Dittipideksus Bareskrim Bongkar Sindikat Penyelundupan Bawang Ilegal Asal Malaysia

Ronald Seger Prabowo

Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:59 WIB
Dittipideksus Bareskrim Bongkar Sindikat Penyelundupan Bawang Ilegal Asal Malaysia
Dittipideksus Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan penyelundupan bawang ilegal asal Malaysia. [Dok Bareskrim Polri]
baca 10 detik
  • Dittipideksus Bareskrim Polri membongkar penyelundupan komoditas hortikultura ilegal asal Malaysia melalui perbatasan darat Kalimantan Barat pada Sabtu (23/5/2026).
  • Penyelundupan yang berlangsung selama dua tahun tersebut mencakup penyitaan puluhan ton bawang bernilai total miliaran rupiah sebagai barang bukti.
  • Polisi memproses hukum para pelaku karena barang ilegal tersebut berisiko membawa penyakit tanaman yang mengancam sektor pertanian nasional Indonesia.

Suara.com - Dittipideksus Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan penyelundupan bawang ilegal asal Malaysia.

Modusnya, para pelaku memasukkan barang tanpa izin tersebut ke Indonesia melalui jalur darat di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Dery Agung Wijaya, menyebut sejumlah oknum masih kerap memanfaatkan jalur perbatasan untuk memasukkan pangan impor ilegal demi meraup keuntungan pribadi maupun kelompok.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi Satgas Gakkum Lundup Bareskrim Polri terkait peredaran bawang impor ilegal asal Malaysia.

"Berdasarkan pendalaman sementara, pelaku telah menjalankan aktivitas ilegal ini selama sekitar satu hingga dua tahun," ujar Dery melalui keterangan pers, Sabtu (23/5/2026).

Dittipideksus Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan penyelundupan bawang ilegal asal Malaysia. [Dok Bareskrim Polri]
Dittipideksus Bareskrim Polri membongkar kasus dugaan penyelundupan bawang ilegal asal Malaysia. [Dok Bareskrim Polri]

Dari hasil penyidikan awal, total penjualan bawang ilegal selama ini diperkirakan mencapai 832 ton dengan nilai perputaran usaha sekitar Rp24,96 miliar.

Dalam penindakan ini, polisi menyita tumpukan barang bukti berupa 9.680 kilogram bawang putih, 7.340 kilogram bawang bombai, 2.193 kilogram bawang merah, serta 1.719 kilogram bawang beri. Total keseluruhan barang bukti mencapai 20.932 kilogram dengan taksiran nilai sekitar Rp676,7 juta.

Pihak kepolisian memusnahkan komoditas hortikultura tersebut karena barang mudah membusuk dan berpotensi mengganggu keamanan hayati serta kesehatan masyarakat.

Saat ini, penyidik Subdit I Dittipideksus Bareskrim Polri terus menjalankan proses hukum dan telah berkoordinasi dengan pihak Kejaksaan Agung.

baca juga

Sementara itu, Direktur Penindakan Karantina Tumbuhan Badan Karantina Indonesia, Abdul Rahman, mengingatkan masyarakat mengenai bahaya masuknya komoditas hortikultura ilegal tanpa pemeriksaan karantina.

Meskipun secara kasat mata terlihat aman, hasil laboratorium menunjukkan adanya potensi ancaman berupa serangga, virus, bakteri, hingga penyakit tanaman yang dapat merusak sektor pertanian nasional.

Abdul Rahman mencontohkan, komoditas bawang merah nasional yang saat ini sudah menembus pasar ekspor dari daerah sentra seperti Brebes dan Bima.

Masuknya bawang ilegal dikhawatirkan membawa penyakit berbahaya yang dapat menyebar ke sentra produksi nasional tersebut, termasuk mengancam komoditas kentang di Jawa Barat dan Sumatera Utara.

Selain menyita bawang, Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kalimantan Barat juga mengamankan barang bukti lain berupa 33 ton bawang bombai, 1,2 ton wortel, dan 7,3 ton kentang dengan total keseluruhan mencapai 42 ton senilai Rp1,1 miliar.

Pihak karantina menegaskan potensi kerugian akibat penyebaran hama dari komoditas ilegal ini bisa jauh lebih besar karena berisiko merusak kesejahteraan petani di Indonesia.

Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat menggunakan Pasal 86 junto Pasal 33 ayat 1 dan atau Pasal 88 junto Pasal 35 ayat 1 Undang-undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Pasal ini membawa ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara atau denda hingga Rp10 miliar.

Penyidik juga menerapkan aturan lain seperti UU Hortikultura, UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani, UU Perdagangan, serta UU Perlindungan Konsumen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Influencer ZNM Diperiksa Bareskrim Polri Jumat Besok, Buntut Viral Gunakan Gas N2O Whip Pink

Influencer ZNM Diperiksa Bareskrim Polri Jumat Besok, Buntut Viral Gunakan Gas N2O Whip Pink

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 18:59 WIB

Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit di Jakarta Tembus Rp80 Ribu per Kg!

Jelang Iduladha, Harga Cabai Rawit di Jakarta Tembus Rp80 Ribu per Kg!

News | Rabu, 20 Mei 2026 | 13:59 WIB

Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen

Harga Pangan Melonjak, Bawang Merah Naik Nyaris 10 Persen

Bisnis | Rabu, 20 Mei 2026 | 10:44 WIB

Terkini

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

7 Bedak Lokal untuk 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan dan Garis Halus

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:52 WIB

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Anime Our Last Crusade Season 3 Resmi Diumumkan, Tujuh Seiyuu Utama Kembali

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:30 WIB

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

O!Save Punya Siapa? Ini Pemilik Toko Retail Banjir Diskon yang Jadi Sorotan

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:24 WIB

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Kronologi RANS Carnival Diboikot, Aksi 'Warga Jaga Warga' Selamatkan UMKM

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Syarat Mengurus KTP Hilang 2026, Cek Dokumen dan Cara Menggantinya Gratis

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 11:22 WIB

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

Bela Dandhy Laksono, Menteri HAM: Seseorang Tak Boleh Dihukum karena Daya Cipta dan Karsanya

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi

News | Minggu, 01 November 2026 | 11:03 WIB

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Tren Soft Life dan Isu Mental Health: Bisakah Hidup Tenang Tanpa Harus Kaya?

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 11:00 WIB

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Cara Membersihkan Kacamata yang Baik dan Benar, Boleh Dicuci Pakai Air?

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 10:46 WIB

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Pemerintah Didesak Perjuangkan Hak Kelola Warga atas Eks Konsesi SRL di Pulau Rangsang

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 10:33 WIB

×