Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 08 April 2026 | 11:25 WIB
Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur
Krisis kemanusiaan dan ekonomi melanda Iran akibat perang, memicu ketakutan akan kembalinya kekerasan rezim.
baca 10 detik
  • Perang di Iran menyebabkan PHK massal dan krisis pangan yang mencekam warga Teheran.

  • Fasilitas medis mulai kekurangan obat-obatan sementara korban sipil terus berjatuhan akibat pengeboman.

  • Warga menghadapi trauma ganda dari serangan udara dan ancaman represi kekerasan dari rezim.

Suara.com - Langit Teheran Iran yang biasanya tenang mendadak berubah menjadi panggung horor bagi Setareh dan rekan kerjanya.

Getaran hebat dan suara ledakan yang memekakkan telinga meruntuhkan rasa aman yang selama ini mereka rasakan.

"Saya pikir itu adalah bom," kenang Setareh saat menggambarkan detik-detik mencekam di kantornya, dikutip dari BBC.

Asap tebal yang membumbung tinggi menjadi saksi bisu kehancuran yang lokasinya belum sempat teridentifikasi saat itu.

Kepanikan masal melanda, membuat suasana kantor berubah menjadi kekacauan total selama berjam-jam tanpa kendali.

Hari yang sama saat bom jatuh menjadi hari terakhir Setareh menyandang status sebagai seorang karyawan.

Atasannya memutuskan untuk menutup bisnis secara permanen dan memberhentikan seluruh staf karena kondisi keamanan.

Bagi Setareh, pekerjaan tersebut adalah segalanya; tempat ia bersosialisasi dan sumber penghasilan mingguan yang pasti.

Kini, suara ledakan tiap malam telah merampas ketenangan dan kemampuan tidurnya secara alami tanpa bantuan medis.

baca juga

"Saya sejujurnya bisa katakan bahwa saya tidak tidur selama beberapa malam dan hari berturut-turut. Saya mencoba rileks dengan meminum obat pereda nyeri yang sangat kuat agar bisa tidur. Kecemasan ini begitu hebat hingga mempengaruhi tubuh saya. Ketika saya memikirkan masa depan dan membayangkan kondisi tersebut, saya benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukan," ungkapnya dengan penuh keputusasaan.

Ketakutan Setareh bukan hanya soal bom, melainkan bayang-bayang kemiskinan ekstrem yang kini menjerat jutaan orang.

Sebelum konflik pecah, inflasi harga pangan di Iran sudah melonjak hingga angka 60 persen dalam setahun.

Ketiadaan tabungan akibat sanksi bertahun-tahun membuat masyarakat kehilangan bantalan ekonomi saat krisis ini datang menghantam.

"Kami bahkan tidak mampu membeli makanan pokok. Apa yang ada di kantong kami tidak sesuai dengan harga pasar... Iran juga telah berada di bawah sanksi selama bertahun-tahun, dan masalah yang diciptakan oleh Republik Islam berarti selama ini kami tidak bisa membangun tabungan apa pun, setidaknya cukup untuk bertahan hidup sekarang atau bergantung pada sesuatu. Sederhananya, orang-orang yang saya pikir mungkin punya uang untuk dipinjamkan juga tidak punya apa-apa," jelas Setareh mengenai realitas pahit di pasar.

Banyak yang memprediksi bahwa pengangguran massal akan memicu gelombang protes besar seperti pada awal tahun 2026.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran

Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:04 WIB

90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?

90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:00 WIB

Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya

Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Meroket 1.004 Persen, Jumlah Rekening Emas BRI di BRImo Tembus 3 Juta

Bri | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:28 WIB

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

16 Perusahaan Diselidiki Karhutla Sumsel, Mengapa Nama Korporasi Belum Dibuka?

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:25 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Dibawa ke Paripurna, Siap Disahkan Jadi UU

News | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:18 WIB

×