3 Prajurit TNI Tewas dalam Serangan Israel dan Ledakan di Lebanon, PBB Mengutuk Keras

Ruth Meliana

Selasa, 31 Maret 2026 | 09:21 WIB
3 Prajurit TNI Tewas dalam Serangan Israel dan Ledakan di Lebanon, PBB Mengutuk Keras
potret Praka Farizal Rhomadhon (Instagram.com/farizalrmdn17)

Suara.com - Di tengah konflik yang terus memanas di Lebanon, kabar duka datang dari pasukan penjaga perdamaian. Pada Senin, 30 Maret 2026, tiga prajurit TNI dilaporkan tewas akibat serangan dan ledakan yang terjadi di wilayah selatan negara tersebut.

Insiden tersebut langsung menyita perhatian publik karena korban merupakan bagian dari pasukan penjaga perdamaian dunia.

Selain menewaskan tiga prajurit Indonesia, beberapa personel lainnya juga mengalami luka, menandakan bahwa situasi di wilayah konflik semakin tidak aman, bahkan bagi pihak netral sekalipun.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyampaikan kecaman keras atas insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah pelanggaran serius yang tidak bisa ditoleransi.

Kronologi Dua Insiden Mematikan di Lebanon Selatan

Mengutip CBC News, insiden pertama terjadi pada Senin (30/3/2026) pagi di sekitar wilayah Adchit al-Qusayr, Lebanon selatan. Saat itu, markas UNIFIL tiba-tiba terkena ledakan proyektil di tengah situasi saling serang antara militer Israel dan Hizbullah.

Serangan ini menewaskan satu prajurit TNI dan melukai tiga lainnya. Salah satu korban luka bahkan dilaporkan dalam kondisi kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif.

Belum lama setelah kejadian tersebut, insiden kedua kembali terjadi di wilayah Bani Haiyyan. Sebuah kendaraan milik UNIFIL hancur akibat ledakan yang hingga kini belum diketahui penyebab pastinya. Dalam kejadian ini, dua prajurit Indonesia gugur, sementara dua lainnya mengalami luka-luka.

Salah satu prajurit yang gugur telah teridentifikasi, yaitu Praka Farizal Rhomadhon, anggota Yonif 113/Jaya Sakti, Kodam Iskandar Muda, Aceh. Ia meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berusia dua tahun.

baca juga

Pihak UNIFIL menyatakan bahwa kedua insiden tersebut masih dalam proses penyelidikan. Mereka belum dapat memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab, mengingat kejadian berlangsung di tengah konflik aktif yang melibatkan berbagai serangan artileri dan militer.

PBB Mengutuk Keras Serangan terhadap Pasukan Perdamaian

PBB menyampaikan kecaman tegas atas insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI tersebut. Sekjen PBB, Antonio Guterres, menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus menjadi prioritas utama dalam setiap konflik.

Ini hanyalah salah satu dari sejumlah insiden terbaru yang telah membahayakan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian,” tulisnya dalam postingan di X, dikutip Selasa (31/3/2026).

Ia juga menambahkan bahwa serangan terhadap pasukan PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional dan bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

PBB pun mendesak semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri dan menghormati kewajiban internasional.

Selain itu, PBB meminta dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti dari kedua insiden tersebut. Tujuannya agar ada kejelasan dan pertanggungjawaban atas jatuhnya korban dari pasukan perdamaian.

Respons Indonesia dan Dunia Internasional

Pemerintah Indonesia langsung mengambil sikap tegas atas insiden ini. Kementerian Luar Negeri mengecam keras serangan yang menewaskan prajurit TNI dan mendesak dilakukan investigasi yang transparan.

Indonesia juga kembali menyerukan agar semua pihak menghormati hukum internasional dan melindungi pasukan perdamaian.

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban. Ia juga menekankan pentingnya upaya deeskalasi dan mengajak semua pihak untuk kembali ke jalur diplomasi guna menghentikan konflik yang semakin meluas.

Selain Indonesia, sejumlah negara dan pemimpin dunia juga turut mengecam kejadian ini. Mereka menilai serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan berbahaya bagi stabilitas global.

Kontributor : Dini Sukmaningtyas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian

Prajurit TNI Gugur di Lebanon Bertambah, Ledakan Hantam Konvoi UNIFIL saat Misi Perdamaian

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:32 WIB

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Jenazah Praka Farizal Segera Dipulangkan ke Indonesia

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:56 WIB

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

3 Prajurit TNI Gugur Akibat Serangan Israel, Publik Menantikan Sikap Tegas Prabowo

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 07:35 WIB

Terkini

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

×