Eks Wakapolri Kritik Durasi Pendidikan Polri Hanya 5 Bulan: Masak Polisi Cuma Bisa Hormat dan Baris?

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Kamis, 02 April 2026 | 15:47 WIB
Eks Wakapolri Kritik Durasi Pendidikan Polri Hanya 5 Bulan: Masak Polisi Cuma Bisa Hormat dan Baris?
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Adang Daradjatun, menyoroti tajam kualitas pendidikan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Adang Daradjatun, mengkritisi masa pendidikan Bintara Polri yang dinilai terlalu singkat hanya lima bulan.
  • Durasi pendidikan yang pendek dikhawatirkan menghambat pembentukan kompetensi teknis dan profesionalisme personel sebagai ujung tombak Polri di lapangan.
  • Adang mendesak optimalisasi anggaran Lemdiklat Polri untuk menambah durasi pendidikan serta mengaktifkan kembali pusat pendidikan spesialis bagi anggota kepolisian.

Suara.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Adang Daradjatun, menyoroti tajam kualitas pendidikan di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Kalemdiklat Polri dan Gubernur Akpol, mantan Wakapolri ini mempertanyakan efektivitas masa pendidikan Bintara yang kini hanya berlangsung selama lima bulan.

Ia menegaskan, meskipun dirinya mendukung penuh penguatan anggaran bagi Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, kualitas lulusan harus menjadi prioritas utama demi menghasilkan personel yang profesional.

Namun, Adang memberikan catatan kritis mengenai durasi sekolah bagi anggota Bintara yang dinilainya terlalu singkat.

Menurutnya, waktu lima bulan tidak cukup untuk membentuk kompetensi teknis kepolisian yang mendalam bagi para personel yang menjadi ujung tombak di lapangan.

“Lalu saya ingin bertanya kepada Kalemdiklat, apakah selama ini kalau dulu sih dilakukan dan mudah-mudahan sekarang masih terus dilakukan untuk anggota-anggota Bintara Polri. Kan sekarang sekolahnya hanya 6 bulan ya? 5 bulan malah,” cecar Adang dalam rapat.

Ia menambahkan bahwa jika masa pendidikan tidak diperpanjang, dikhawatirkan personel Polri tidak memiliki keahlian khusus di luar kemampuan fisik dasar.

“Kita fair aja di ruangan ini ya, fair. Dengan 5 bulan apa yang diharapkan? Terbuka aja kepada kita. Karena terus terang saja kami gitu ya, dan kita harapkan, kalau masih pendidikan Polri Bintara 5 bulan sekarang berat sekali. Karena kita tahu bahwa basis kepolisian itu ada di bintara-bintara Polri,” tuturnya.

Bagi Adang, Bintara adalah kekuatan inti organisasi Polri. Jika pendidikannya dangkal, maka pelayanan terhadap masyarakat akan terdampak.

baca juga

“Kalau seorang polisi dididik cuman 5 bulan, dia cuman bisa hormat, baris, lari, betul nggak? Jadi mohon dukungannya,” tegas politisi PKS tersebut.

“Karena apa pun juga mayoritas dan kekuatan Polri, tulang punggungnya Polri itu ada di bintara-bintara Polri," sambungnya.

Proses seleksi calon taruna Akpol di NTT. [Dok. Humas Polri]
Proses seleksi calon taruna Akpol di NTT. [Dok. Humas Polri]

Selain durasi pendidikan umum, Adang juga mempertanyakan eksistensi pusat pendidikan (Pusdik) spesialis yang dulu menjadi kebanggaan Polri dalam mencetak penyidik dan intelijen andal.

“Dan saya ingin bertanya, apakah pendidikan-pendidikan spesialis ya? Dulu kan kita terkenal sekali, kalau Reserse bangga, 'saya keluaran Megamendung'. Intelijen, 'saya bangga keluaran dari Bandung'. Ya,” kenangnya.

