Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:34 WIB
Israel: Jangan Diasumsikan Personel UNIFIL Tewas karena IDF
ILUSTRASI tentara Israel (ist)
baca 10 detik

Militer Israel menginvestigasi gugurnya tiga prajurit TNI UNIFIL akibat ledakan di Lebanon selatan.

Menlu Sugiono mengutuk keras serangan tersebut dan mendesak pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.

Pihak IDF membantah tudingan sengaja menyerang dan menyebut wilayah tersebut adalah zona tempur.

Suara.com - Kabar duka datang dari wilayah konflik Timur Tengah yang melibatkan pasukan perdamaian internasional asal Indonesia, TNI.

Militer Israel kini mulai melakukan investigasi mendalam terkait gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon selatan.

Peristiwa mematikan ini terjadi dalam kurun waktu dua hari terakhir di tengah eskalasi perang yang meningkat.

Pihak Pasukan Pertahanan Israel atau IDF memberikan penjelasan resmi melalui saluran komunikasi Telegram milik mereka.

Investigasi tersebut bertujuan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi yang menimpa pasukan PBB tersebut.

Pihak IDF menyatakan bahwa mereka akan meninjau setiap detail kejadian untuk menemukan penyebab utama ledakan.

Langkah ini diambil guna memastikan apakah serangan tersebut berasal dari pihak mereka atau kelompok lawan.

"Insiden-insiden tersebut sedang ditinjau secara menyeluruh untuk mengetahui keadaan dan menentukan apakah insiden itu diakibatkan oleh aktivitas Hizbullah atau IDF," demikian pernyataan IDF.

Militer Israel menegaskan bahwa lokasi kejadian berada di zona pertempuran yang sangat berbahaya bagi siapapun.

baca juga

Wilayah Lebanon selatan memang menjadi titik pusat baku tembak antara tentara Zionis dan milisi pendukung Iran.

Klaim dari pihak militer Israel menyebutkan bahwa situasi di lapangan sangatlah dinamis dan tidak menentu.

Mereka memberikan peringatan bahwa dugaan serangan tidak boleh langsung diarahkan kepada pasukan mereka tanpa bukti.

Tragedi terbaru merenggut nyawa dua prajurit Indonesia saat mereka berada di wilayah sekitar Bani Hayyan.

Laporan resmi menyebutkan bahwa kendaraan yang mereka tumpangi hancur total akibat kekuatan ledakan yang dahsyat.

Jean-Pierre Lacroix selaku Kepala Pasukan Penjaga Perdamaian PBB telah memberikan konfirmasi resmi mengenai identitas korban.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Respon 3 TNI Tewas Kena Ledakan di Lebanon

Israel Respon 3 TNI Tewas Kena Ledakan di Lebanon

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:15 WIB

Lapor ke DPR, Polda Metro Jaya Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Puspom TNI

Lapor ke DPR, Polda Metro Jaya Limpahkan Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus ke Puspom TNI

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:56 WIB

Peneliti UGM Soroti Mundurnya Kabais TNI sebagai Indikasi Keterlibatan Kasus Andrie Yunus

Peneliti UGM Soroti Mundurnya Kabais TNI sebagai Indikasi Keterlibatan Kasus Andrie Yunus

Video | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:30 WIB

Terkini

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

Tragedi Berdarah di Jerman: 6 Tewas dalam Penembakan, Polisi Ungkap Motif Dendam

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:10 WIB

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

China Wajibkan AI di Sekolah: Semua Siswa Wajib Kuasai Kecerdasan Buatan dalam 5 Tahun

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 06:05 WIB

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

Misteri Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi Beijing, Pemerintah Bungkam Sensor Ketat

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 05:30 WIB

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

Taruna Akmil akan Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Belajar Mandiri di Asrama Selama 5 Hari

News | Senin, 29 Juni 2026 | 23:37 WIB

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 21:35 WIB

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:44 WIB

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:41 WIB

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban

News | Senin, 29 Juni 2026 | 20:22 WIB

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:43 WIB

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik

News | Senin, 29 Juni 2026 | 19:36 WIB

×