Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 02 April 2026 | 12:05 WIB
Krisis Selat Hormuz Makin Panas, Uni Emirat Arab Desak PBB Gunakan Kekuatan Militer Hadapi Blokade
Selat Hormuz (Antara)
baca 10 detik
  • UEA mendesak PBB menggunakan kekuatan militer Bab VII untuk membuka blokade Selat Hormuz segera.

  • Penutupan selat oleh Iran memicu lonjakan harga minyak karena memutus 20 persen pasokan global.

  • Konflik pecah setelah serangan AS-Israel menewaskan Ali Khamenei dan ribuan warga sipil Iran.

Diketahui bahwa rentetan serangan militer telah diluncurkan oleh Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran.

Operasi tempur tersebut tercatat sudah mulai berkecamuk sejak tanggal 28 Februari yang menyasar titik strategis.

Konflik bersenjata ini membawa konsekuensi kemanusiaan yang sangat besar bagi wilayah tersebut hingga saat ini.

Amerika Serikat dan Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran sejak akhir Februari, menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.

Hilangnya nyawa pemimpin utama tersebut memicu eskalasi yang jauh lebih berbahaya di sepanjang garis pantai Teluk.

Sebagai bentuk respons, pihak Teheran memilih untuk menutup akses kapal-kapal tanker yang melintasi jalur krusial tersebut.

Langkah penutupan ini memberikan dampak yang sangat destruktif bagi stabilitas ekonomi banyak negara di dunia.

Pasalnya, sekitar 20 juta barel minyak bumi mengalir melewati kawasan sempit tersebut dalam setiap harinya.

Volume tersebut setara dengan seperlima dari total seluruh pasokan minyak yang dibutuhkan oleh penduduk bumi.

baca juga

Terganggunya distribusi energi ini secara otomatis memicu lonjakan harga bahan bakar di pasar internasional secara mendadak.

Banyak pihak mulai merasa cemas akan terjadinya krisis ekonomi global yang bisa berlangsung dalam waktu lama.

Sektor logistik dan pengiriman barang antarkontinental menjadi pihak yang paling terdampak oleh ketidakpastian jalur laut ini.

Oleh karena itu, Uni Emirat Arab merasa tidak ada lagi ruang untuk melakukan negosiasi yang bersifat pasif.

Dukungan militer dari PBB dianggap sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan sabotase ekonomi yang sedang berlangsung.

Keputusan kini berada di tangan Dewan Keamanan untuk menentukan apakah senjata akan mulai dikerahkan atau tidak.

Dunia internasional sedang memantau dengan saksama respons apa yang akan dikeluarkan oleh Sekretaris Jenderal PBB.

Keamanan pelayaran bebas harus dijamin agar rantai pasok kebutuhan pokok masyarakat global tidak terputus total.

Jika tindakan tegas tidak segera diambil, maka biaya hidup di berbagai negara diprediksi akan terus meroket.

Semua mata kini tertuju pada pergerakan armada tempur dan keputusan diplomatik di markas besar Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Stabilitas kawasan Timur Tengah kini bergantung pada seberapa cepat dunia merespons permintaan bantuan militer dari UEA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?

Perediksi Waktu Perang Iran vs AS - Israel Berakhir, Kapan?

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:39 WIB

Gagal Turunkan Rezim Iran, Trump Kini Salahkan Sekutu dan Ancam Keluar dari NATO

Gagal Turunkan Rezim Iran, Trump Kini Salahkan Sekutu dan Ancam Keluar dari NATO

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:37 WIB

Anak 12 Tahun Direkrut Jadi Tentara Iran Hadapi Perang Timur Tengah

Anak 12 Tahun Direkrut Jadi Tentara Iran Hadapi Perang Timur Tengah

News | Kamis, 02 April 2026 | 11:24 WIB

Terkini

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

Bom Meledak di Jantung Damaskus, Korban Bergelimpangan di Lokasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

Pilot Tabrak Gedung Tertinggi Beijing Diduga Bunuh Diri, Tinggalkan Catatan Harian Mengejutkan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:41 WIB

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

Kualitas Udara di TPA Jatiwaringin Capai Level Berbahaya, 64 Warga Dievakuasi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 22:07 WIB

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

KPK Perluas Kasus Pemerasan Izin Tinggal WNA Silmy Karim, Kini Bidik Imigrasi Depok

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:34 WIB

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Satu Polisi Gugur dan 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 21:02 WIB

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

Flyover Latumenten Capai 55,2 Persen, Ditargetkan Pangkas Kemacetan hingga 40 Persen

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:45 WIB

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

Kelola Sampah Organik ala Warga Meruya Selatan Hingga Jadi Bernilai Ekonomi

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 20:05 WIB

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

Ribuan Taruna TNI-Polri Jadi Kakak Asuh Siswa di 178 Sekolah Rakyat

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:55 WIB

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

833 ASN Pendamping PKH Punya Pekerjaan Sampingan, Kemensos Tagih Pengembalian Gaji Rp7,9 Miliar

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

Prabowo Bakal Resmikan B50 Pekan Depan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:53 WIB

×