- Minh Phuong, guru asal Vietnam, memperoleh gaji sebesar Rp66 juta per bulan saat mengajar di Australia Barat.
- Ia mengajar di komunitas adat Mulan Aboriginal dengan menghadapi tantangan lingkungan ekstrem dan keterbatasan akses transportasi.
- Phuong menjalankan peran ganda untuk memberikan pendidikan berkualitas serta membantu anak-anak komunitas tersebut meraih masa depan lebih baik.
“Kadang truk makanan tidak bisa masuk desa, jadi kami harus menyimpan persediaan sejak awal,” jelasnya.
Di sekolah, peran Phuong tidak hanya sebagai pengajar. Ia juga terlibat dalam berbagai aktivitas harian siswa, mulai dari memasak hingga mencuci.
“Di sini saya bukan hanya guru, tapi melakukan hampir semua hal bersama siswa,” katanya.
Kelas yang ia ajar kini berjumlah hampir 30 siswa, dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda. Sistem pembelajaran pun menggabungkan pendidikan modern dan tradisi lokal.
“Kadang saya justru belajar bahasa dari murid kelas 1 atau 2 agar bisa memahami mereka,” ujarnya.
Meski menerima gaji sekitar 5.600 dolar Australia per bulan atau setara Rp66 juta, Phuong mengaku tekanan pekerjaan cukup besar. Ia harus menghadapi berbagai karakter siswa, termasuk anak berkebutuhan khusus.
“Ada masa saya harus fokus mendampingi satu siswa, sampai ritme kelas terganggu,” katanya.
Namun, di balik semua tantangan itu, Phuong memiliki motivasi kuat untuk bertahan.
Phuong ingin membantu anak-anak komunitas adat mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik.
“Harapan saya, suatu hari mereka bisa kembali menjadi guru di komunitasnya sendiri,” tuturnya.