Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa

Ronald Seger Prabowo

Sabtu, 04 April 2026 | 16:01 WIB
Tragedi Jembatan B1 Iran: Jumlah Korban Jiwa Serangan AS-Israel Kini Capai 13 Jiwa
Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Jembatan B1 di Karaj, Iran, meningkat menjadi 13 orang. (bidik layar video X)
baca 10 detik
  • Serangan Amerika Serikat dan Israel di Jembatan B1, Karaj, Iran pada 2 April 2026 menewaskan 13 orang.
  • Militer Amerika melakukan taktik serangan ganda yang menghantam lokasi evakuasi medis dan merusak infrastruktur jembatan tersebut.
  • Peristiwa ini merupakan kelanjutan eskalasi konflik sejak 28 Februari yang telah menimbulkan ribuan korban jiwa di Iran.

Suara.com - Jumlah korban tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel di Jembatan B1 di Karaj, Iran terus bertambah.

Kantor Berita Mahasiswa Iran mengutip Direktur Jenderal Yayasan Veteran dan Martir Alborz, Amir Hossein Daneshkuhan melaporkan, kini jumlah korban jiwa mencapai 13 orang.

"Jumlah orang kehilangan nyawanya dalam serangan Amerika-Israel di Jembatan B1 di Provinsi Alborz telah meningkat menjadi 13 orang," kata Daneshkuhan melansir ANTARA, Sabtu (4/4/2026).

Serangan gabungan Amerika-Israel menghantam jembatan utama yang berada di jalan raya Provinsi Alborz, Iran utara, pada Kamis pagi (2/4), demikian menurut laporan media.

Kantor Berita Fars menyebutkan beberapa lokasi terkena serangan berada di daerah Azimieh dekat Karaj, termasuk Jembatan B1, yang digambarkan sebagai jembatan tertinggi di Timur Tengah.

Kantor berita tersebut melaporkan beberapa korban luka. Jembatan yang merupakan bagian dari proyek infrastruktur besar dan akan segera diresmikan itu pun mengalami kerusakan.

Laporan mengatakan bahwa militer Amerika melakukan serangan double tap di Iran, yakni lokasi yang sama dihantam dua kali secara berturut-turut.

Menurut laporan yang dikutip dalam pemberitaan media, serangan kedua terjadi sekitar satu jam setelah serangan pertama.

Saat serangan kedua terjadi, sejumlah petugas tanggap darurat sudah berada di lokasi kejadian untuk membantu korban luka, meskipun personel tersebut dianggap sebagai warga sipil yang dilindungi berdasarkan hukum internasional.

baca juga

Serangan itu merupakan eskalasi terbaru dalam konvoi sejak 28 Februari lalu, saat Amerika dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran hingga menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei.

Iran pun telah membalas dengan serangan drone dan rudal terhadap Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung pasukan Amerika, hingga menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

Mediasi Buntu, Iran Tolak Mentah-mentah Tawaran Gencatan Senjata AS

News | Sabtu, 04 April 2026 | 13:07 WIB

Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!

Trump Klaim Hancurkan Jembatan Terbesar Iran, Menlu Araqchi: Kehancuran Moral Amerika Serikat!

News | Jum'at, 03 April 2026 | 17:33 WIB

5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Ada Apa-apanya

5 Kebijakan WFH Paling Nyeleneh di Dunia Imbas Perang, Indonesia Tak Ada Apa-apanya

Lifestyle | Jum'at, 03 April 2026 | 19:10 WIB

Terkini

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Gudang Solar Subsidi 5.350 Liter di Palembang Ternyata Beroperasi di Balik Bengkel Las

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:39 WIB

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:12 WIB

×