Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Rokok Ilegal Akan Makin Bebas Berkeliaran Gegara Aturan Ini

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 15 Maret 2026 | 20:51 WIB
Rokok Ilegal Akan Makin Bebas Berkeliaran Gegara Aturan Ini
Rokok ilegal yang diselundupkan tanpa pita cukai. [Ist]
  • Wacana pembatasan nikotin dan tar produk tembakau menuai kritik terkait potensi peningkatan rokok ilegal.
  • Kekhawatiran ini dibahas dalam Uji Publik Kajian Batas Maksimal Nikotin dan Tar di Jakarta.
  • Pembatasan ketat dinilai dapat memicu konsumen beralih ke produk ilegal demi rasa dan harga murah.

Suara.com - Wacana pemerintah untuk membatasi kadar nikotin dan tar pada produk tembakau menuai kritik dari sejumlah pihak. Salah satu kekhawatiran yang mencuat adalah potensi meningkatnya peredaran rokok ilegal apabila batasan tersebut diterapkan secara terlalu ketat.

Isu tersebut mencuat dalam forum Uji Publik Kajian Penentuan Batas Maksimal Nikotin dan Tar yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta.

Sejumlah peserta yang hadir dalam forum tersebut menilai bahwa penetapan batas nikotin dan tar yang terlalu rendah dapat memicu pergeseran pasar dari produk legal ke produk ilegal. Kondisi ini dikhawatirkan terjadi karena konsumen tetap mencari produk dengan karakter rasa yang mereka inginkan.

Salah satu peserta rapat dengar pendapat, Yosep, menjelaskan bahwa kondisi ekonomi saat ini sudah cukup menekan daya beli masyarakat, terlebih dengan kenaikan cukai rokok yang terus berlanjut.

"Jika produk legal dipaksa menurunkan kadar tar dan nikotin, pasar tidak akan serta merta berhenti merokok, mereka justru akan mencari rokok ilegal yang tidak patuh pada batasan kadar tersebut demi mendapatkan rasa yang mereka inginkan dengan harga lebih murah," ujar Yosep seperti dikutip, Minggu (15/3/2026).

Penampakan Rokok Ilegal Akan Dimusnahkan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat [Andi/Suara]
Penampakan Rokok Ilegal Akan Dimusnahkan di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat [Andi/Suara]

Menurutnya, intervensi terhadap kandungan produk tembakau legal justru berpotensi menjadi bumerang bagi kepatuhan industri terhadap regulasi yang berlaku.

Ia menilai jika regulasi terlalu membatasi karakteristik produk legal, maka konsumen bisa beralih ke produk ilegal yang tidak diawasi serta tidak mengikuti standar yang ditetapkan pemerintah.

Selain itu, fenomena tersebut juga diprediksi memperkuat tren downtrading, yakni perpindahan konsumen ke produk dengan harga lebih murah.

Dalam forum tersebut juga muncul kekhawatiran bahwa pembatasan kadar nikotin dan tar dapat melemahkan industri rokok legal yang selama ini patuh terhadap berbagai regulasi pemerintah.

Jika kondisi tersebut terjadi, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pelaku industri, tetapi juga berpotensi memengaruhi penerimaan negara serta stabilitas ekosistem industri hasil tembakau di Indonesia.

Sejumlah pihak pun meminta pemerintah mempertimbangkan secara matang dampak ekonomi dan sosial sebelum menetapkan kebijakan terkait batas maksimal kandungan nikotin dan tar pada produk tembakau.

Sementara, Asisten Deputi Pengembangan Industri Agro, Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenko Perekonomian, Eripson Sinaga, meminta penguatan kajian dampak ekonomi harus menjadi prioritas sebelum penetapan regulasi. Hal tersebut mencakup mitigasi bagi daerah-daerah penghasil yang memiliki ketergantungan ekonomi tinggi terhadap sektor tembakau.

Pemerintah diharapkan mampu membuat strategi transformasi yang tidak mematikan mata pencaharian warga, sehingga perlu adanya pendampingan dan inovasi bagi keberlanjutan industri yang lebih rendah risiko. Dia turut menekankan pentingnya pendekatan kebijakan yang berimbang demi menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Tujuan perlindungan kesehatan masyarakat tetap tercapai, namun pada saat yang sama ketahanan ekonomi, keberlanjutan industri padat karya, serta kesejahteraan petani dan pekerja juga tetap terjaga," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau

Pemerintah Masih Kaji Batas Nikotin dan Tar Produk Tembakau

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 19:31 WIB

Ancaman PHK Mengintai Jika Aturan Nikotin dan Tar Rokok Diperketat

Ancaman PHK Mengintai Jika Aturan Nikotin dan Tar Rokok Diperketat

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 11:17 WIB

Petani Tembakau Peringatkan Ancaman Pandemi Ekonomi Jilid II

Petani Tembakau Peringatkan Ancaman Pandemi Ekonomi Jilid II

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 21:13 WIB

Terkini

Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!

Xi Jinping: Selat Hormuz Harus Dibuka!

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 20:56 WIB

Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis

Melalui FLDP 2026, TelkomGroup Perkuat Pengembangan Kepemimpinan Strategis

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 20:31 WIB

Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan

Pembangunan Kopdes Merah Putih Jauh dari Target, Menteri Zulkifli Keluhkan Ketersediaan Lahan

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:41 WIB

Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka

Pengusaha Warteg Khawatir Gas LPG 3Kg Langka

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:36 WIB

PIS: 94 Persen Kru Kapal Pertamina Adalah WNI

PIS: 94 Persen Kru Kapal Pertamina Adalah WNI

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:32 WIB

Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi

Naiknya Harga BBM Nonsubsidi Berdampak Terbatas Terhadap Inflasi

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:27 WIB

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Ekonomi Indonesia Masih Bisa Tumbuh di atas 5 Persen di Tengah Gejolak Global

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:23 WIB

Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis di 2026

Indonesia Bidik Swasembada 8 Pangan Strategis di 2026

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:13 WIB

MBG Sampai ke Perbatasan IndonesiaTimor Leste, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

MBG Sampai ke Perbatasan IndonesiaTimor Leste, Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 19:09 WIB

Jumlah Lapor SPT Tahunan Tembus 11,43 Juta Orang, Aktivasi Coretax 18,1 Juta

Jumlah Lapor SPT Tahunan Tembus 11,43 Juta Orang, Aktivasi Coretax 18,1 Juta

Bisnis | Senin, 20 April 2026 | 18:50 WIB