Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.236,126
LQ45 621,244
Srikehati 303,451
JII 370,013
USD/IDR 18.053

Pasar Forex Lagi Tenang, Tapi Ada Sinyal Bahaya yang Diincar Investor Besar

Mohammad Fadil Djailani

Senin, 03 Agustus 2026 | 14:37 WIB
Pasar Forex Lagi Tenang, Tapi Ada Sinyal Bahaya yang Diincar Investor Besar
Pasar valuta asing (forex) dikenal sebagai salah satu pasar keuangan paling likuid sekaligus paling bergejolak di dunia. Foto ist.
baca 10 detik
  • Trader ritel dinilai terlalu fokus pada volatilitas historis.
  • Institusi lebih mengandalkan implied volatility untuk ukur risiko.
  • Disiplin manajemen risiko jadi kunci bertahan di pasar forex.

Suara.com - Pasar valuta asing (forex) dikenal sebagai salah satu pasar keuangan paling likuid sekaligus paling bergejolak di dunia. Namun, di balik fluktuasi harga yang menjadi incaran para trader, ternyata terdapat kesenjangan cara membaca volatilitas antara trader ritel dan pelaku institusional.

Broker global Contract for Difference (CFD) Elev8 mengungkapkan bahwa sebagian besar trader ritel masih terlalu bergantung pada volatilitas historis untuk mengambil keputusan transaksi. Padahal, pelaku institusi justru lebih banyak mengandalkan volatilitas tersirat (implied volatility/IV), yang dinilai mampu memberikan gambaran lebih akurat mengenai ekspektasi pergerakan harga di masa depan.

Volatilitas sendiri merupakan ukuran seberapa cepat dan besar perubahan harga suatu aset dalam periode tertentu. Tingkat volatilitas tidak menunjukkan arah kenaikan atau penurunan harga, melainkan menggambarkan besarnya fluktuasi yang terjadi.

Volatilitas tinggi memang menawarkan peluang keuntungan yang lebih besar dalam waktu singkat. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga meningkatkan risiko kerugian, sehingga menjadi "pedang bermata dua" bagi para trader.

Menurut Elev8, trader ritel umumnya hanya memanfaatkan indikator teknikal bawaan platform seperti Bollinger Bands (BB), Average True Range (ATR), Average Directional Index (ADX), dan Commodity Channel Index (CCI) untuk mengukur volatilitas historis.

Indikator-indikator tersebut memang membantu membaca kondisi pasar berdasarkan data masa lalu. Misalnya, Bollinger Bands dapat mengidentifikasi potensi breakout ketika pita menyempit, sementara ATR digunakan untuk mengukur pelebaran rentang pergerakan harga dan menentukan level stop loss maupun target profit yang lebih realistis.

Namun, pendekatan tersebut dinilai belum cukup untuk mengantisipasi risiko ke depan.

Pelaku institusi lebih memilih memantau volatilitas tersirat yang berasal dari harga kontrak opsi. IV mencerminkan ekspektasi investor terhadap tingkat gejolak pasar pada masa mendatang sekaligus menjadi acuan dalam penetapan harga risiko.

Berdasarkan data Refinitiv, volatilitas tersirat EUR/USD untuk tenor tiga bulan berada di level 5,37%. Angka tersebut mengindikasikan pasar memperkirakan kondisi relatif tenang pada kuartal mendatang.

baca juga

Dengan menggunakan aturan akar kuadrat waktu, level tersebut setara dengan estimasi pergerakan harian sekitar 0,34% atau sekitar 39 pip per hari pada kurs EUR/USD di kisaran 1,13800. Kondisi ini menunjukkan pasar masih bergerak dalam rentang yang relatif sempit.

Meski demikian, Elev8 juga mencatat adanya lonjakan volatilitas tersirat overnight hingga 6,93%. Kenaikan tajam ini biasanya menjadi sinyal bahwa pasar sedang mengantisipasi peristiwa berdampak besar dalam waktu dekat, seperti pengumuman inflasi, keputusan suku bunga bank sentral, maupun perkembangan geopolitik.

Broker tersebut menilai informasi semacam ini sering kali luput dari perhatian trader ritel karena data volatilitas tersirat tidak tersedia secara luas pada platform gratis dan perhitungannya lebih kompleks dibandingkan indikator teknikal konvensional.

Untuk menghadapi pasar yang bergejolak, Elev8 menyarankan trader menerapkan manajemen risiko secara disiplin. Langkah yang direkomendasikan meliputi menurunkan leverage ketika volatilitas meningkat, melakukan diversifikasi posisi, menyesuaikan level stop loss dan take profit, menggunakan analisis multi-timeframe, hingga tidak memaksakan transaksi ketika kondisi pasar belum memberikan sinyal yang jelas.

Menurut Elev8, menjaga modal tetap menjadi prioritas utama dibandingkan mengejar keuntungan jangka pendek di tengah lonjakan volatilitas pasar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BRI Tegaskan Komitmen Pemerataan Layanan Perbankan di Daerah 3T Lewat Peran Aktif Mantri

BRI Tegaskan Komitmen Pemerataan Layanan Perbankan di Daerah 3T Lewat Peran Aktif Mantri

Bri | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai

Perusahaan Fintech Tak Pernah Berubah? Justru Itu yang Harus Diwaspadai

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 11:32 WIB

Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor

Transisi Ekonomi Hijau Dinilai Mustahil Tanpa Kolaborasi Lintas Sektor

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 09:33 WIB

Terkini

22 Vespa Kesayangan Ludes Terbakar di KM Mutiara Sentosa II

22 Vespa Kesayangan Ludes Terbakar di KM Mutiara Sentosa II

Sulsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:35 WIB

Punya Rumah Makin Mudah, KPR BRI di Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan DP 1%

Punya Rumah Makin Mudah, KPR BRI di Danantara Housing Expo 2026 Tawarkan DP 1%

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:31 WIB

Manfaat Timun untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Manfaat Timun untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui

Sumbar | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:26 WIB

Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri

Bekali Kewirausahaan dan Literasi Keuangan, BRI Siapkan PMI di Taiwan Bangun Usaha Mandiri

Malang | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:20 WIB

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Minat Asing pada Kopi dan Buah-buahan Turun, Ekspor Pertanian Jadi Susut

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Fenomena 'Ghosting' Rekrutmen: Ketika Perusahaan Menuntut Profesionalisme tapi Lupa Etika Dasar

Fenomena 'Ghosting' Rekrutmen: Ketika Perusahaan Menuntut Profesionalisme tapi Lupa Etika Dasar

Your Say | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:18 WIB

Diaspora Indonesia Berburu Suaka AS Demi Menghindari Deportasi Massal Era Donald Trump

Diaspora Indonesia Berburu Suaka AS Demi Menghindari Deportasi Massal Era Donald Trump

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:17 WIB

BRI Dukung Transformasi PMI di Taiwan Menjadi Wirausaha Produktif

BRI Dukung Transformasi PMI di Taiwan Menjadi Wirausaha Produktif

Sumsel | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:17 WIB

BRI Tegaskan Komitmen Pemerataan Layanan Perbankan di Daerah 3T Lewat Peran Aktif Mantri

BRI Tegaskan Komitmen Pemerataan Layanan Perbankan di Daerah 3T Lewat Peran Aktif Mantri

Bri | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:15 WIB

Temui DPR, 18 Konfederasi Buruh Serahkan Bundelan Draf RUU Ketenagakerjaan Hasil Konsolidasi

Temui DPR, 18 Konfederasi Buruh Serahkan Bundelan Draf RUU Ketenagakerjaan Hasil Konsolidasi

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:14 WIB

×