Bukan Hanya Pepohonan, Tanah Hutan Tua Ternyata Penyimpan Karbon Terbesar di Bumi

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:30 WIB
Bukan Hanya Pepohonan, Tanah Hutan Tua Ternyata Penyimpan Karbon Terbesar di Bumi
Ilustrasi hutan tua di Swedia (Freepik/freepik)

Suara.com - Sering kali kita menganggap bahwa menebang pohon tua dan menggantinya dengan hutan tanaman industri adalah solusi yang paling ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Alasannya adalah karbon akan tersimpan dalam produk kayu seperti furnitur atau kertas, sementara pohon baru nantinya akan menyerap karbon tambahan.

Namun, dilansir dari Phys.org berdasarkan studi terbaru yang dilakukan Universitas Lund, Swedia, mengungkap kenyataan yang jauh berbeda.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science ini menemukan bahwa hutan tua di Swedia menyimpan karbon 83 persen lebih banyak daripada hutan yang dikelola manusia. Angka ini jauh melampaui perkiraan para ahli sebelumnya. Perbedaan mencolok ini bukan hanya terletak pada rimbunnya pohon, melainkan pada cadangan karbon yang begitu besar di dalam tanah.

Rahasia di Balik 60 Sentimeter Tanah

Selama hampir sepuluh tahun, para peneliti memetakan hutan alami yang nyaris tidak tersentuh oleh aktivitas manusia. Hasilnya sangat mengejutkan. Hutan tua ternyata menyimpan antara 78–89% lebih banyak karbon, baik di pohon hidup, kayu mati, maupun di tanah hingga kedalaman 60 sentimeter.

"Hasil yang paling mengejutkan adalah besarnya jumlah karbon yang tersimpan di dalam tanah hutan tua. Jumlahnya sama dengan total karbon yang ada di hutan yang dikelola, yakni pohon, kayu mati, dan tanah, jika digabungkan," ungkap peneliti di Department of Environmental and Earth Sciences at Lund University, Anders Ahlström.

Kegagalan Produk Kayu dan Bioenergi

Salah satu poin paling krusial dalam studi ini adalah bantahan terhadap manfaat iklim dari produk hutan. Banyak pihak berargumen bahwa penebangan hutan tua bisa dikompensasi dengan penyimpanan karbon pada produk kayu. Namun, peneliti Department of Environmental and Earth Sciences, Didac Pascual, dalam studi tersebut menjelaskan mengapa logika ini ternyata keliru.

baca juga

"Karbon yang tersimpan dalam produk kayu dari hutan yang ditebang relatif sedikit, bahkan tidak cukup untuk mengimbangi perbedaan kayu mati, apalagi perbedaan pohon hidup dan tanah," ujarnya. Menurut Pascual, sebagian besar produk kayu saat ini bersifat jangka pendek, seperti kertas dan bioenergi, di mana karbonnya akan kembali ke atmosfer dalam waktu singkat.

Dampaknya Setara dengan Dua Abad Emisi

Untuk memberi gambaran betapa besarnya kehilangan ini, para peneliti mencatat bahwa selisih penyimpanan karbon antara hutan alami dan hutan produksi setara dengan sekitar 211 tahun emisi karbon dioksida fosil Swedia saat ini.

Studi ini pada akhirnya menjadi peringatan keras bagi kebijakan kehutanan global. Mengonversi hutan alami menjadi hutan kelola ternyata menyebabkan utang karbon yang sangat besar.

Melindungi hutan tua yang masih tersisa dan membiarkan hutan yang sudah lama tidak dikelola agar pulih secara alami, justru dapat memberikan manfaat iklim yang jauh lebih efektif daripada sekadar menanam pohon baru untuk ditebang kembali.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketika Hutan Tak Lagi Aman: Nasib Badak Kalimantan Kini di Ujung Tanduk Harapan

Ketika Hutan Tak Lagi Aman: Nasib Badak Kalimantan Kini di Ujung Tanduk Harapan

Your Say | Rabu, 18 Maret 2026 | 15:55 WIB

Teheran Membara! Presiden Iran Bersumpah Balas Dendam Atas Tewasnya Ali Larijani

Teheran Membara! Presiden Iran Bersumpah Balas Dendam Atas Tewasnya Ali Larijani

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:51 WIB

Jelang Lebaran, Aktivitas Porter Tanah Abang Menurun, Pendapatan Ikut Tergerus

Jelang Lebaran, Aktivitas Porter Tanah Abang Menurun, Pendapatan Ikut Tergerus

News | Selasa, 17 Maret 2026 | 18:56 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×