Akal Bulus Pengoplos Gas Cileungsi: Pakai 'Mata-Mata' HT, Ibu-Ibu Jadi Tameng, hingga Trik Es Batu!

Muhammad Yasir | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 07:44 WIB
Akal Bulus Pengoplos Gas Cileungsi: Pakai 'Mata-Mata' HT, Ibu-Ibu Jadi Tameng, hingga Trik Es Batu!
Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri membongkar praktik pengoplosan LPG subsidi di Desa Cileungsi Kidul, Bogor, Jawa Barat. [Suara.com/ Dinda]
  • Dittipidter Bareskrim Polri membongkar praktik pengoplosan LPG subsidi di Desa Cileungsi Kidul, Bogor, pada 31 Maret 2026 lalu.
  • Pelaku mempekerjakan warga sekitar menggunakan es batu untuk memindahkan gas subsidi ke tabung gas nonsubsidi secara ilegal.
  • Tindakan ilegal ini memberikan keuntungan besar bagi pelaku karena adanya perbedaan harga signifikan antara gas subsidi dan nonsubsidi.

Suara.com - Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri membongkar praktik pengoplosan LPG subsidi di Desa Cileungsi Kidul, Bogor, Jawa Barat. Bukan sekadar bisnis ilegal, para pelaku ternyata melibatkan warga sekitar, termasuk ibu-ibu, sebagai "tameng" sekaligus bagian dari rantai proses produksi gas ilegal tersebut.

Kasubdit V Dittipidter Bareskrim Polri, Kombes Pol Bambang Wijanarto, mengungkap pihaknya bahkan sempat menghadapi perlawanan pasif dari masyarakat saat melakukan penggerebekan pada Selasa, 31 Maret 2026 lalu.

"Di lokasi ini kegiatan (pengoplosan) LPG subsidi ini dilindungi oleh masyarakat. Ketika petugas masuk ke desa tersebut, masyarakat menggunakan handy talky (HT) untuk memberikan informasi kepada pelaku di lapangan," ujar Bambang saat konferensi pers di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, pada Selasa (7/4/2026).

Bambang menjelaskan, para pelaku sengaja melibatkan warga sekitar agar bisnis ilegal mereka aman dari pantauan aparat. Modusnya, para ibu di desa tersebut dipekerjakan untuk menyediakan es batu dalam jumlah besar.

Es batu tersebut ternyata merupakan komponen kunci dalam proses "penyuntikan" gas dari tabung melon 3 kg ke tabung 12 kg dan 50 kg.

"Pelaku ini memberdayakan masyarakat sekitar. Ibu-ibu di desa itu diberdayakan untuk membuat es, yang kemudian digunakan untuk melakukan kegiatan pengoplosan," jelasnya.

Secara teknis, Bambang menjelaskan es batu digunakan untuk menjaga suhu tabung agar tetap dingin saat proses perpindahan gas berlangsung.

"Es batu supaya dingin tidak panas meledak. Dan perbedaan suhu itu kan bisa mengalirkan ke yang lebih rendah ya, sehingga gasnya turun, gasnya jadi cair," tambah Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Mohammad Irhamni dalam sesi doorstop.

Rumah Kontrakan Dijebol dan Plafon Bolong

Dalam penggerebekan di dua TKP tersebut, polisi mengamankan ratusan tabung gas melon. Di TKP pertama, polisi menangkap pelaku beserta 309 tabung LPG 3 kg. Namun di TKP kedua, pelaku berhasil kabur meski polisi menyita 209 tabung.

Kondisi tempat pengoplosan pun tergolong ekstrem. Pelaku memodifikasi rumah kontrakan petakan sedemikian rupa untuk sirkulasi udara agar gas tidak mudah meledak.

"Rumah kontrakan petakan. Kemudian dimodifikasi, dijebol sehingga dileskan ruang terbuka. Plafonnya juga dijebol di atas supaya kegiatan pengoplosan ini dapat udara yang cukup," ungkap Bambang.

