Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel

Galih Prasetyo

Kamis, 19 Maret 2026 | 15:05 WIB
Apa Itu Ladang Gas South Pars? Pusat Energi Dunia yang Diserang Rudal Israel
Ladang gas raksasa South Pars/North Dome Gas-Condensate Field kembali jadi sorotan dunia setelah serangan udara mengguncang fasilitas energi vital tersebut. [Tangkap layar X]
baca 10 detik
  • Serangan udara pada 18 Maret 2026 di ladang gas South Pars/North Dome diduga melibatkan Israeli Air Force dan AS.
  • Serangan tersebut mengakibatkan gangguan 12 persen produksi gas Iran serta menghentikan operasi dua kilang besar.
  • Ladang gas bersama Iran dan Qatar ini menyimpan hampir seperlima cadangan gas dunia dan berdampak pada pasar energi global.

Suara.com - Ladang gas raksasa South Pars kembali jadi sorotan dunia setelah serangan udara mengguncang fasilitas energi vital tersebut.

Ladang yang terletak di Teluk Persia ini dikenal sebagai cadangan gas alam terbesar di planet ini dan dimiliki bersama oleh Iran dan Qatar.

Serangan pada 18 Maret 2026 disebut melibatkan Israeli Air Force dengan koordinasi Amerika Serikat.

Dampaknya signifikan, sekitar 12 persen produksi gas Iran terganggu, sementara dua kilang besar berhenti beroperasi.

Kementerian Perminyakan Iran menyatakan sejumlah fasilitas rusak dan kebakaran sempat terjadi.

“Api berhasil dikendalikan dan tidak ada korban jiwa,” tulis pernyataan resmi, meski beberapa fase produksi terpaksa dihentikan untuk mencegah penyebaran kerusakan.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan ada lagi serangan Israel terhadap ladang gas South Pars di Teluk Persia setelah Iran membalas dengan menyerang fasilitas gas di Qatar. [Tangkap layar X]
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan tidak akan ada lagi serangan Israel terhadap ladang gas South Pars di Teluk Persia setelah Iran membalas dengan menyerang fasilitas gas di Qatar. [Tangkap layar X]

Awal Penemuan Ladang Gas South Pars

Ladang ini ditemukan pada 1990 oleh National Iranian Oil Company dan dikelola oleh anak usahanya, Pars Oil and Gas Company.

Sejak awal, proyek ini menghadapi berbagai kendala teknis seperti kandungan sulfur tinggi, serta masalah kontrak dan politik.

baca juga

Kondisi tersebut membuat pengembangan South Pars berjalan lebih lambat dari target awal.

Produksi gas baru dimulai pada 2002 melalui fase kedua dengan kapasitas awal 1 miliar kaki kubik per hari.

Gas kemudian dialirkan ke darat dan diproses di fasilitas energi di Assaluyeh, pusat industri gas utama Iran.

Pusat Energi Dunia

South Pars/North Dome bukan sekadar ladang gas biasa. Dengan estimasi 1.800 triliun kaki kubik gas, kawasan ini menyimpan hampir seperlima cadangan gas yang bisa diproduksi di dunia.

Sebagian wilayahnya, South Pars, berada di perairan Iran, sementara North Dome dikuasai Qatar.

Total luasnya mencapai sekitar 9.700 km², menjadikannya salah satu aset energi paling strategis secara global.

Produksi gas dari sisi Qatar mencapai sekitar 18,5 miliar kaki kubik per hari pada awal 2026.

Angka ini menyumbang sekitar 80 persen pendapatan negara tersebut dan memasok sekitar 20 persen kebutuhan LNG dunia.

Sebaliknya, Iran hanya memproduksi sekitar 2 miliar kaki kubik per hari.

Kesenjangan ini kerap dikaitkan dengan sanksi internasional, isolasi, serta masalah manajemen di sektor energi Iran.

Dampak Global Langsung

Serangan tersebut langsung mengguncang pasar energi dunia. Harga minyak melonjak dari 103 dolar menjadi 108 dolar per barel hanya dalam waktu singkat.

Di Eropa, harga gas naik sekitar 7 persen karena kekhawatiran eskalasi konflik di kawasan Teluk.

