- BMKG mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem di Jabodetabek pada Senin, 23 Maret 2026, pukul 20.00 WIB.
- Potensi cuaca mencakup hujan sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang di berbagai wilayah.
- Dampak perluasan cuaca buruk ini diperkirakan akan bertahan menyelimuti Jabodetabek hingga mencapai pukul 22.00 WIB.
Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis peringatan dini mengenai cuaca ekstrem yang akan melanda wilayah Jabodetabek pada Senin (23/3/2026) malam.
"Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang," bunyi keterangan tertulis BMKG dari laman resmi mereka.
Cuaca yang tidak menentu tersebut diprakirakan mulai menyambangi sejumlah titik penting mulai pukul 20.00 WIB.
Beberapa wilayah di Jakarta Selatan, seperti Pasar Minggu, Cilandak, hingga Jagakarsa, menjadi gerbang awal masuknya hujan pada malam hari ini.
Kabupaten Bogor juga tidak luput dari ancaman cuaca buruk ini, mencakup daerah Gunung Putri, Jonggol, Sukamakmur, hingga kawasan Tanjungsari.
Hampir seluruh wilayah Kota Depok, mulai dari Pancoran Mas hingga Tapos, masuk dalam radar pantauan dini karena potensi hujan yang cukup masif.
Pergerakan cuaca buruk tersebut diprediksi akan meluas hingga mencakup seluruh wilayah administrasi di DKI Jakarta dan berbagai kota penyangga lainnya.
Area yang terdampak perluasan meliputi Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, hingga kawasan industri di Kabupaten Bekasi.
Wilayah Tangerang Raya juga mendapat perhatian khusus karena potensi hujan lebat ini diperkirakan menyisir Balaraja hingga Ciputat Timur.
Bagi warga yang masih beraktivitas di luar ruangan, dihimbau untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat adanya risiko dahan pohon patah akibat angin kencang.
Kondisi atmosfer yang cukup dinamis ini diperkirakan akan tetap bertahan menyelimuti wilayah Jabodetabek hingga larut malam.
"Dapat berlangsung hingga pukul 22:00 WIB," tutup Prakirawan BMKG.