- Transjakarta mengoperasikan rute tambahan EID untuk mendukung mobilisasi mudik dan balik Lebaran 2026 di Terminal Pulo Gebang.
- Layanan khusus ini beroperasi dini hari mulai 25 hingga 27 Maret 2026, menggunakan 15 armada bus besar.
- Terdapat lima rute strategis yang tersedia, menghubungkan Pulo Gebang dengan tujuan seperti Senen dan Kalideres.
Suara.com - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) resmi mengoperasikan layanan bus tambahan dengan kode rute EID untuk mendukung kelancaran mobilisasi masyarakat selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kebijakan ini diambil guna memperkuat konektivitas bagi para pengguna jasa yang berangkat maupun tiba di Terminal Terpadu Pulo Gebang selama periode Idulfitri 1447 H.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyebutkan bahwa penambahan layanan ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam mengantisipasi lonjakan pelanggan di titik keberangkatan bus antarkota.
"Kami memahami bahwa kenyamanan akses menuju terminal adalah kunci bagi kelancaran perjalanan mudik dan balik pelanggan. Melalui rute EID ini, Transjakarta hadir untuk memastikan pelanggan memiliki opsi transportasi yang aman dan terintegrasi, bahkan pada jam-jam dini hari saat aktivitas terminal sedang tinggi-tingginya," ujar Ayu dalam keterangan tertulis, Minggu (22/3/2026).
Layanan khusus rute EID ini dijadwalkan beroperasi selama periode puncak arus balik, yakni mulai Rabu (25/3/2026) hingga Jumat (27/3/2026).
Mengingat jarak tempuh menuju terminal yang cukup jauh, pihak manajemen mengerahkan armada bus besar guna menjamin kenyamanan penumpang beserta barang bawaannya.
Adapun lima rute strategis yang tersedia meliputi rute EID1 Pulo Gebang – Senen, EID2 Pulo Gebang – Tanjung Priok, EID3 Pulo Gebang – Kp. Rambutan, EID4 yang menghubungkan Pulo Gebang – Ps. Minggu serta rute EID5 untuk tujuan Pulo Gebang – Kalideres.
Seluruh armada pada rute khusus ini akan melayani pelanggan dengan jadwal operasional dini hari, yakni mulai pukul 00:00 hingga 05:00 WIB.
Pengoperasian pada waktu tersebut bertujuan untuk memfasilitasi pelanggan yang tiba di Jakarta pada dini hari maupun mereka yang mengejar jadwal keberangkatan bus paling pagi.
"Kami menyiagakan total 15 unit armada yang tersebar di lima rute strategis tersebut. Pelanggan diimbau untuk selalu memantau posisi bus secara real-time melalui aplikasi agar perjalanan dapat terencana dengan lebih baik," tutup Ayu.