Detik-detik 2 Personel TNI Tewas di UNIFIL Lebanon

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 31 Maret 2026 | 10:12 WIB
Detik-detik 2 Personel TNI Tewas di UNIFIL Lebanon
Apa Itu UNIFIL? (unfil.unmissions.org)
baca 10 detik
  • Tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai pasukan UNIFIL gugur dalam serangan di Lebanon.

  • PBB mengutuk ledakan proyektil yang menghancurkan kendaraan dan menewaskan personel penjaga perdamaian.

  • Jenazah Praka Farizal Rhomadhon akan dipulangkan dan dimakamkan di Kulon Progo, Yogyakarta.

Suara.com - Kabar duka menyelimuti tanah air setelah sejumlah prajurit TNI yang bertugas di Lebanon dilaporkan gugur.

Dua personel pasukan perdamaian PBB kembali dinyatakan tewas akibat sebuah ledakan dahsyat pada Senin (30/3).

Pihak UNIFIL menjelaskan bahwa insiden mematikan ini bersumber dari sebuah ledakan yang belum diketahui asal-usulnya.

Kendaraan yang ditumpangi para prajurit tersebut hancur berkeping-keping saat melintas di dekat wilayah Bani Hayyan.

Lokasi kejadian tragis ini berada di kawasan rawan konflik yang terletak di bagian selatan Lebanon.

Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB, Jean-Pierre Lacroix, telah memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas para korban.

Ia memastikan bahwa dua personel yang kehilangan nyawa dalam insiden terbaru tersebut merupakan warga negara Indonesia.

Selain korban jiwa, dilaporkan terdapat dua tentara lainnya yang menderita luka-luka akibat efek ledakan.

Satu di antara personel yang terluka saat ini dikabarkan berada dalam kondisi yang cukup serius.

baca juga

Situasi di lapangan masih sangat mencekam mengingat intensitas konflik bersenjata di wilayah tersebut kian meningkat.

Sebelum peristiwa Senin terjadi, satu personel TNI lainnya sudah dinyatakan gugur pada Minggu (29/3) malam.

Prajurit tersebut tewas seketika saat sebuah proyektil meledak tepat di dekat pos penjagaan PBB.

Lokasi titik ledakan pertama ini berada di desa Adchit Al Qusayr yang juga terletak di Lebanon Selatan.

Pihak otoritas penjaga perdamaian menegaskan bahwa rentetan peristiwa ini merupakan dua kejadian yang tidak sama.

"Ini adalah dua insiden terpisah dan kami sedang menyelidikinya sebagai dua insiden terpisah," kata juru bicara UNIFIL, Kandice Ardiel.

Jean-Pierre Lacroix memberikan reaksi yang sangat keras terhadap serangan yang menargetkan pasukannya di wilayah konflik.

Ia menyatakan bahwa keselamatan seluruh personel penjaga perdamaian adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar.

Jean-Pierre Lacroix menegaskan bahwa seluruh tindakan yang mengancam nyawa penjaga perdamaian harus segera dihentikan sepenuhnya.

Mabes TNI melalui Kapuspen TNI Mayjen Aulia Dwi Nasrullah juga telah membenarkan kabar duka yang menimpa prajuritnya.

Korban tersebut diketahui merupakan bagian dari Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL yang bertugas di sana.

Identitas prajurit yang meninggal dunia pada peristiwa hari Minggu adalah sosok bernama Praka Farizal Rhomadhon.

Saat ini proses administrasi untuk memulangkan jenazah almarhum ke tanah air sedang dipersiapkan oleh pihak terkait.

Rencananya jenazah akan diterbangkan menuju Indonesia untuk segera diserahkan kepada pihak keluarga yang sedang berduka.

Lokasi pemakaman sang prajurit dipastikan berada di kampung halamannya yang terletak di Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, turut memberikan pernyataan resmi melalui kanal media sosial miliknya secara terbuka.

