- Gempa bermagnitudo 7,6 mengguncang Kabupaten Minahasa pada Kamis pagi dan merusak plafon Gereja Paroki Bunda Hati Kudus.
- Plafon gipsum di ruang tengah gereja runtuh saat panitia sedang mempersiapkan sarana ibadah untuk rangkaian Tri Hari Suci.
- Pihak gereja memastikan seluruh rangkaian ibadah Paskah tetap berjalan sesuai jadwal setelah dilakukan pembersihan material yang berserakan.
Suara.com - Guncangan gempa tektonik kuat yang terjadi pada Kamis pagi membawa dampak kerusakan di Desa Rumengkor, Kabupaten Minahasa. Plafon Gereja Paroki Bunda Hati Kudus Yesus dilaporkan runtuh tepat saat umat tengah bersiap menyambut rangkaian Tri Hari Suci Paskah.
Insiden ini terjadi di tengah kesibukan panitia menyiapkan sarana ibadah.
"Kami memang sementara mempersiapkan untuk ibadah Kamis Putih pada sebentar malam jam 20.00 Wita," ujar Koordinator Bidang Aset dan Pembangunan Gereja, Guido Merung, saat dihubungi dari Manado, Kamis (2/4/2026).
Material plafon gipsum yang ambruk berserakan di bagian tengah gereja, menimpa deretan bangku kayu panjang yang biasanya dipadati jemaat. Beruntung, area sakral lainnya tetap aman.
"Plafon yang ada di atas altar masih utuh," katanya.
Meski sempat mengejutkan, pihak gereja bergerak cepat melakukan pembersihan. Guido memastikan insiden ini tidak akan menyurutkan semangat umat untuk beribadah.
"Jadi hanya gipsum plafon yang jatuh, sementara rangkanya masih utuh. Tapi sudah dibersihkan," jelas Guido.
Ia juga menegaskan bahwa rangkaian ibadah mulai dari Kamis Putih, Jumat Agung, hingga Minggu Paskah tetap akan berjalan sesuai jadwal.
"Kami memperkirakan gereja ini bisa menampung sebanyak 800 umat yang beribadah. Karena itu, kami tetap berharap umat berhati-hati dan terus memantau informasi terpercaya dari BMKG," tambahnya.
Berdasarkan analisis BMKG, gempa yang memicu kerusakan ini bermagnitudo 7,6 dengan pusat di laut pada jarak 129 km arah tenggara Kota Bitung di kedalaman 33 km. Gempa tersebut terjadi pukul 05.48 WIB dan terasa hingga ke wilayah Sulawesi Utara. (Antara)