Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 18 Maret 2026 | 15:15 WIB
Perang Iran vs AS-Israel Picu Krisis Energi, PBB: Saatnya Beralih ke Energi Terbarukan
Spesifikasi Rudal Sejjil Iran dan Artinya dalam Al-Qur’an (economictimes.com)
baca 10 detik
  • Kepala Iklim PBB Simon Stiell menyoroti perang Iran mengganggu 20 persen pasokan minyak dunia, memicu kelangkaan energi global.
  • Stiell mendesak percepatan transisi energi terbarukan sebagai solusi stabilitas ekonomi dan keamanan energi dunia.
  • Ketergantungan pada energi fosil terbukti rentan terhadap konflik, menyebabkan kerugian signifikan dan pembatasan energi di Asia.

Suara.com - Gangguan pasokan energi global akibat perang Iran menjadi peringatan serius bagi negara-negara yang masih bergantung pada bahan bakar fosil. Hal ini disampaikan Kepala Iklim PBB Simon Stiell dalam forum Green Growth Summit di Brussels.

Dalam pidatonya, Stiell menegaskan bahwa ketergantungan pada energi fosil membuat dunia rentan terhadap krisis berulang.

Ia mendesak pemerintah untuk mempercepat transisi ke energi terbarukan demi menjaga stabilitas ekonomi dan keamanan energi.

“Kerja sama iklim adalah solusi dari kekacauan yang terjadi saat ini,” ujar Stiell.

Rudal Iran (Tasnimnews)
Rudal Iran (Tasnimnews)

Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dilaporkan telah mengganggu sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Dampaknya, terjadi kelangkaan energi dan lonjakan harga di berbagai negara.

Stiell menyebut situasi ini sebagai pelajaran yang seharusnya tidak diabaikan. Menurutnya, terus mengandalkan energi fosil justru memperbesar risiko krisis serupa di masa depan.

“Ini benar-benar tidak masuk akal. Sejarah menunjukkan krisis energi fosil akan terus terjadi berulang kali,” tegasnya.

Sebagai alternatif, Stiell mendorong negara-negara—terutama di Eropa—untuk memperkuat kebijakan energi terbarukan. Selain lebih ramah lingkungan, energi bersih dinilai lebih stabil dan tidak mudah terdampak konflik global.

Ia juga menyoroti dampak ekonomi dari krisis iklim. Dalam satu musim panas saja, cuaca ekstrem di Eropa menyebabkan kerugian hingga 43 miliar euro. Di sisi lain, industri bahan bakar fosil masih menerima subsidi besar dari pemerintah di berbagai negara.

baca juga

“Ketergantungan pada impor energi fosil akan membuat negara terus terjebak dalam krisis, dan masyarakat yang akhirnya menanggung biayanya,” kata Stiell.

Dampak krisis energi ini sudah terasa di berbagai negara. Pakistan menutup sekolah sementara untuk menghemat bahan bakar. India mengalami kelangkaan gas memasak hingga memicu protes. Sementara Bangladesh, Myanmar, dan Filipina mulai menerapkan pembatasan penggunaan energi.

Menurut analis dari Asia Society Policy Institute, Kate Logan, pernyataan Stiell menunjukkan nada yang lebih mendesak dibanding biasanya.

“Situasi global saat ini membuat kebutuhan untuk meninggalkan energi fosil menjadi semakin jelas,” ujarnya.

Stiell menegaskan, energi terbarukan dapat menjadi solusi jangka panjang karena tidak bergantung pada jalur distribusi yang rentan konflik.

“Sinar matahari tidak bergantung pada jalur pelayaran yang sempit dan rawan. Angin juga tidak membutuhkan perlindungan militer,” katanya.

Meski transisi energi juga memiliki tantangan, para ahli menilai sistem energi berbasis terbarukan lebih tersebar dan tidak mudah terganggu seperti minyak dan gas.

Di tengah ketidakpastian global, PBB menilai percepatan transisi energi bersih bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan untuk mencegah krisis yang lebih besar di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mojtaba Khamenei Tantang AS: Tarik Pasukan, Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Rp7.700 Triliun!

Mojtaba Khamenei Tantang AS: Tarik Pasukan, Cabut Sanksi dan Bayar Ganti Rugi Rp7.700 Triliun!

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 14:02 WIB

Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

Sikap Dingin Iran dan Tantangan Berat Prabowo Menjadi Juru Damai di Timur Tengah

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:45 WIB

Perang AS-Iran Memanas: WNI Cemas Harga BBM Bakal Melejit

Perang AS-Iran Memanas: WNI Cemas Harga BBM Bakal Melejit

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Menemukan Cinta di Jalur Pendakian

Menemukan Cinta di Jalur Pendakian

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:41 WIB

Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya

Ekonom Senior Sebut Program Andalan Prabowo Jauh Panggang dari Api: Tak Ada Nilainya

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:38 WIB

Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!

Promo BRImo di Pameran IKM Kemenperin, Jajan Skincare Langsung Dapat Diskon!

Bri | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Kerahkan 1.105 Personel Gabungan, Polda Jabar Perketat Pengamanan Laga Timnas Indonesia vs Vietnam

Bogor | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik

Ramai Dikomplain Warga, Mobil Rusak Diparkir Sembarangan di Tebet Dipulangkan ke Depan Rumah Pemilik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:31 WIB

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

BGN Tetapkan Kasus Keracunan MBG Kejadian Fatal, Ancam Sanksi Suspend SPPG dan Copot Kepala Dapur

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:28 WIB

Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan

Penebangan Pohon di Jalan Riau Bandung Naik Kelas ke Pidana Berat, Gakkum KLH Turun Tangan

Jabar | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:22 WIB

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Raih Kontrak Rp1,16 T, WSKT Rampungkan Pembangunan Satu Sekolah Rakyat di Surabaya

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

Datangi Rutan KPK, Pengacara Febrie Adriansyah Beberkan Dugaan Kejanggalan pada Sprindik Kejagung

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:15 WIB

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

Bahlil Semprot AMPG: Satu Periode Empat Kali Ganti Sekjen, Pengkaderan 'Enggak Jelas'

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 17:07 WIB

×