Guterres melayangkan kutukan yang sangat tajam atas agresi yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari pihak Indonesia.

"Saya mengutuk keras insiden hari Minggu yang menewaskan seorang penjaga perdamaian Indonesia dari @UNIFIL_ di tengah permusuhan antara Israel & Hizbullah. Seorang penjaga perdamaian Indonesia lainnya mengalami luka serius dalam insiden yang sama," tulis Guterres.

Ia menyampaikan rasa simpati yang mendalam kepada seluruh kerabat dan teman-teman sejawat dari prajurit yang tewas.

Secara khusus Guterres juga mengirimkan ucapan belasungkawa kepada Pemerintah Indonesia atas pengorbanan para personel militer tersebut.

Eskalasi pertempuran antara kelompok Hizbullah dan pihak Israel di perbatasan Lebanon memang semakin membahayakan posisi UNIFIL.

Para penjaga perdamaian seringkali terjebak di tengah baku tembak yang melibatkan senjata berat serta ledakan proyektil.

PBB mendesak semua pihak yang bertikai untuk menghormati hukum internasional dan memberikan perlindungan kepada tim medis.

Hingga saat ini tim investigasi masih berupaya mengungkap sumber ledakan misterius yang menghancurkan kendaraan TNI tersebut.

Dunia internasional terus menyoroti keamanan para diplomat dan tentara yang menjalankan misi kemanusiaan di timur tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Profil Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Tewas karena Serangan Israel di Lebanon

Profil Praka Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI Tewas karena Serangan Israel di Lebanon

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:03 WIB

10 Potret Praka Farizal Rhomadhon yang Tewas karena Serangan Israel di Lebanon

10 Potret Praka Farizal Rhomadhon yang Tewas karena Serangan Israel di Lebanon

Lifestyle | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:24 WIB

3 Prajurit TNI Tewas dalam Serangan Israel dan Ledakan di Lebanon, PBB Mengutuk Keras

3 Prajurit TNI Tewas dalam Serangan Israel dan Ledakan di Lebanon, PBB Mengutuk Keras

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 09:21 WIB

Terkini

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

Kemhan Setop Latsarmil SPPI! Latihan Fisik Dikurangi dan Menembak Dihapus Usai 5 Peserta Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:39 WIB

Komnas Perempuan Minta Maaf, Akui Kasus Penyekapan Yuvita di Bandung Ekstrem dan Sadis!

Komnas Perempuan Minta Maaf, Akui Kasus Penyekapan Yuvita di Bandung Ekstrem dan Sadis!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 09:09 WIB

Susul Roy Suryo dan dr Tifa! Tiga Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Jokowi Segera Diseret ke Kejaksaan

Susul Roy Suryo dan dr Tifa! Tiga Tersangka Kasus Fitnah Ijazah Jokowi Segera Diseret ke Kejaksaan

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:52 WIB

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

Gudang di Cakung Terbakar Hebat, Damkar Berjibaku Hampir 5 Jam Jinakkan Api

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 08:09 WIB

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

Lawan Praperadilan Ketum Kesthuri, KPK: Status Tersangka Korupsi Haji Sah, Bukti Lebih dari Dua!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:52 WIB

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

Iran: Prancis Jangan Perumit Situasi dan Provokasi!

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:50 WIB

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

Hari Ini! Nadiem Makarim Hadapi Sidang Vonis Korupsi Chromebook, Bakal Dibui 18 Tahun?

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:34 WIB

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

Penembakan Brutal di Rumah Aman Stade Jerman, 6 Orang Tewas

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:21 WIB

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

Teror Penembakan di Piala Dunia 2026: 1 Orang Tewas, Korban Lainnya Kritis

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:10 WIB

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

Mukjizat! 30 Jam di Bawah Reruntuhan: Bayi 18 Hari Selamat dari Gempa Venezuela

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 07:00 WIB

×