Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 05:53 WIB
Kapan TNI Ditarik dari Pasukan Perdamaian PBB di UNIFIL?
Pasukan perdamaian PBB di UNIFIL (Dok UNIFIL)

Pemerintah Indonesia melakukan pengkajian sangat matang terkait rencana penarikan pasukan perdamaian di Lebanon.

Keselamatan prajurit TNI menjadi prioritas utama pemerintah di tengah situasi keamanan Lebanon yang mencekam.

Ketua MPR meminta pemerintah mempertimbangkan pemulangan pasukan demi memenuhi amanat perlindungan warga negara.

Keselamatan nyawa para prajurit TNI tetap menjadi skala prioritas tertinggi bagi pemerintah Indonesia dalam situasi ini.

Komitmen perlindungan tersebut ditegaskan kembali oleh pihak Kementerian Luar Negeri dalam menyikapi dinamika keamanan di Lebanon.

Namun di sisi lain muncul desakan dari Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat RI mengenai opsi penarikan pasukan.

Ahmad Muzani meminta agar pemerintah mulai mengkaji peluang pemulangan prajurit dari wilayah konflik yang bergejolak itu.

Permintaan tersebut muncul karena kekhawatiran terhadap jaminan keselamatan yang kian menipis bagi tentara Indonesia di sana.

Menurut pandangan Muzani langkah penarikan pasukan sejalan dengan kewajiban negara dalam melindungi segenap tumpah darah.

Ia menyampaikan aspirasi tersebut dalam pertemuan resmi yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan pada hari Selasa.

Ketua MPR menekankan bahwa perlindungan warga negara merupakan perintah langsung dari konstitusi dasar negara Indonesia.

Hingga saat ini tercatat sudah ada tiga orang prajurit TNI yang dinyatakan gugur saat bertugas.

Kematian para pahlawan bangsa tersebut terjadi akibat serangkaian serangan mematikan yang menghantam posisi pasukan perdamaian.

Selain korban jiwa terdapat delapan personel TNI lainnya yang dilaporkan mengalami luka dalam insiden terpisah.

Serangan beruntun tersebut menjadi sinyal bahaya yang nyata bagi keberlangsungan misi perdamaian di wilayah Lebanon Selatan.

Kementerian Luar Negeri terus memantau perkembangan medis para korban luka yang sedang dalam masa perawatan.

Informasi terkini mengenai keamanan wilayah konflik terus diperbarui secara berkala oleh pihak otoritas militer PBB.

Keputusan besar mengenai masa depan penugasan ini masih menunggu hasil kajian teknis antara pemerintah dan PBB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?

News | Rabu, 08 April 2026 | 22:11 WIB

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:59 WIB

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon

News | Rabu, 08 April 2026 | 21:00 WIB

Terkini

Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk

Bukan Dibacok Begal! Pria di Tambora Patah Kaki Hantam Beton Gara-gara Mabuk

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:21 WIB

Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

Bukan Sabotase, Ini Alasan PLN Butuh Waktu Lama untuk Pulihkan Listrik Sumatra

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:02 WIB

Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

Sisi Getir Pasca-Bencana Sumatra: Masih Ada Sekolah yang Bertahan di Tenda dan Kelas Darurat

News | Senin, 25 Mei 2026 | 16:00 WIB

Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu

Menagih Janji di Atas Puing: Sepuluh Bulan Pedagang Taman Puring Menunggu

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:56 WIB

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian

Pertumbuhan Ekonomi dan Swasembada Pangan Jateng Memuaskan, Tuai Berbagai Pujian

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:55 WIB

Tuntutan 5 Tahun Penjara Dianggap 'Fiksi', Noel Sebut Jaksa Paksakan Fakta di Kasus K3

Tuntutan 5 Tahun Penjara Dianggap 'Fiksi', Noel Sebut Jaksa Paksakan Fakta di Kasus K3

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:46 WIB

Gaji Rp7 Juta Tapi Punya Nissan GT-R Rp12 M, Noel Heran Kekayaan Bobby Mahendro: Gila Ini Orang!

Gaji Rp7 Juta Tapi Punya Nissan GT-R Rp12 M, Noel Heran Kekayaan Bobby Mahendro: Gila Ini Orang!

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:37 WIB

Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam

Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:33 WIB

Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor

Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:27 WIB

Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028

Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:22 WIB