-
Tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan UNIFIL gugur dalam serangan di Lebanon.
-
PBB mengutuk ledakan proyektil yang menghancurkan kendaraan dan menewaskan personel penjaga perdamaian.
-
Jenazah Praka Farizal Rhomadhon akan dipulangkan dan dimakamkan di Kulon Progo, Yogyakarta.
Jean-Pierre Lacroix memberikan reaksi yang sangat keras terhadap serangan yang menargetkan pasukannya di wilayah konflik.
Ia menyatakan bahwa keselamatan seluruh personel penjaga perdamaian adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.
Jean-Pierre Lacroix menegaskan bahwa seluruh tindakan yang mengancam nyawa penjaga perdamaian harus segera dihentikan sepenuhnya.
Mabes TNI melalui Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah juga telah membenarkan kabar duka yang menimpa prajuritnya.
Korban tersebut diketahui merupakan bagian dari Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bertugas di sana.
Identitas prajurit yang meninggal dunia pada peristiwa hari Minggu adalah sosok bernama Praka Farizal Rhomadhon.
Saat ini proses administrasi untuk memulangkan jenazah almarhum ke tanah air sedang dipersiapkan oleh pihak terkait.
Rencananya jenazah akan diterbangkan menuju Indonesia untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga yang sedang berduka.
Lokasi pemakaman sang prajurit dipastikan berada di kampung halamannya yang terletak di Kulon Progo, DI Yogyakarta.
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut memberikan pernyataan resmi melalui kanal media sosial miliknya secara terbuka.
Guterres melayangkan kutukan yang sangat tajam atas agresi yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak Indonesia.
"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.
Ia menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada seluruh kerabat dan teman-teman sejawat dari prajurit yang tewas.
Secara khusus Guterres juga mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Pemerintah Indonesia atas pengorbanan para personel militer tersebut.
Eskalasi pertempuran antara kelompok Hizbullah dan pihak Israel di perbatasan Lebanon memang semakin membahayakan posisi UNIFIL.