Ia mengkhawatirkan hilangnya spesialisasi ini akan berujung pada banyaknya kasus penyimpangan prosedur di lapangan karena kurangnya pemahaman hukum dan teknis penyidikan.

“Apakah pusdik-pusdik seperti itu itu masih berjalan? Karena apa pun juga setelah dia pendidikan umum tadi bintara, kalau tidak diteruskan oleh sekolah lanjutan yang spesifik, ya terjadilah kasus-kasus yang sekarang Komisi III temukan, ya. Para pemeriksa, penyidik di lapangan yang hanya keluar dari pendidikan mungkin masuk menjadi pemeriksa, dia tidak tahu gimana proses penyidikan,” paparnya.

Lebih lanjut, Adang mendesak agar anggaran Lemdiklat Polri dikelola untuk memperpanjang masa pendidikan dan menghidupkan kembali sekolah-sekolah spesialis.

“Jadi sekali lagi tiga poin yang saya sampaikan: Saya dari Fraksi PKS sangat mendukung dukungan permintaan anggaran itu; dan kedua juga saya harapkan masalah pendidikan 5 bulan dipertimbangkan; dan saya minta penjelasan tentang sampai di mana sekarang sekolah-sekolah spesialis itu berjalan dan bagaimana pelaksanaannya,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes

Viral! Wartawan Diculik dan Diperas Oknum Mengaku Polisi di Bekasi, Saldo Rp13 Juta Ludes

News | Rabu, 01 April 2026 | 21:50 WIB

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

Bos Gembong Narkoba Skotlandia Steven Lyons Ditangkap di Bali, Pimpin Sindikat 'Lyons Crime Family'

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 22:21 WIB

TAUD: Belasan Orang Terlibat Operasi Intelijen Serang Aktivis KontraS

TAUD: Belasan Orang Terlibat Operasi Intelijen Serang Aktivis KontraS

News | Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02 WIB

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS, Ketua YLBHI Desak Polri Tangkap Otak di Balik Teror Air Keras

News | Senin, 30 Maret 2026 | 22:53 WIB

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

Mahfud MD Curhat di DPD: Laporan Reformasi Polri Rampung, Tapi Belum Diterima Presiden

News | Senin, 30 Maret 2026 | 21:07 WIB

Terkini

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

Ahmad Luthfi Luncurkan Logis, Warga Jateng Kini Bisa Konsultasi Psikolog Gratis

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 11:17 WIB

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

Kemlu Qatar: Perundingan Sukses, AS dan Iran Kembali Bertemu Usai Pemakaman Ali Khamenei

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:57 WIB

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

Kronologi Penyekapan Karyawan Padel Kebayoran Lama: Berawal dari Raket Hilang

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:43 WIB

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

Tak Ada Lagi Wacana Pilkada via DPRD

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:32 WIB

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Ditembak Tentara Israel di Jalur Gaza

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:29 WIB

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

Bukan Cuma Rokok, Ini Alasan Kanker Paru Masih Sulit Ditangani di Indonesia

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita

Ini Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Bupati Purwakarta yang Tuai Kecaman, Dinilai Rendahkan Wanita

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:17 WIB

Teka-teki Pertemuan 2 Juni: Menhut Raja Juli Bakal Dicecar Soal Skandal Izin Hutan Kuansing

Teka-teki Pertemuan 2 Juni: Menhut Raja Juli Bakal Dicecar Soal Skandal Izin Hutan Kuansing

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:15 WIB

Libur Sekolah Mau Habis? Cek 64 Ribu Tiket Kereta Daop 1 dan Diskon Gede 30 Persen!

Libur Sekolah Mau Habis? Cek 64 Ribu Tiket Kereta Daop 1 dan Diskon Gede 30 Persen!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 10:02 WIB

32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!

32 Ibu Hamil Lolos Skrining Latsarmil, Komnas Perempuan Bongkar Bobroknya Seleksi SPPI!

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 09:50 WIB

×