa Selat Hormuz akan tetap tertutup "bagi musuh-musuh kami."

Araghchi menambahkan: "Mereka (Amerika) meminta negara lain datang membantu agar Selat Hormuz tetap terbuka dari sudut pandang kami, jalur itu terbuka."

"Selat hanya tertutup bagi musuh-musuh kami, mereka yang melakukan agresi tidak adil terhadap negara kami dan sekutunya," pungkasnya.

Pernyataan yang ironis

Menurut koresponden diplomatik BBC, Paul Adams, "selama dua masa jabatannya, Donald Trump tidak segan mengkritikbahkan menyerangnegara-negara anggota NATO."

Namun, pernyataan terbarunyabahwa kegagalan mengamankan Selat Hormuz akan "sangat buruk bagi masa depan NATO"menurut Adams, mengandung tafsir atas tujuan NATO.

"NATO dibentuk sebagai aliansi pertahanan," ujar Jenderal Nick Carter, mantan Kepala Staf Pertahanan UK, kepada BBC pada Senin (16/03).

"Itu bukan aliansi yang dirancang agar salah satu anggotanya bisa berperang atas inisiatif sendiri dan memaksa semua pihak ikut serta," katanya. "Saya tidak yakin itu jenis NATO yang ingin kita ikuti."

Adams juga menyoroti ironi pernyataan Trump, mengingat dua bulan lalu ia berkeras mengklaim Greenlandwilayah berdaulat milik anggota NATO. "Hal ini mungkin menjelaskan mengapa sejumlah respons terdengar begitu blak-blakan," tambahnya.

Dari Gedung Putih pada Senin, Trump menyatakan bahwa ia meminta bantuan negara lain di Selat Hormuz "bukan karena kami membutuhkannya, tetapi karena saya ingin melihat bagaimana mereka bereaksi."

Ia kembali menegaskan pernyataan sebelumnya: bahwa Amerika Serikat selalu melindungi negara lain, tetapi mereka tidak melindungi AS ketika paling dibutuhkan.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Iran Mulai Longgarkan Selat Hormuz, Bahlil Ungkap Nasib Kapal Pertamina yang Terjebak

Iran Mulai Longgarkan Selat Hormuz, Bahlil Ungkap Nasib Kapal Pertamina yang Terjebak

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:44 WIB

Eropa Kompak Tolak Ajakan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz: Ini Bukan Perang Kami

Eropa Kompak Tolak Ajakan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz: Ini Bukan Perang Kami

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 16:19 WIB

Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Amankan Selat Hormuz

Donald Trump Tantrum, Sebut Sekutu Tak Tahu Terima Kasih Usai Tolak Amankan Selat Hormuz

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:07 WIB

Terkini

Cuaca Panas Ekstrem Ancam Pemudik, Wamenkes Ingatkan Cukup Minum Selama Perjalanan

Cuaca Panas Ekstrem Ancam Pemudik, Wamenkes Ingatkan Cukup Minum Selama Perjalanan

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:03 WIB

Dasco Bukber Bareng Aktivis Senior, Serap Aspirasi Hariman Siregar hingga Connie Rahakundini

Dasco Bukber Bareng Aktivis Senior, Serap Aspirasi Hariman Siregar hingga Connie Rahakundini

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:51 WIB

Teheran Membara! Presiden Iran Bersumpah Balas Dendam Atas Tewasnya Ali Larijani

Teheran Membara! Presiden Iran Bersumpah Balas Dendam Atas Tewasnya Ali Larijani

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:51 WIB

Bisakah Ekonomi Tumbuh Memperparah Krisis Iklim? Studi Terbaru Ungkap Jawabannya

Bisakah Ekonomi Tumbuh Memperparah Krisis Iklim? Studi Terbaru Ungkap Jawabannya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:45 WIB

Komisi C DPRD DKI: Terminal Kalideres Harus Renovasi Total demi Kenyamanan Pemudik

Komisi C DPRD DKI: Terminal Kalideres Harus Renovasi Total demi Kenyamanan Pemudik

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:16 WIB

Taktik Asimetris Taklukkan Iron Dome: Bagaimana Amunisi Tandan Iran Mengoyak Pertahanan Udara Israel

Taktik Asimetris Taklukkan Iron Dome: Bagaimana Amunisi Tandan Iran Mengoyak Pertahanan Udara Israel

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:03 WIB

Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran

Teguh Pendirian, Kanada Menolak Ikut Perang AS-Israel Lawan Iran

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:39 WIB

Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional

Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:35 WIB

Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min

Kedubes Iran Open Donasi untuk Korban Perang, Netizen: Bismillah Lawan Zionis, Titip Rudal Min

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:28 WIB

Polda Metro Jaya Pastikan Layanan Pindah Terminal Gratis di Bandara Soekarno-Hatta

Polda Metro Jaya Pastikan Layanan Pindah Terminal Gratis di Bandara Soekarno-Hatta

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 09:17 WIB