TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai, Dorong Kemandirian Ekonomi

Vania Rossa

Jum'at, 10 April 2026 | 07:54 WIB
TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai, Dorong Kemandirian Ekonomi
TNI AL Latih UMKM Pesisir Olah Hasil Laut dan Kedelai. (Dok. Ist)
  • TNI AL dan FKS Group melatih ratusan pelaku UMKM di Cilacap serta Tegal mengolah hasil laut dan kedelai.
  • Kegiatan pada April 2026 ini bertujuan meningkatkan nilai jual produk serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir Indonesia.
  • Pelatihan ini sekaligus mengedukasi masyarakat mengenai pangan bergizi sebagai langkah strategis dalam upaya percepatan penanganan masalah stunting.

Suara.com - TNI Angkatan Laut melalui Pusat Teritorial Angkatan Laut (Pusteral) memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Bekerja sama dengan FKS Group, TNI AL menggelar pelatihan pengolahan hasil laut dan kedelai bagi ratusan pelaku UMKM di Cilacap dan Tegal pada awal April 2026.

Langkah ini diambil untuk menjawab tantangan rendahnya nilai jual komoditas mentah di wilayah pesisir. Selama ini, melimpahnya hasil laut dan ketersediaan kedelai seringkali belum diimbangi dengan inovasi produk yang memiliki daya saing tinggi di pasar luas.

Transformasi Ekonomi Pesisir

Komandan Pusteral, Laksma A. Agung Pryo Suseno, menjelaskan bahwa peran TNI AL saat ini melampaui batas pertahanan wilayah. Menurutnya, ketahanan wilayah maritim yang kuat berakar dari kemandirian ekonomi masyarakatnya.

"Kami mendorong masyarakat agar mampu mengolah potensi hasil laut dan kedelai secara mandiri. Sinergi ini adalah langkah nyata memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Laksma A. Agung saat memantau pelatihan di Lanal Tegal, Kamis (9/4).

Program ini merupakan bagian dari implementasi Pembinaan Potensi Maritim (Binpotmar) TA 2026. Sebanyak lebih dari 300 peserta diberikan pembekalan teori dan praktik, mulai dari teknik pengolahan higienis hingga diversifikasi produk turunan kedelai sebagai sumber protein terjangkau.

Kolaborasi Strategis dan Penanganan Stunting

Selain fokus pada aspek komersial, pelatihan ini juga menyasar isu kesehatan nasional, yakni penanganan stunting. Edukasi mengenai pangan bergizi berbasis bahan lokal menjadi materi utama guna memastikan masyarakat pesisir tidak hanya mandiri secara finansial, tetapi juga sehat secara nutrisi.

VP of ESG FKS Group, Beatrice Susanto, menyebutkan bahwa keterlibatan pihak swasta melalui program "FKS Empower" bertujuan untuk memberikan pendampingan yang aplikatif bagi UMKM.

"Kami berfokus pada penguatan kapasitas agar UMKM lokal mampu menciptakan produk bernilai tambah. Kolaborasi dengan TNI AL memungkinkan jangkauan yang lebih luas untuk memberikan dampak langsung pada ekosistem ekonomi pesisir," ungkap Beatrice.

Respons Positif Pelaku Usaha

Para pelaku UMKM menyambut baik inisiatif ini. Salah satu peserta di Tegal mengaku mendapat perspektif baru dalam mengolah hasil tangkapan laut dan produk kedelai seperti tempe. Jika sebelumnya produk dijual dalam bentuk sederhana, kini mereka mulai memahami cara meningkatkan nilai jual melalui variasi produk dan kemasan yang lebih menarik.

Melalui sinergi antara militer dan sektor swasta ini, diharapkan muncul pusat-pusat ekonomi baru di wilayah pesisir yang tidak hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi mampu menggerakkan roda industri kreatif skala rumah tangga yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin

Harga Plastik Melonjak, Komisi XII DPR Koordinasi dengan Kemenperin

Bisnis | Kamis, 09 April 2026 | 10:27 WIB

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Pertamina Fasilitasi 1.346 Sertifikasi UMKM, MiniesQ Sukses Tembus Pasar Ritel Modern

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB

BRI Salurkan KUR Rp31,42 Triliun, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

BRI Salurkan KUR Rp31,42 Triliun, Dorong Pertumbuhan UMKM dan Ekonomi Kerakyatan

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:09 WIB

Terkini

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

Bukan Cuma Megathrust, Sesar Misterius Ini Membentang dari Jakarta ke Surabaya, Seberapa Bahaya?

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 22:10 WIB

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

Kejar Quick Wins! Prabowo Boyong Menkes ke Lampung Besok demi Resmikan RSUD Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:50 WIB

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

Narrative Backlash! Pakar: Unggahan Lama Prabowo Soal Rupiah Kini Jadi Senjata Makan Tuan

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:31 WIB

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

Polisi Sita Dokumen dari Lantai 12 WIKA Tower, Buntut Kasus Korupsi Pabrik Gula

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:27 WIB

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

DKI-Depok Kompak, Jalan Berlubang di Bawah Flyover UI Akhirnya Rata Aspal

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:20 WIB

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

Biar Serentak ke Meja Hijau, KPK Tambah 30 Hari Masa Tahanan Gus Yaqut di Kasus Haji

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:17 WIB

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

Otto Hasibuan Digugat Warga, Prabowo Didesak Nonaktifkan Sang Wamenko

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:14 WIB

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

Saran Mitigasi Korupsi Diabaikan, Ombudsman Bongkar Celah Maladministrasi di BGN dan Imipas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 21:02 WIB

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

Korupsi CSR PT PJU Mandek, Boyamin Saiman Ancam Seret Kejari Banyuwangi ke Jalur Hukum

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:55 WIB

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

Keluar Istana, Budi Gunadi Jawab Isu Jadi Menkeu Baru

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:44 WIB