Oleh karena itu, metode seperti meniru pola kompleks dan tidak beraturan dari alam lebih dianjurkan. Hal ini dapat dicapai melalui teknik silvikultur seperti penebangan dengan retensi variabel, penebangan selektif, dan kehutanan tutupan berkelanjutan yang dianggap lebih mampu meminimalkan dampak negatif terhadap siklus air.
Dengan mempertimbangkan desain lanskap, pengelolaan hutan diharapkan dapat menjaga fungsi DAS sebagai penyerap air, bukan sekadar penyaring yang membiarkan air lewat tanpa cadangan.
Penulis: Vicka Rumanti