Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz

Dwi Bowo Raharjo

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:46 WIB
Iran Tolak Proposal Trump, Ajukan 5 Syarat Termasuk Ganti Rugi Perang dan Kontrol Selat Hormuz
Ilustrasi Perang Iran vs Israel [Foto Dok X @VividProwess]
baca 10 detik
  • Iran menolak rencana perdamaian Donald Trump dan mengajukan lima syarat penghentian perang yang harus dipenuhi.
  • Tuntutan utama Iran meliputi kompensasi perang serta pengakuan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz kepada Teheran.
  • Komunikasi antara AS dan Iran terjadi melalui perantara regional, meskipun Gedung Putih mengklaim pembicaraan berjalan produktif.

Suara.com - Pemerintah Iran secara resmi menolak rencana perdamaian yang diajukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengakhiri perang yang tengah berlangsung. Teheran menegaskan akan terus berperang hingga lima syarat yang mereka ajukan dipenuhi sepenuhnya.

Dilansir dari media NPR, dalam tuntutan balasannya, Iran mendesak adanya pembayaran ganti rugi perang dan pengakuan internasional atas kedaulatan penuh Iran terhadap Selat Hormuz.

Penolakan ini muncul di tengah situasi regional yang kian memanas, di mana Israel mengintensifkan serangan terhadap Iran dan kelompok militan Hizbullah di Lebanon.

Di sisi lain, pemerintahan Trump dilaporkan telah mengirimkan ribuan personel Marinir dan pasukan Angkatan Darat ke wilayah tersebut.

Ketua Parlemen Iran menyatakan kekhawatirannya bahwa musuh-musuh Iran saat ini tengah bersiap untuk menduduki salah satu pulau milik negara tersebut.

5 Syarat dari Teheran

Berdasarkan laporan stasiun televisi pemerintah Iran, Press TV, yang mengutip pejabat senior keamanan politik, Iran telah menetapkan lima syarat utama sebagai balasan atas proposal AS. Syarat-syarat tersebut meliputi:

  1. Penghentian total terhadap "agresi dan pembunuhan" oleh musuh.
  2. Pembentukan mekanisme konkret untuk memastikan bahwa perang tidak terulang kembali di Republik Islam.
  3. Pembayaran ganti rugi perang dan kompensasi yang terjamin dan didefinisikan secara jelas.
  4. Berakhirnya perang di semua front dan bagi semua kelompok perlawanan yang terlibat di seluruh wilayah tersebut.
  5. Pelaksanaan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz adalah dan akan tetap menjadi hak alami dan sah Iran, dan hal itu merupakan jaminan bagi pelaksanaan komitmen pihak lain, dan harus diakui.

Pesan diplomatik ini dilaporkan disampaikan melalui Pakistan sebagai perantara regional. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi pembicaraan antara AS dan Iran.

Di sisi lain, proposal yang diajukan pihak AS—sebagaimana dilaporkan The New York Times dan Channel 12 Israel—mencakup komitmen Iran untuk tidak mengejar senjata nuklir dan membongkar kemampuan nuklir yang ada saat ini.

baca juga

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan posisi keras negaranya. Ia menyatakan bahwa Iran tidak mencari gencatan senjata sementara yang hanya akan mengulang siklus kekerasan.

"Kami tidak menginginkan gencatan senjata," tegas Araghchi kepada media pemerintah Iran, dikutip pada Kamis (26/3/2026).

"Kami ingin perang berakhir dengan cara yang tidak akan terulang, sesuai dengan ketentuan kami sendiri. Kerugian yang diderita rakyat Iran juga harus diberi kompensasi," tambahnya.

Senada dengan itu, juru bicara militer Iran, Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaghari, menyindir proses negosiasi internal di pihak lawan.

"Apakah konflik internal Anda telah mencapai titik di mana Anda bernegosiasi di antara Anda sendiri?" ujarnya.

Meski Iran memberikan penolakan keras secara publik, pihak Gedung Putih mengklaim komunikasi masih terus berjalan. Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan pada Rabu (25/3/2026) bahwa pembicaraan masih berlangsung.

"Pembicaraan terus berlanjut dan berjalan produktif," ujar Leavitt singkat saat ditanya mengenai penolakan Iran terhadap proposal AS tersebut.

Hingga saat ini, para pejabat Iran bersikeras bahwa mereka tidak melakukan negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Kedua negara hanya bertukar pesan melalui perantara regional untuk menghindari konfrontasi langsung yang lebih luas.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

Pulau Terancam Diduduki, Iran Beri Peringatan Keras kepada Negara-Negara Tetangga

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:35 WIB

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

Israel Perluas Serangan ke Lebanon, Begini Sejarahnya!

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:21 WIB

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01 WIB

Terkini

Disidang Hari Ini, Peran Gus Yaqut di Korupsi Haji Bakal Dibongkar Jaksa KPK

Disidang Hari Ini, Peran Gus Yaqut di Korupsi Haji Bakal Dibongkar Jaksa KPK

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:43 WIB

Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal

Bea Cukai Kalbagbar Gagalkan Penyelundupan 2,7 Juta Rokok Ilegal

Kalbar | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan

Rembulan Tenggelam di Wajahmu: Perjalanan Menemukan Makna TakdirdanKehidupan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?

5 Zodiak yang Paling Setia dan Cocok Dijadikan Pasangan Seumur Hidup, Kamu Termasuk?

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global

Harga Emas Meroket! Perak Ikut Melesat Tajam di Tengah Badai Pasar Global

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

Pemerintah Siapkan Tiga Skema Pembayaran PPPK di Daerah, Pastikan Tak Ada yang Dirumahkan

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:25 WIB

7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet

7 Cara Membersihkan Rice Cooker yang Benar agar Tidak Bau dan Tetap Awet

Lifestyle | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:23 WIB

Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB

Saat AI Jadi Senjata Baru Gaming, Palit RTX 5060 Ti Bawa GDDR7 hingga 16GB

Tekno | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri

Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri

Jatim | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis

Mulai Ada di Toko Optik, Mengenal Cara Kerja Skrining Retina untuk Deteksi 8 Penyakit Kronis

Health | Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:22 WIB

×