Pigai Sebut Kasus Andrie Yunus Jadi Sejarah Baru: Pemerintah Beri Atensi, Tanpa Intervensi Hukum

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 07 April 2026 | 18:06 WIB
Pigai Sebut Kasus Andrie Yunus Jadi Sejarah Baru: Pemerintah Beri Atensi, Tanpa Intervensi Hukum
Menteri HAM Natalius Pigai. (Tangkap layar)
baca 10 detik
  • Menteri HAM Natalius Pigai menyatakan pemerintah memberikan perhatian sejarah terhadap kasus penyiraman air keras aktivis Andrie Yunus di Jakarta.
  • Pemerintah berkomitmen tidak melakukan intervensi terhadap proses hukum di peradilan militer demi menjaga prinsip Trias Politika yang berlaku.
  • Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menegaskan perlindungan HAM diberikan kepada seluruh rakyat Indonesia tanpa memandang latar belakang politik mereka.

Suara.com - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, menyatakan, bahwa perhatian besar yang diberikan pemerintah saat ini terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa seorang aktivis merupakan catatan sejarah baru di Republik Indonesia.

Hal ini berkaca dari kasus penyiraman air keras yang dialami aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi XIII DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026), Pigai menegaskan, bahwa sejak awal Kementerian HAM, Fraksi Gerindra, hingga jajaran Komisi XIII telah menunjukkan sikap tegas terkait kasus tersebut.

"Ini baru dalam sejarah Republik Indonesia ya, kasus yang dihadapi oleh aktivis langsung jadi atensi pemerintah Republik Indonesia. Menteri HAM, DPR, partai-partai, bahkan partai yang sudah ruling party (berkuasa). Presiden sendiri pun menyampaikan hal yang sama," ujar Pigai.

Meski pemerintah memberikan perhatian serius, Pigai menekankan bahwa eksekutif tetap memegang teguh prinsip Trias Politika. 

Ia menjamin pemerintah tidak akan melakukan intervensi terhadap proses hukum yang saat ini sedang berjalan di peradilan militer.

"Eksekutif tidak bisa mengatur dan mengarahkan proses peradilan di mana, nggak bisa. Kami hanya bisa mengucapkan bahwa ini tidak adil. Itu cukup bagi pemerintah. Kami tidak bisa digiring untuk menentukan menghukum seorang dalam konteks peradilan, karena negara sejati tidak boleh ikut intervensi," tegasnya.

Pigai juga mengingatkan agar semua pihak menghindari trial by the mob (peradilan oleh massa) dan trial by the press (peradilan oleh media). 

Menurutnya, tekanan publik dan pers terkadang bisa berdampak kurang baik pada proses hukum, meskipun ia memahami keraguan publik terhadap profesionalisme peradilan dalam kasus ini.

baca juga

Pigai kemudian membandingkan respons pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dengan era-era kepemimpinan sebelumnya. 

Ia menyebut, di masa lalu—mulai dari era Soeharto hingga presiden-presiden setelahnya—banyak aktivis menjadi korban kekerasan namun pemerintah cenderung diam.

"Jangankan presiden, menterinya saja tidak pernah ngomong. Baru kali ini Presiden menghadirkan keadilan. Oleh karena itu, jangan ragukan Kementerian HAM dan pemerintah atas ketidakadilan yang dihadapi oleh siapa pun di Republik Indonesia," kata Pigai.

Ia menegaskan bahwa perlindungan HAM di bawah kepemimpinannya tidak akan memandang latar belakang politik seseorang, baik itu dari kubu pemerintah maupun oposisi.

"Apakah kamu partai yang berkuasa atau yang oposisi, bagi kami tidak penting. Bagi kami adalah siapa pun rakyat Indonesia. Harus melindungi segenap bangsa, memajukan kehidupan bangsa, menyejahterakan rakyat, dan mencerdaskan kehidupan bangsa," tuturnya.

Lebih lanjut, Pigai menekankan komitmen kuat Presiden Prabowo Subianto terhadap rakyat sebagai landasan kerja pemerintah saat ini.

"Jangan ragukan kami hari ini. Prabowo mencintai takhta untuk rakyat dan harta untuk rakyat," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:25 WIB

Gebrakan Menteri HAM Natalius Pigai di DPR: Singgung Intoleran hingga Usul UU Kebebasan Beragama

Gebrakan Menteri HAM Natalius Pigai di DPR: Singgung Intoleran hingga Usul UU Kebebasan Beragama

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:38 WIB

Komnas HAM Respons Aksi Protes Buntut Kasus Andrie Yunus, Bakal Surati Presiden dan DPR

Komnas HAM Respons Aksi Protes Buntut Kasus Andrie Yunus, Bakal Surati Presiden dan DPR

News | Selasa, 07 April 2026 | 16:32 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:25 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

×