-
Rudal Iran menghantam Arad dan Dimona menyebabkan seratusan warga Israel terluka parah.
-
PM Netanyahu bersumpah membalas serangan Iran dan menyebut situasi ini masa sulit Israel.
-
Sistem pertahanan Israel gagal mencegat rudal balistik Iran yang menyasar fasilitas nuklir strategis.
Suara.com - Ketegangan di Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah proyektil dari Teheran Iran menghujam wilayah selatan Israel.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberikan pernyataan resmi terkait situasi genting yang terjadi pada Sabtu malam tersebut.
Pemimpin Israel tersebut menggambarkan kondisi terkini sebagai fase krusial bagi kelangsungan hidup negaranya di masa depan.
Hantaman rudal ini merusak sejumlah infrastruktur vital dan mencederai ratusan warga sipil di pemukiman padat penduduk.
Netanyahu memastikan bahwa pemerintah pusat akan segera turun tangan memberikan bantuan darurat bagi para korban.
"Ini adalah malam yang sangat sulit," kata Netanyahu dalam unggahan akun X @netanyahu, Minggu (22/3).
Perdana Menteri secara eksplisit memerintahkan seluruh jajaran kementerian untuk bergerak cepat melakukan mobilisasi pertolongan.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada tim penyelamat yang bekerja tanpa henti di lokasi ledakan yang berbahaya.
Instruksi khusus diberikan kepada masyarakat sipil agar tetap mengikuti arahan keamanan dari otoritas militer setempat.
Negara menegaskan tidak akan mundur sedikitpun dalam menghadapi ancaman bersenjata dari pihak lawan mana pun.
"Saya menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi instruksi Komando Front Dalam Negeri. Kami bertekad untuk terus menyerang musuh-musuh kami di semua garda," ujarnya.
Laporan medis terkini menyebutkan bahwa jumlah korban luka-luka telah melampaui angka seratus orang di berbagai titik.
Ketakutan akan pecahnya perang terbuka secara luas kini menyelimuti kawasan di sekitar pusat riset nuklir sensitif.
Kota Arad dan Dimona menjadi target utama serangan udara Iran yang membawa hulu ledak berkekuatan besar.
Api terpantau membumbung tinggi dari bangunan yang terkena hantaman langsung di tengah kota yang padat.