Keuntungan Fantastis dari Tabung Suntikan
Praktik lancung ini dipicu oleh selisih harga subsidi dan non-subsidi yang terpaut jauh. Pelaku membeli tabung 3 kg dari penyuplai di Jakarta Utara seharga Rp20.000 per tabung.

Untuk mengisi satu tabung 12 kg, dibutuhkan empat tabung melon (modal Rp80.000). Gas oplosan itu kemudian dijual seharga Rp125.000, memberikan margin keuntungan Rp45.000 per tabung. Keuntungan lebih gila lagi didapat dari tabung 50 kg.

"Untuk yang 50 kilogram, dia membutuhkan 16 tabung 3 kilo, modalnya Rp320 ribu. Kemudian dijual ke pemesan Rp520 ribu, selisih Rp200 ribu. Nah, pemesan ini menjual lagi ke industri seharga Rp1 juta, sehingga dia sendiri untung sekitar Rp480 ribu," papar Bambang secara rinci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terima Aduan Warga via DM, Legislator Gerindra Soroti Tramadol Bebas Dijual di Pinggir Jalan

Terima Aduan Warga via DM, Legislator Gerindra Soroti Tramadol Bebas Dijual di Pinggir Jalan

News | Selasa, 07 April 2026 | 19:58 WIB

Negara Rugi Rp1,2 Triliun! Bareskrim Sikat 672 Penyalahguna BBM-LPG, 2 Anggota TNI Ikut Terseret

Negara Rugi Rp1,2 Triliun! Bareskrim Sikat 672 Penyalahguna BBM-LPG, 2 Anggota TNI Ikut Terseret

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:29 WIB

Tak Main-main! JK Lengkapi Bukti Tambahan untuk Seret Rismon dan 4 Akun YouTube ke Polisi

Tak Main-main! JK Lengkapi Bukti Tambahan untuk Seret Rismon dan 4 Akun YouTube ke Polisi

News | Selasa, 07 April 2026 | 13:44 WIB

Terkini

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

Politisi Demokrat Dorong Pemakzulan Donald Trump dan Menteri Perang AS

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:43 WIB

Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan

Trump Ancam Musnahkan 'Satu Peradaban' di Iran, Wapres AS Buru-buru Meluruskan

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:39 WIB

Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini

Pejabat Israel Akui Mojtaba Khamenei Masih Hidup dan Berada di Kota Ini

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:31 WIB

Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu

Trump Tunda Serangan ke Iran Selama 2 Minggu

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:20 WIB

Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur

Iran Ancam Hancurkan Kilang Minyak Arab Jika AS dan Israel Terus Nekat Mengganggu Infrastruktur

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:13 WIB

Viral Aksi Nyeleneh Pria Pakai Baju Muslim Minum Oli Mesin di Makassar, MUI Sulsel: Itu Haram!

Viral Aksi Nyeleneh Pria Pakai Baju Muslim Minum Oli Mesin di Makassar, MUI Sulsel: Itu Haram!

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:04 WIB

Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April

Vonis Gugatan atas Sangkalan Fadli Zon soal Perkosaan Massal 1998 Digelar 21 April

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:00 WIB

Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan

Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan

News | Rabu, 08 April 2026 | 06:42 WIB

Ancaman Bak Neraka Jadi Kenyataan Militer AS Hantam Infrastruktur Vital Iran di Pulau Kharg

Ancaman Bak Neraka Jadi Kenyataan Militer AS Hantam Infrastruktur Vital Iran di Pulau Kharg

News | Rabu, 08 April 2026 | 06:36 WIB

Mojtaba Khamenei Diklaim Kritis, Intelijen AS Bocorkan Memo Rahasia Tentang Kelumpuhan Iran

Mojtaba Khamenei Diklaim Kritis, Intelijen AS Bocorkan Memo Rahasia Tentang Kelumpuhan Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 06:21 WIB