Ladang gas raksasa South Pars/North Dome Gas-Condensate Field kembali jadi sorotan dunia setelah serangan udara mengguncang fasilitas energi vital tersebut. [Tangkap layar X]
Ladang gas raksasa South Pars/North Dome Gas-Condensate Field kembali jadi sorotan dunia setelah serangan udara mengguncang fasilitas energi vital tersebut. [Tangkap layar X]

Iran juga menghentikan pasokan gas ke Irak, negara yang bergantung pada Iran untuk hingga 40 persen kebutuhan energi. Langkah ini memperbesar potensi krisis energi regional.

Perebutan Energi dan Geopolitik

Selain nilai ekonominya, ladang ini memiliki dampak geopolitik besar.

Ketimpangan produksi antara Iran dan Qatar bahkan menyebabkan migrasi gas alami ke sisi Qatar akibat tekanan reservoir yang lebih tinggi.

Para analis menilai serangan ini bisa memicu ketegangan baru di Timur Tengah, khususnya terkait infrastruktur energi.

Dengan cadangan raksasa dan peran vitalnya dalam pasokan energi dunia, masa depan ladang ini kini menjadi perhatian utama komunitas internasional.

Kontributor: Azka Putra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran

Trump 'Cuci Tangan', Marahi Israel Serang Ladang Gas South Pars Milik Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 14:35 WIB

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

Donald Trump Ancam Keluar dari NATO, Politisi Republik: Bisa Hancurkan Partai Sendiri

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:54 WIB

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

AS Mulai Seret China dan Rusia di Perang Lawan Iran, Direktur CIA Ungkap Fakta Ini

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:27 WIB

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

Ali Larijani Mati Syahid, Mojtaba Khamenei Kirim Pesan Menggetarkan buat Musuh-musuh Iran

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:06 WIB

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

Iran Eksekusi Mati Warga Swedia yang Dituduh Mata-mata Mossad

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 11:51 WIB

Terkini

Cara Menemukan File dan Aplikasi yang Memakan Ruang di HP Android

Cara Menemukan File dan Aplikasi yang Memakan Ruang di HP Android

Tekno | Senin, 02 November 2026 | 10:01 WIB

Laut Bercerita, Kisah Masa Lalu yang Terasa Dekat dengan Indonesia Hari Ini

Laut Bercerita, Kisah Masa Lalu yang Terasa Dekat dengan Indonesia Hari Ini

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 10:00 WIB

Pemerintah Atur Tarif Angkutan Barang Penyeberangan Mulai 2027

Pemerintah Atur Tarif Angkutan Barang Penyeberangan Mulai 2027

Foto | Senin, 02 November 2026 | 10:00 WIB

Viral Warga Threads Obral Jasa dan Produk Gratis Bila Prabowo Lengser

Viral Warga Threads Obral Jasa dan Produk Gratis Bila Prabowo Lengser

News | Senin, 02 November 2026 | 09:59 WIB

Bos CFX Ungkap Biang Kerok Penyebab Pasar Kripto RI Loyo

Bos CFX Ungkap Biang Kerok Penyebab Pasar Kripto RI Loyo

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 09:55 WIB

Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?

Resmi! 5 Pembalap Veteran Ini Terdepak dari MotoGP 2027, Siapa Saja?

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 09:48 WIB

Finalis MediaMIND Telusuri Proses Produksi Timah hingga Program Lingkungan PT TIMAH di Kundur

Finalis MediaMIND Telusuri Proses Produksi Timah hingga Program Lingkungan PT TIMAH di Kundur

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 09:48 WIB

OJK Setujui Penggabungan Empat BPR untuk Perkuat Struktur Industri Keuangan Daerah

OJK Setujui Penggabungan Empat BPR untuk Perkuat Struktur Industri Keuangan Daerah

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 09:41 WIB

Cara Membersihkan Setrika yang Lengket Jadi Licin Kembali, Praktis dan Ampuh!

Cara Membersihkan Setrika yang Lengket Jadi Licin Kembali, Praktis dan Ampuh!

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 09:40 WIB

Ketua PP Siak Ditahan usai Jadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan Pelajar 16 Tahun

Ketua PP Siak Ditahan usai Jadi Tersangka Kecelakaan Tewaskan Pelajar 16 Tahun

Riau | Senin, 02 November 2026 | 09:32 WIB

×