Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 08 April 2026 | 11:25 WIB
Hidup Bak di 'Neraka', Warga Iran Minum Obat Penghilang Sakit Agar Bisa Tidur
Krisis kemanusiaan dan ekonomi melanda Iran akibat perang, memicu ketakutan akan kembalinya kekerasan rezim.
baca 10 detik
  • Perang di Iran menyebabkan PHK massal dan krisis pangan yang mencekam warga Teheran.

  • Fasilitas medis mulai kekurangan obat-obatan sementara korban sipil terus berjatuhan akibat pengeboman.

  • Warga menghadapi trauma ganda dari serangan udara dan ancaman represi kekerasan dari rezim.

"Saya tidak tahu bagaimana gelombang pengangguran besar-besaran ini akan ditangani. Tidak ada sistem pendukung dan pemerintah tidak akan melakukan apa pun untuk semua orang yang menganggur ini. Saya percaya perang yang sebenarnya akan dimulai jika perang ini berakhir tanpa hasil apa pun," tegasnya mengenai harapannya akan perubahan rezim.

Di sudut lain, Tina yang bekerja sebagai perawat mulai merasakan krisis pasokan medis yang mengancam nyawa pasien.

Kekhawatiran terbesarnya adalah jika infrastruktur kesehatan mulai menjadi target serangan udara secara langsung dalam waktu dekat.

"Kekurangan itu belum meluas, tetapi sudah mulai terjadi," ujar Tina memberikan peringatan dini dari garis depan medis.

Ia menambahkan, "Masalah yang paling penting adalah perang ini tidak boleh menjangkau rumah sakit. Jika konflik berlanjut dan infrastruktur menjadi sasaran serta obat-obatan tidak dapat diimpor, maka kita akan menghadapi masalah yang sangat serius."

Tina menjadi saksi mata betapa mengerikannya luka-luka yang dialami warga sipil akibat ledakan bom yang tidak terduga.

Ia melihat korban berdatangan dalam kondisi yang tidak lagi bisa dikenali dengan anggota tubuh yang sudah tidak utuh.

Salah satu memori paling menyakitkan bagi Tina adalah kematian seorang ibu muda yang tengah hamil dua bulan.

"Karena pemboman di daerahnya - rumahnya dekat dengan pusat militer - rumah mereka rusak. Ketika mereka membawanya ke rumah sakit, baik ibu maupun janinnya tidak hidup," kenang Tina dengan nada pedih.

baca juga

Ia melanjutkan, "Keduanya telah meninggal. Dia hanya terpaut dua bulan dari melahirkan, namun sayangnya baik dia maupun bayinya tidak selamat. Itu adalah situasi yang sangat mengerikan."

Tragedi ini membawa kembali cerita masa lalu saat ibunya mengandung dirinya di tengah perang Iran-Irak tahun 1980-an.

Dahulu ibunya harus bersembunyi di bunker, dan kini Tina menghadapi nasib serupa dalam siklus kekerasan yang sama.

"Mendengar cerita-cerita itu selalu membuat saya berhenti dan berpikir, membayangkan diri saya dalam keadaan itu dan menempatkan diri saya dalam situasinya. Sekarang, saya menemukan diri saya dalam situasi yang sama dengan yang pernah dihadapi ibu saya. Saya tidak percaya betapa cepatnya sejarah berulang," tuturnya.

Berbicara menentang pemerintah di Iran adalah tindakan yang bisa berujung pada eksekusi atau penyiksaan di dalam penjara.

Pasukan keamanan terus berpatroli, siap menindak siapapun yang dianggap melakukan pembangkangan terhadap otoritas negara di tengah perang.

Behnam, seorang mantan tahanan politik, menyimpan trauma mendalam dari luka tembak yang pernah ia alami saat demonstrasi.

Di tubuhnya masih bersarang serpihan logam dari amunisi yang ditembakkan petugas saat menyergapnya di sebuah gang sempit.

"Mereka menjebak kami di salah satu gang - gang yang menuju ke alun-alun. Mereka menembakkan peluru dan gas air mata," kata Behnam sambil menunjukkan hasil rontgennya.

Ia merasa hidupnya kini tidak lagi memiliki nilai yang sama setelah berulang kali berhadapan langsung dengan maut.

"Begitu Anda melihat betapa mudahnya hidup Anda terancam - bahwa insiden sederhana atau takdir yang berputar dapat berarti kematian atau kelangsungan hidup - setelah itu, hidup Anda tidak lagi memegang nilai yang sama bagi Anda. Dan pengalaman itu membuat Anda kurang peduli pada diri sendiri," akunya.

Sejak kecil, Behnam sudah terpapar cerita kekerasan rezim, termasuk keluarga yang kuku jarinya dicabut paksa oleh Garda Revolusi.

Ia bercerita tentang penghinaan dan penderitaan fisik luar biasa yang dialami kerabat laki-lakinya selama masa interogasi yang kejam.

Efek domino dari aktivitas politik satu orang anggota keluarga seringkali menghancurkan masa depan seluruh keluarga besar di Iran.

"Kita semua tumbuh besar dengan mengenal seseorang yang berbakat di keluarga kita - sepupu, paman, bibi - yang masa depannya hancur hanya karena kerabat lainnya terlibat dalam aktivitas politik yang dilarang," ujarnya.

Meskipun saat ini situasi terasa sangat gelap, Behnam tetap memelihara secercah harapan untuk masa depan yang lebih baik.

Ia percaya bahwa suatu saat nanti, rakyat Iran akan bisa menertawakan semua penderitaan ini di dunia yang merdeka.

"Saya tidak akan sembuh sampai hari kita bebas dan di dunia yang bebas [bisa] melihat kembali penderitaan yang kita alami di dunia yang tidak bebas, dan pada akhirnya menertawakannya. Saya yakin hari itu akan tiba," tutupnya dengan keyakinan kuat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran

Apa Itu Ghost Murmur? Teknologi Baru yang Digunakan CIA untuk Temukan Pilot AS di Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:04 WIB

90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?

90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?

News | Rabu, 08 April 2026 | 11:00 WIB

Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya

Khawatir dengan Ucapan Trump, PBB: Seluruh Dunia Mungkin Terdampak Konsekuensinya

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:59 WIB

Terkini

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Aturan Feng Shui Dapur, Jangan Biarkan Rezeki Hangus karena Salah Letak Kompor

Lifestyle | Minggu, 23 Agustus 2026 | 05:00 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

×