90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?

Bernadette Sariyem

Rabu, 08 April 2026 | 11:00 WIB
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan kapal selam nuklir AS, USS Nautilus (kanan). [Suara.com]
baca 10 detik
  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan serangan militer terhadap Iran pada 8 April 2026 melalui mediasi Pakistan.
  • Gencatan senjata selama dua pekan disepakati dengan syarat Iran harus membuka kembali akses Selat Hormuz secara aman.
  • Kedua negara sepakat menahan diri dari eskalasi militer demi stabilitas pasokan energi serta menghindari potensi kehancuran peradaban global.

Suara.com - Sembilan menit sebelum tenggat waktu ancamannya untuk menyerang habis-habisan Iran, Rabu (8/4/2026) dini hari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara mengejutkan membatalkannya dan malah mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan ke depan.

Keputusan dramatis ini diambil hanya 1 jam 30 menit setelah Trump mengeluarkan ancaman mengerikan bahwa "sebuah peradaban akan mati malam ini" jika Teheran tidak segera tunduk pada tuntutan Washington.

Padahal, banyak pihak menduga AS akan menggunakan senjata nuklirnya. Ini merujuk pada pernyataan Wakil Presiden AS Wakil, yakni JD Vance yang mengatakan pasukan AS dapat menggunakan alat-alat yang "sejauh ini belum mereka putuskan untuk digunakan".

Sekretaris Pers Karoline Leavitt juga memberikan jawaban setengah putus asa ketika ditanya oleh kantor berita AFP, apakah Trump siap menggunakan senjata nuklir.

“Hanya Presiden yang tahu bagaimana situasinya dan apa yang akan dia lakukan,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Kongres AS juga mendesak Trump untuk memperjelas bahwa maksud pernyataan "akan memusnahkan peradaban Iran dalam semalam" bukan menggunakan senjata nuklir.

"Dia (Trump) harus memperjelas semuanya, bahwa ia tak mempertimbangkan menggunakan senjata nuklir," desak anggota Kongres dari Partai Demokrat Texas, Joaquin Castro.

Namun, Selasa (7/4) malam, melalui platform media sosialnya, Truth Social, Trump mengumumkan pembatalan serangan tersebut.

Langkah ini mengejutkan banyak pihak, mengingat retorika agresif yang ia bangun sepanjang hari. Dalam pernyataannya, Trump memberikan apresiasi khusus kepada Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam kesepakatan mendadak ini.

baca juga

Namun, ia menegaskan penundaan ini datang dengan syarat mutlak: pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran.

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, di mana mereka meminta agar saya menahan kekuatan penghancur yang akan dikirim malam ini ke Iran, dan tunduk pada persetujuan Republik Islam Iran untuk PEMBUKAAN Selat Hormuz secara LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran untuk jangka waktu dua minggu,” tulis Trump.

Pernyataan trump itu diunggah pada pukul 18:32 waktu setempat, kurang dari satu setengah jam sebelum tenggat waktu serangan yang dijadwalkan pukul 20:00.

Respons Teheran dan Syarat Kesepakatan

Tak lama setelah pesan Trump beredar, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa kesepakatan tentatif telah tercapai.

Araghchi menyatakan, militer Iran siap menahan diri jika Amerika Serikat benar-benar menghentikan agresinya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Isi 10 Poin Proposal Iran ke Amerika Serikat untuk Gencatan Senjata

Isi 10 Poin Proposal Iran ke Amerika Serikat untuk Gencatan Senjata

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:57 WIB

Pasca Gencatan Senjata, PM Pakistan Fasilitasi Dialog Strategis Amerika - Israel dan Iran

Pasca Gencatan Senjata, PM Pakistan Fasilitasi Dialog Strategis Amerika - Israel dan Iran

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:39 WIB

Israel Syok Trump Terima 10 Tuntutan Iran demi Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz

Israel Syok Trump Terima 10 Tuntutan Iran demi Gencatan Senjata dan Buka Selat Hormuz

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:24 WIB

Selat Hormuz Dibuka Sementara, Iran Tetapkan 2 Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas

Selat Hormuz Dibuka Sementara, Iran Tetapkan 2 Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas

News | Rabu, 08 April 2026 | 10:08 WIB

Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk

Dewan Keamanan Iran: Perang Belum Berakhir, Tangan Kami Tetap di Pelatuk

News | Rabu, 08 April 2026 | 09:56 WIB

Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat

Iran dan Israel Sepakati Gencatan Senjata Bersama Amerika Serikat

News | Rabu, 08 April 2026 | 08:19 WIB

Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total

Trump Terima Proposal Damai 10 Poin Iran Sambil Ancam Gunakan Kekuatan Destruktif Jika Gagal Total

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:59 WIB

Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda

Pepesan Kosong Ancaman Donald Trump ke Iran: 3 Kali Ultimatum, 3 Kali Ditunda

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:51 WIB

Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

Iran Tegaskan Kekuatan Penuh Jika Amerika Salah Langkah Selama Masa Gencatan Senjata

News | Rabu, 08 April 2026 | 07:48 WIB

Terkini

KPK Periksa Stafsus Menhut Raja Juli, Dalami Dugaan Suap Bupati Kuansing

KPK Periksa Stafsus Menhut Raja Juli, Dalami Dugaan Suap Bupati Kuansing

Riau | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:27 WIB

Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan

Ketua KONI Tersangka Korupsi Dana Hibah PON Aceh-Sumatera Utara Langsung Ditahan

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:26 WIB

Kredit Mobil Brio: Berapa Gaji Minimal yang Aman? Begini Simulasinya

Kredit Mobil Brio: Berapa Gaji Minimal yang Aman? Begini Simulasinya

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera

Jangan Ukur Keberhasilan Politik dari Banyaknya Rapat dan Sorotan Kamera

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:20 WIB

Karhutla Kalimantan Makin Parah, Airlangga: Kegiatan Ekonomi Terganggu

Karhutla Kalimantan Makin Parah, Airlangga: Kegiatan Ekonomi Terganggu

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:19 WIB

9 Rekomendasi Skin Tint Ringan untuk Tampilan Segar dan Anti Dempul

9 Rekomendasi Skin Tint Ringan untuk Tampilan Segar dan Anti Dempul

Lifestyle | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:10 WIB

KPK Bongkar Dugaan Rasuah di Pemkab Bogor, Upah Pungut hingga Pengadaan Barang Disorot

KPK Bongkar Dugaan Rasuah di Pemkab Bogor, Upah Pungut hingga Pengadaan Barang Disorot

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Krisis Air Bersih Meluas di Makassar, Ini Kecamatan Terdampak dan Cara Lapor

Krisis Air Bersih Meluas di Makassar, Ini Kecamatan Terdampak dan Cara Lapor

Sulsel | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:09 WIB

Sudah Disambut Baik, Pramono Anung Izinkan Warga Pati Demo di Jakarta: Itu Dijamin Demokrasi!

Sudah Disambut Baik, Pramono Anung Izinkan Warga Pati Demo di Jakarta: Itu Dijamin Demokrasi!

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:06 WIB

Terseret Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Ditangkap KPK

Terseret Kasus Suap Penerimaan Mahasiswa Baru, Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Ditangkap KPK

Video | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 13:00 WIB

×