-
Presiden Iran menuntut jaminan keamanan permanen dari agresi AS-Israel sebagai syarat mutlak penghentian perang.
-
Iran membantah adanya negosiasi formal dengan utusan AS, menegaskan komunikasi hanya sebatas pertukaran pesan.
-
Selat Hormuz tetap dibuka untuk kapal negara sahabat namun tertutup bagi pihak yang memusuhi Iran.
Araghchi menjelaskan secara rinci mengenai dinamika komunikasi yang terjadi antara pihak Iran dengan perwakilan pemerintah Amerika Serikat.
Ia menggarisbawahi bahwa interaksi yang terjadi saat ini belum bisa dikategorikan sebagai sebuah negosiasi formal yang bersifat mengikat secara politik.
Kepada Al Jazeera pada Selasa (31/3/2026), Araghchi mengatakan kontak dengan AS bukanlah negosiasi, melainkan pertukaran pesan, baik secara langsung maupun lewat perantara di kawasan.
Aliran informasi tersebut dikabarkan terus mengalir dari utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, menuju otoritas terkait di Teheran.
Namun, Araghchi kembali memperingatkan publik internasional agar tidak salah mengartikan proses tersebut sebagai sebuah pembicaraan damai yang resmi.
Seluruh pesan diplomatik yang diterima diproses melalui pintu kementerian luar negeri dan melibatkan komunikasi terbatas antar lembaga keamanan negara.
Prosedur ini memastikan bahwa tidak ada faksi politik tertentu di dalam negeri Iran yang bergerak di luar garis komando pemerintah.
Setiap kata dan pesan yang dipertukarkan berada di bawah pengawasan ketat serta evaluasi mendalam dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Konten pesan tersebut mencakup berbagai peringatan strategis serta penyampaian pandangan bersama melalui kanal-kanal komunikasi yang telah disepakati.
Mengenai isu bahwa Iran sudah menyetujui draf awal usulan Amerika Serikat, Araghchi membantah keras kabar burung yang beredar luas tersebut.
Pihak Teheran hingga saat ini belum memberikan jawaban resmi terhadap 15 usulan yang diajukan oleh pihak Gedung Putih pekan lalu.
Iran juga mengklaim bahwa mereka belum mengajukan syarat-syarat teknis yang spesifik sebagai respons balasan terhadap paket proposal dari Amerika.
Hingga detik ini, belum ada keputusan politik yang diambil untuk memulai meja perundingan resmi guna menyelesaikan konflik bersenjata tersebut.
Araghchi menekankan dengan nada tinggi bahwa martabat bangsa Iran tidak akan pernah bisa ditekan melalui ancaman militer maupun sanksi ekonomi.
Ia juga meminta Presiden AS Donald Trump untuk berbicara dengan hormat.