Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya

Bimo Aria Fundrika

Senin, 23 Maret 2026 | 12:18 WIB
Krisis Iklim Menguat, Indonesia Butuh Komitmen Politik Kuat untuk Memitigasinya
Ilustrasi aksi aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan krisis iklim butuh komitmen politik kuat untuk penanganan cepat dan berdampak.
  • Indonesia mencatat kenaikan suhu ekstrem pada Maret 2026, menunjukkan kondisi telah menjadi krisis iklim nyata.
  • Eddy mendorong pengesahan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim sebagai fondasi kebijakan iklim nasional terstruktur.

Suara.com - Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan bahwa krisis iklim yang semakin nyata di Indonesia tidak cukup direspons dengan wacana semata. Ia menilai, komitmen politik menjadi kunci utama untuk memastikan upaya penanganan berjalan cepat, terarah, dan berdampak nyata.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya suhu ekstrem di sejumlah wilayah. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat suhu tertinggi di Indonesia pada 18 Maret 2026, dengan Jakarta mencapai 35,6 derajat Celsius, disusul Ciputat 35,5 derajat Celsius dan Tangerang 35,4 derajat Celsius.

“Pasca COVID-19 lima tahun yang lalu, saya telah menyerukan pentingnya penanganan masalah iklim yang menyebabkan kenaikan suhu bumi akibat emisi karbon, lonjakan polusi, dan laju deforestasi yang tinggi,” ujar Eddy dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mengapresiasi sikap PDIP yang menjadi penyeimbang pemerintahan. Sikap PDIP itu mengingatkannya dengan PAN sebelumnya. [Suara.com/Bagaskara]
Wakil Ketua Umum PAN Eddy Soeparno mengapresiasi sikap PDIP yang menjadi penyeimbang pemerintahan. Sikap PDIP itu mengingatkannya dengan PAN sebelumnya. [Suara.com/Bagaskara]

Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini tidak lagi layak disebut sebagai perubahan iklim, melainkan sudah masuk fase krisis iklim. Menurutnya, indikatornya terlihat jelas dari kenaikan suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya, meningkatnya polusi udara, serta lambatnya laju reforestasi yang tertinggal dari deforestasi.

Dalam konteks ini, Eddy menilai bahwa tantangan terbesar bukan lagi pada kurangnya data atau kesadaran, melainkan pada bagaimana komitmen politik diterjemahkan menjadi kebijakan konkret.

“Pentingnya komitmen politik dan pelaksanaan program mitigasi, adaptasi, serta edukasi harus berjalan bersamaan agar seluruh elemen masyarakat bisa terlibat,” ujarnya.

Ia juga menyinggung bahwa dukungan politik sebenarnya telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam berbagai forum, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, menurutnya, komitmen tersebut perlu diikuti dengan implementasi yang konsisten lintas sektor.

Eddy menekankan bahwa aksi iklim tidak bisa dilakukan secara parsial. Upaya di hulu seperti perlindungan hutan harus berjalan seiring dengan langkah di hilir, termasuk pengelolaan sampah, penggunaan transportasi publik berbasis listrik, dan perubahan perilaku masyarakat.

Ia juga menyoroti aspek ekonomi dalam penanganan krisis iklim. Menurutnya, investasi pada edukasi dan pencegahan jauh lebih efisien dibandingkan biaya besar yang harus ditanggung akibat bencana lingkungan.

baca juga

“Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah hingga penanaman pohon akan jauh lebih ekonomis ketimbang menanggung biaya rekonstruksi akibat bencana alam,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Eddy mendorong percepatan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengelolaan Perubahan Iklim yang telah masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Ia menilai, regulasi tersebut akan menjadi fondasi penting dalam memastikan arah kebijakan iklim nasional lebih terstruktur dan mengikat.

“Saya berharap kita bisa segera membahas dan mengesahkannya karena penanganan krisis iklim tidak akan efektif tanpa legislasi yang kuat,” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa krisis iklim bukan sekadar persoalan lingkungan, melainkan telah berkembang menjadi krisis yang lebih luas.

“Legislasi ini kelak akan menyelamatkan Indonesia dari berbagai bencana alam berikutnya, karena krisis iklim sesungguhnya merupakan krisis peradaban,” kata Eddy.

Di tengah suhu yang terus meningkat dan risiko bencana yang semakin nyata, pernyataan ini menegaskan satu hal: tanpa komitmen politik yang kuat dan konsisten, upaya menghadapi krisis iklim berisiko tertinggal dari laju perubahan itu sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasto Ungkap Isi Pertemuan 2 Jam Prabowo-Megawati di Istana

Hasto Ungkap Isi Pertemuan 2 Jam Prabowo-Megawati di Istana

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 17:36 WIB

PrabowoMegawati Bertemu di Istana, Pengamat Sebut Sinyal Konsolidasi Politik dan Jaga Stabilitas

PrabowoMegawati Bertemu di Istana, Pengamat Sebut Sinyal Konsolidasi Politik dan Jaga Stabilitas

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 16:51 WIB

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

News | Kamis, 19 Maret 2026 | 12:35 WIB

Terkini

KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri

KPK Soroti Dugaan Korupsi Lintas Rezim di Sukoharjo, Diduga 'Tradisi' dari Era Suami ke Istri

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:47 WIB

Sudah Mundur dari Jampidsus, Kapan Febrie Adriansyah Diperiksa? Begini Jawaban Polda Metro

Sudah Mundur dari Jampidsus, Kapan Febrie Adriansyah Diperiksa? Begini Jawaban Polda Metro

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:31 WIB

Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur

Barbuk Emas dan Uang Punya Siapa? Hensa Desak Transparansi Kasus Usai Jampidsus Febrie Mundur

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:06 WIB

Usai Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah

Usai Mundur, Jaksa Agung Tunjuk Rudi Margono Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:53 WIB

Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat

Jawa Tengah Darurat Korupsi? 4 Kepala Daerah Terjaring OTT KPK dalam Waktu Singkat

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16 WIB

KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar

KPK Ungkap Modus Bupati Sukoharjo, Gunakan SK Paksa ASN Setor Insentif hingga Rp2,93 Miliar

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:34 WIB

Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG

Klarifikasi Kejati Jateng: Tak Ada Pemeriksaan Personel Polri Terkait SPPG

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:59 WIB

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan

KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo dan Dua Pejabat Pemkab Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pemerasan

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 11:31 WIB

Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu

Drama Perceraian Bupati Gowa Berbuntut Laporan Polisi: Mantan Suami Cium Aroma Kesaksian Palsu

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:58 WIB

Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi

Habiburokhman Tegaskan Mundurnya Jampidsus Febrie Tak Boleh Hentikan Pengusutan Kasus Korupsi

News | Sabtu, 11 Juli 2026 | 10:32 WIB

×