Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 09 April 2026 | 05:53 WIB
Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?
Pasukan perdamaian PBB di UNIFIL (Dok UNIFIL)
baca 10 detik

Pemerintah Indonesia melakukan pengkajian sangat matang terkait rencana penarikan pasukan perdamaian di Lebanon.

Keselamatan prajurit TNI menjadi prioritas utama pemerintah di tengah situasi keamanan Lebanon yang mencekam.

Ketua MPR meminta pemerintah mempertimbangkan pemulangan pasukan demi memenuhi amanat perlindungan warga negara.

Suara.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memberikan penjelasan resmi mengenai keberadaan prajurit TNI di wilayah Lebanon.

Instansi diplomatik ini menyatakan bahwa segala bentuk perubahan posisi personel dalam UNIFIL memerlukan kajian mendalam.

Kementerian Luar Negeri menilai keputusan memulangkan pasukan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa tanpa perhitungan.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menjelaskan posisi strategis Indonesia dalam misi internasional tersebut di Jakarta.

Kehadiran Indonesia pada misi UNIFIL menjadi bukti nyata komitmen kuat bangsa dalam menjaga kedamaian global.

Yvonne memberikan keterangan bahwa keselamatan setiap individu prajurit menjadi salah satu fokus utama dalam evaluasi.

“Sehingga, berbagai keputusan terkait isu ini, termasuk soal usulan penarikan, perlu melalui pertimbangan yang sangat-sangat matang, baik dari sisi keselamatan personel, relevansi mandat UNIFIL, dan kontribusi RI terhadap stabilitas kawasan,” kata Yvonne.

Evaluasi tersebut juga mempertimbangkan bagaimana peran Indonesia dalam menjaga stabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.

Mandat yang dijalankan oleh pasukan UNIFIL berasal langsung dari wewenang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa.

baca juga

Seluruh operasional pasukan perdamaian di lapangan berada di bawah koordinasi teknis dari sekretariat pusat PBB.

Indonesia berperan sebagai salah satu negara penyumbang pasukan terbesar yang terus menjalin komunikasi dengan PBB.

Negara kontributor lainnya juga secara aktif bertukar informasi terkini mengenai kondisi keamanan di area penugasan.

Langkah ini diambil guna memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh personel yang tengah mengemban tugas negara tersebut.

Yvonne menegaskan bahwa setiap penyesuaian strategi di lapangan akan mengikuti protokol koordinasi yang sudah ditetapkan PBB.

Kondisi riil di lapangan menjadi faktor penentu utama dalam mengambil kebijakan terkait nasib pasukan di Lebanon.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:57 WIB

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan

Video | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:45 WIB

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan

Banten | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok

Jabar | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor

Bogor | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 23:12 WIB

×