Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 01 April 2026 | 15:24 WIB
Bukan Gencatan Senjata, Iran Ajukan 5 Poin Krusial Akhiri Perang Permanen dan Total
Masoud Pezeshkian (IG Masoud Pezeshkian)
baca 10 detik
  • Presiden Iran menuntut jaminan keamanan permanen dari agresi AS-Israel sebagai syarat mutlak penghentian perang.

  • Iran membantah adanya negosiasi formal dengan utusan AS, menegaskan komunikasi hanya sebatas pertukaran pesan.

  • Selat Hormuz tetap dibuka untuk kapal negara sahabat namun tertutup bagi pihak yang memusuhi Iran.

Suara.com - Presiden Masoud Pezeshkian secara terbuka mengungkapkan ambisi diplomatik Teheran untuk menyudahi konfrontasi bersenjata dengan Amerika Serikat serta Israel.

Langkah berani ini diambil saat eskalasi militer di kawasan tersebut kini telah memasuki durasi waktu lima minggu berturut-turut.

Teheran menekankan bahwa keinginan untuk berdamai harus dibarengi dengan komitmen internasional yang sangat konkret dan mengikat secara hukum.

Fokus utama dari otoritas tertinggi Iran adalah memastikan bahwa wilayah kedaulatan mereka tidak akan pernah lagi menjadi sasaran serangan militer.

Kondisi tersebut menjadi harga mati bagi dimulainya proses stabilisasi keamanan di seluruh wilayah Timur Tengah yang saat ini sedang membara.

"Kami memiliki niat yang dibutuhkan untuk mengakhiri konflik ini, menyediakan syarat esensial, khususnya jaminan diperlukan untuk mencegah berulangnya agresi," kata Pezeshkian.

Pernyataan tegas ini mencerminkan sikap defensif namun terbuka yang diusung oleh pemerintah Iran dalam menghadapi tekanan koalisi barat.

Pemerintah Iran secara resmi menanggapi kerangka damai 15 poin yang sebelumnya disodorkan oleh pihak Washington kepada mereka pekan lalu.

Sebagai bentuk reposisi kekuatan, Iran meluncurkan serangan diplomatik balasan melalui usulan lima poin utama yang bertujuan menghentikan peperangan.

baca juga

Mekanisme ini dirancang sedemikian rupa agar di masa depan, baik militer Israel maupun Amerika Serikat tidak lagi melancarkan operasi serangan.

"Solusi untuk menormalisasi situasi adalah dengan menghentikan serangan agresif," kata Pezeshkian.

Visi ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menyatakan bahwa sekadar gencatan senjata sementara bukanlah tujuan akhir.

Teheran menuntut penghentian total seluruh aktivitas perang yang menghancurkan infrastruktur serta mengancam nyawa warga sipil di perbatasan negara.

Selain jaminan keamanan jangka panjang, Iran juga menuntut adanya kompensasi atas kerugian yang dialami akibat rentetan serangan selama ini.

Hal ini menjadi dasar kuat mengapa Iran bersikap sangat hati-hati dalam merespons setiap tawaran diplomatik yang masuk ke meja kerja mereka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gibran Sampaikan Duka Cita: Saya Dukung Penuh Investigasi PBB

3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Gibran Sampaikan Duka Cita: Saya Dukung Penuh Investigasi PBB

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:15 WIB

Tentara Israel soal TNI Tewas di Lebanon: Kejadian Begitu Biasa di Area Pertempuran

Tentara Israel soal TNI Tewas di Lebanon: Kejadian Begitu Biasa di Area Pertempuran

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:14 WIB

Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel

Habib Rizieq Shihab: Umat Islam Sunni dan Syiah Harus Bersatu Lawan AS-Israel

News | Rabu, 01 April 2026 | 15:07 WIB

Terkini

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

Parigi Moutong Diguncang Gempa M 6,2 Tengah Malam, BMKG Minta Warga Waspada

News | Minggu, 16 Agustus 2026 | 02:04 WIB

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Pengibaran Bendera Bulan Bintang Picu Bentrok di Masjid Raya Baiturrahman

Sumut | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:59 WIB

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Air Laut Surut Lalu Masuk Permukiman, Warga Pasimarannu Panik Mengungsi Mandiri

Sulsel | Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:54 WIB

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

×