Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 08 April 2026 | 07:13 WIB
Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur
Iran mengancam bakal melumpuhkan pasokan energi global jika Amerika Serikat terus menyerang infrastruktur domestik mereka.
baca 10 detik

Iran mengancam hancurkan kilang gas Arab untuk mengusir pengaruh militer Amerika Serikat.

Ketegangan meningkat akibat serangan terhadap jembatan dan fasilitas petrokimia milik negara Iran.

Teheran meluncurkan serangan balasan ke-99 menggunakan teknologi sistem rudal ganda terbaru IRGC.

Suara.com - Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah militer Iran mengeluarkan ancaman sangat serius.

Pihak Teheran berencana melumpuhkan seluruh aset energi di negara-negara Arab yang beraliansi dengan Amerika Serikat.

Langkah ekstrem ini diambil sebagai respons atas gangguan beruntun terhadap fasilitas publik di dalam negeri Iran.

Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya menjadi lembaga yang mengoordinasikan pesan peringatan keras terhadap pihak Barat ini.

Unit komando tersebut menegaskan bahwa kedaulatan infrastruktur negara adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi.

Ancaman Kelangkaan Energi Global

Negara-negara pendukung kebijakan Washington kini berada dalam jangkauan target serangan balasan dari angkatan bersenjata Iran.

Skenario penghancuran ini dirancang untuk menciptakan kelangkaan minyak dan gas bumi dalam skala waktu yang panjang.

Iran berambisi memaksa militer Amerika Serikat angkat kaki sepenuhnya dari wilayah strategis Teluk melalui tekanan ekonomi.

baca juga

"Kami akan menargetkan infrastruktur AS dan sekutunya dengan cara yang akan merampas minyak dan gas kawasan dari mereka selama bertahun-tahun dan memaksa mereka untuk mundur dari kawasan tersebut," kata juru bicara Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari dalam sebuah pernyataan.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Teheran tidak akan ragu mengeksekusi serangan pada fasilitas petrokimia milik musuh.

Agresi Tanpa Provokasi Pemicu Konflik

Sejarah ketegangan terbaru ini bermula dari serangkaian serangan udara yang menyasar obyek vital di tanah Iran.

Sejak akhir Februari lalu, berbagai jembatan dan jalur kereta api nasional menjadi sasaran empuk militer asing.

Rezim Israel dan Amerika Serikat dituding sebagai dalang utama di balik sabotase yang merugikan rakyat Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 07:01 WIB

Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan

Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan

News | Rabu, 08 April 2026 | 06:42 WIB

Terpopuler: Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Komdigi Cecar Google-Meta

Terpopuler: Trump Ancam Habisi Iran dalam Satu Malam, Komdigi Cecar Google-Meta

Tekno | Rabu, 08 April 2026 | 07:05 WIB

Terkini

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

Pati Kompak! Ratusan Ormas Deklarasi Damai di Alun-alun, Tegaskan Tolak Aksi Provokatif

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Dari Panggung KKI 2026, Belasan UMKM Sumsel Membidik Pasar Nasional hingga Ekspor

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:49 WIB

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Cek Kesehatan Gratis Efektif Deteksi Dini dan Eliminasi Kasus TBC di Tangsel

Banten | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Karhutla Sumsel Belum Terkendali, 8 Lokasi Masih Terbakar, Air Makin Menipis

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Guncang Lima Kota Besar, Deddy Corbuzier Bawa Invasi Indonesia Podcast Festival 2026 ke Luar Jakarta

Entertainment | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

Kemendagri Dorong Digitalisasi Transaksi Daerah Tak Sekadar Pembayaran, tapi Dongkrak PAD

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Indonesia - China Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Bidang Pertahanan

Video | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

Praperadilan Febrie: Ahli Sebut TPPU Pasca 2026 Wajib Pakai Pasal 607, Bukan UU Lama

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 23:00 WIB

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

28 Tahun Berlalu, Luka Mei 1998 Kembali Disuarakan Lewat Lagu

News | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Bayi 3 Bulan di OKU Terbaring di ICU, 11 Hari Setelah Diduga Dianiaya Ayah Kandung

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 22:48 WIB

×