Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:21 WIB
Studi Ungkap Nasib Puntung Rokok di Tanah Setelah 10 Tahun: Bisakah Terurai?
Ilustrasi puntung rokok (Freepik)
baca 10 detik
  • Studi sepuluh tahun menunjukkan puntung rokok tidak hilang, melainkan berubah menjadi partikel mirip mikroplastik di tanah.
  • Proses penguraian puntung rokok sangat lambat; sebagian besar serat filternya tetap utuh setelah satu dekade.
  • Residu puntung rokok yang terurai meski terlihat hilang, tetap memiliki efek biologis negatif terhadap organisme.

Suara.com - Puntung rokok menjadi salah satu jenis sampah paling banyak ditemukan di dunia. Setiap tahun, triliunan puntung rokok dibuang di jalanan, taman, pantai, hingga rel kereta.

Meski berukuran kecil, limbah ini menyimpan persoalan besar karena filternya terbuat dari selulosa asetat, sejenis plastik yang sulit terurai.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap bagaimana nasib puntung rokok setelah bertahun-tahun berada di lingkungan.

Studi yang dipublikasikan di jurnal Environmental Pollution ini menunjukkan bahwa puntung rokok tidak benar-benar hilang, melainkan berubah secara perlahan dan bertahan sebagai partikel mirip mikroplastik di tanah. Demikian seperti dikutip dari Phys.org.

Ilustrasi Puntung Rokok (unsplash/julian angel)
Ilustrasi Puntung Rokok (unsplash/julian angel)

Penelitian ini dilakukan selama 10 tahun dengan menempatkan ribuan puntung rokok di berbagai kondisi lingkungan, seperti permukaan perkotaan, tanah berpasir, dan tanah subur. Para peneliti kemudian mengamati perubahan yang terjadi, mulai dari penyusutan massa, komposisi kimia, hingga aktivitas mikroorganisme.

Hasilnya, puntung rokok memang mengalami proses penguraian, tetapi sangat lambat dan tidak sempurna. Pada tahap awal, dalam beberapa minggu, sebagian massa berkurang karena senyawa larut dan lapisan luar mulai rusak. Namun setelah itu, proses melambat drastis.

Di lingkungan dengan aktivitas biologis rendah, seperti area perkotaan, bahkan setelah 10 tahun, sebagian besar serat filter masih tetap utuh. Sementara di tanah yang lebih subur, penguraian berlangsung lebih jauh, tetapi tetap menyisakan material dalam jumlah signifikan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa seiring waktu, serat filter tidak hilang, melainkan berubah menjadi agregat kecil yang bercampur dengan tanah, mikroba, dan partikel mineral. Proses ini membuat sampah menjadi tidak terlihat, tetapi tetap ada dalam bentuk baru yang berpotensi mencemari lingkungan.

Mikroorganisme seperti bakteri dan jamur memang berperan dalam proses ini, tetapi tidak cukup kuat untuk menguraikan sepenuhnya struktur plastik pada filter rokok. Akibatnya, sisa material tetap bertahan di dalam tanah.

baca juga

Dari sisi dampak, puntung rokok segar diketahui sangat beracun karena melepaskan zat seperti nikotin dan logam berat. Meski tingkat racunnya menurun seiring waktu, penelitian ini menemukan bahwa residu puntung rokok yang sudah lama pun masih memiliki efek biologis terhadap organisme.

Temuan ini menegaskan bahwa puntung rokok merupakan polusi jangka panjang yang sering diremehkan. Ukurannya yang kecil tidak sebanding dengan dampaknya yang besar dan bertahan lama di lingkungan.

Para peneliti menilai, memahami bagaimana puntung rokok terurai menjadi kunci penting untuk merumuskan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif, sekaligus mengurangi salah satu bentuk pencemaran plastik yang paling luas di dunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif

Di Balik Pesta Mewah, Lettice Events Ubah Cara Kelola Limbah Makanan Lebih Efektif

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:10 WIB

Misi Mencari Hilal Penerimaan Cukai: Karpet Merah Buat Rokok Ilegal Jadi Jawaban?

Misi Mencari Hilal Penerimaan Cukai: Karpet Merah Buat Rokok Ilegal Jadi Jawaban?

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 13:11 WIB

Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps

Batas Nikotin Diturunkan, Industri Kretek Disebut Bisa Kolaps

Bisnis | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:20 WIB

Terkini

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

GERD Kambuh, Dokter Tifa Pakai Kursi Roda usai Pemeriksaan di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:41 WIB

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

Maraton Geledah Tiga Lokasi di Bali, KPK Amankan Barang Bukti Kasus Pemerasan WNA

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:28 WIB

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

Penyakit Bawaan Ditemukan Saat Pemeriksaan, Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat di RS Polri

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:24 WIB

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

KPK Dalami Dugaan Penerimaan Uang Hasil Pemerasan WNA dalam Kasus Silmy Karim

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:55 WIB

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

Anak 5 Tahun Bongkar Dugaan Pembunuhan Ibunya di Tambora

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 11:36 WIB

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

KPK Cecar Yaqut soal Barang Bukti Kasus Korupsi Haji yang Telah Dikumpulkan Penyidik

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:50 WIB

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

Sekolah Rakyat Jadi Harapan Baru Anak Miskin, Wamensos: Presiden Jalankan Amanat Konstitusi

News | Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:18 WIB

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:55 WIB

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:33 WIB

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!

News | Jum'at, 19 Juni 2026 | 22:31 WIB