Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 19 Maret 2026 | 12:35 WIB
Studi: 58 Persen Orang Lebih Utamakan Lingkungan daripada Pertumbuhan Ekonomi
Poster saat aksi krisis iklim di depan Kantor KPU, Jakarta, Jumat (3/11/2023). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Sebuah studi University of Vermont menemukan 58% responden global mengutamakan perlindungan lingkungan daripada pertumbuhan ekonomi.
  • Dukungan lingkungan bervariasi; kuat di Eropa Barat dan Asia Tenggara, namun lebih rendah di Eropa Timur dan Afrika.
  • Preferensi lingkungan sangat dipengaruhi konteks sosial budaya, sehingga pola demografis universal tidak ditemukan di semua negara.

Suara.com - Sebuah penelitian terbaru dari University of Vermont mengungkap temuan menarik tentang preferensi masyarakat global: mayoritas orang ternyata lebih memilih melindungi lingkungan dibanding mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama ketika keduanya saling bertentangan.

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Ecological Economics ini menganalisis data dari dua survei internasional besar yang mencakup responden di 92 negara. Hasilnya, sekitar 58 persen responden secara global menyatakan bahwa perlindungan lingkungan harus diprioritaskan dibanding pertumbuhan ekonomi.

Peneliti utama, Jukka Kilgus, menyebut temuan ini menantang narasi politik yang selama ini menempatkan pertumbuhan ekonomi sebagai tujuan utama. Menurutnya, banyak orang justru lebih menekankan kesejahteraan ekologis dan sosial, bukan sekadar angka pertumbuhan.

Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivis lingkungan melakukan aksi di Jalan Sudirman, Jakarta, Jumat (27/9/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]

Namun, gambaran global ini tidak sepenuhnya seragam. Penelitian menemukan bahwa dukungan terhadap perlindungan lingkungan cenderung lebih kuat di kawasan seperti Eropa Barat, Asia Tenggara, Amerika, Australia, dan Selandia Baru. Sebaliknya, di wilayah seperti Eropa Timur, Asia Tengah, Afrika, dan Timur Tengah, dukungan relatif lebih rendah—kemungkinan karena kebutuhan ekonomi yang masih mendesak untuk meningkatkan taraf hidup.

Temuan lain yang cukup menarik adalah tidak adanya pola universal terkait faktor demografis. Jika di negara Barat dukungan terhadap lingkungan biasanya datang dari kelompok perempuan, anak muda, berpendidikan tinggi, dan cenderung liberal, maka di banyak negara non-Barat pola ini tidak selalu berlaku. Dalam beberapa kasus, dukungan kuat justru datang dari laki-laki, kelompok usia lebih tua, atau masyarakat berpenghasilan rendah.

Hal ini menunjukkan bahwa preferensi terhadap lingkungan sangat dipengaruhi oleh konteks sosial, ekonomi, dan budaya di masing-masing negara. Dengan kata lain, tidak ada satu faktor tunggal yang bisa menjelaskan sikap masyarakat terhadap isu ini secara global.

Secara lebih luas, penelitian ini juga mengindikasikan adanya dukungan terhadap gagasan untuk mengurangi fokus pada pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan konsep Degrowth—yakni pendekatan yang menekankan pengurangan konsumsi sumber daya dan menempatkan kesejahteraan manusia serta lingkungan sebagai prioritas.

Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa temuan ini tidak bisa langsung diartikan sebagai dukungan penuh terhadap perubahan sistem ekonomi secara radikal. Namun, hasil studi ini tetap memberi sinyal kuat bahwa masyarakat global semakin terbuka terhadap pendekatan pembangunan yang lebih berkelanjutan.

Bagi pembuat kebijakan, temuan ini menjadi penting di tengah meningkatnya krisis iklim dan kerusakan lingkungan. Dukungan publik terhadap perlindungan lingkungan ternyata lebih luas dan beragam dari yang selama ini diperkirakan—membuka peluang untuk mendorong kebijakan yang lebih berani dalam menjaga keberlanjutan Bumi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menuju Indonesia Bebas Sampah Plastik: Inovasi Kemasan dan Edukasi Jadi Kunci

Menuju Indonesia Bebas Sampah Plastik: Inovasi Kemasan dan Edukasi Jadi Kunci

Bisnis | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:00 WIB

Nurul Sarifah, Aktivis Kpop4Planet yang Ukir Sejarah di National Geographic 33

Nurul Sarifah, Aktivis Kpop4Planet yang Ukir Sejarah di National Geographic 33

Lifestyle | Rabu, 18 Maret 2026 | 12:39 WIB

Bisakah Ekonomi Tumbuh Memperparah Krisis Iklim? Studi Terbaru Ungkap Jawabannya

Bisakah Ekonomi Tumbuh Memperparah Krisis Iklim? Studi Terbaru Ungkap Jawabannya

News | Rabu, 18 Maret 2026 | 10:45 WIB

Terkini

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

OJK Satukan Regulasi Sektor Keuangan Syariah, Perbankan hingga Fintech

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:42 WIB

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Shin Tae-yong Absen Karena Sakit Hadapi PSMS, Persija Incar Kemenangan Perdana di League Cup

Bola | Senin, 02 November 2026 | 23:25 WIB

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

×