Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 10 April 2026 | 08:35 WIB
Mojtaba Khamenei Klaim Kemenangan Iran Atas Amerika Serikat, Siapkan Strategi Baru di Selat Hormuz
Mojtaba Khamenei (Jerusalem Post)
baca 10 detik
  • Mojtaba Khamenei mengklaim kemenangan Iran atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

  • Iran berencana meningkatkan pengendalian strategis di Selat Hormuz sebagai tahap baru pascaperang.

  • Gencatan senjata diambil untuk mengonsolidasikan kekuatan nasional Iran di meja negosiasi global.

Suara.com - Momentum penting terjadi saat pemimpin tertinggi Iran yang baru saja menjabat memberikan pernyataan resminya.

Mojtaba Khamenei muncul memberikan pesan tertulis di tengah situasi panas antara Iran dengan blok Barat.

Kemunculan perdana ini dilakukan pasca kesepakatan penghentian kontak senjata yang mulai berlaku pada Selasa lalu.

Pernyataan ini terhitung sebagai pidato kedua sejak eskalasi militer gabungan pecah pada akhir Februari 2026.

Pesan emosional tersebut dirilis tepat saat peringatan 40 hari wafatnya Ali Khamenei di masa perang.

Dalam siaran televisi nasional, Khamenei menyatakan negaranya tetap kokoh menghadapi serangan bertubi dari pihak lawan.

Ia memandang ketahanan nasional Iran sebagai bukti keberhasilan melawan dominasi militer Amerika Serikat serta Israel.

“Rakyat Iran telah mencapai kemenangan dalam perang melawan Amerika Serikat dan Israel,” ujarnya, seperti dikutip Chosun.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa posisi tawar Iran tidak goyah meskipun situasi di lapangan sangat sulit.

baca juga

“Kami tidak mencari perang, tetapi kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dalam keadaan apa pun,” katanya.

Pemerintah Iran kini mulai mengalihkan fokus mereka pada pengamanan aset strategis di wilayah perairan internasional.

Selat Hormuz menjadi target utama dalam rencana jangka panjang Teheran untuk memperkuat pengaruh ekonomi global mereka.

Khamenei mengindikasikan adanya transformasi besar-besaran dalam hal pengawasan jalur distribusi minyak mentah dunia tersebut.

“Kami pasti akan memajukan pengelolaan Selat Hormuz ke tahap baru,” ujarnya.

Hal ini diprediksi akan menjadi babak baru dalam peta persaingan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pemerintah Iran tidak hanya diam dan akan mengambil langkah hukum serta diplomasi yang sangat tegas.

Khamenei memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak yang telah melakukan agresi militer ke wilayah kedaulatan mereka.

Ia menekankan bahwa segala kerusakan infrastruktur dan nyawa yang hilang harus dibayar dengan harga setimpal.

Hubungan antarnegara di Timur Tengah menjadi salah satu poin krusial yang disoroti oleh pemimpin tertinggi tersebut.

Khamenei meminta agar negara-negara sekitar tidak mengambil posisi yang salah dalam konflik yang sedang berlangsung ini.

“Negara-negara tetangga harus berdiri di sisi yang benar dalam sejarah,” katanya.

Harapan besar disematkan agar terjalin solidaritas yang kuat di antara sesama negara muslim di wilayah Teluk.

“Kami mengharapkan respons yang sesuai dengan persaudaraan dan niat baik,” tambahnya dengan penuh penekanan.

Meskipun kesepakatan damai sementara selama empat belas hari telah dicapai, rakyat diminta tidak lengah sedikitpun.

Khamenei menilai bahwa mobilisasi massa di jalanan tetap memegang peranan penting dalam meja perundingan diplomatik.

“Jangan membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan,” katanya.

Kehadiran fisik rakyat di ruang publik dianggap sebagai bentuk dukungan moral yang memperkuat posisi delegasi Iran.

“Suara Anda di ruang-ruang publik tanpa diragukan lagi berpengaruh terhadap hasil negosiasi,” tambahnya menjelaskan fungsi tekanan publik.

Mojtaba Khamenei sendiri hingga saat ini masih memilih berkomunikasi melalui teks tertulis tanpa tampil secara fisik.

Ia kembali memberikan penghormatan tinggi bagi mendiang ayahnya yang wafat di awal serangan gabungan musuh.

“Selama empat puluh hari, jiwa agung pemimpin kita yang syahid telah berada dalam kedekatan ilahi, bergabung dengan orang-orang saleh,” ujarnya.

Keteguhan hati masyarakat dalam menghadapi duka mendalam menjadi sorotan utama dalam pidato yang mengharukan tersebut.

“Rakyat Iran, meskipun berduka, mengubah kesedihan mereka menjadi perlawanan dan tekad, mengejutkan musuh mereka dan menginspirasi para pengamat di seluruh dunia,” katanya.

Langkah pengambilan kebijakan gencatan senjata ini didukung penuh oleh seluruh elemen penting di pemerintahan Iran.

Presiden Masoud Pezeshkian mengklarifikasi bahwa pilihan diplomasi ini telah mendapatkan restu penuh dari pimpinan tertinggi.

“Gencatan senjata bukan tanda kelemahan Iran, tetapi pilihan untuk mengonsolidasikan kemenangan,” ujarnya.

Pemerintah saat ini sedang berupaya mengatur ulang strategi nasional setelah mengalami tekanan militer yang cukup berat.

Visi besar Iran tetap pada kedaulatan penuh tanpa ada campur tangan dari kekuatan asing di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar

Selat Hormuz Ditutup Lagi Akibat Israel Serang Lebanon, Iran Murka Gencatan Senjata AS Dilanggar

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:17 WIB

Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon

Sekutu Mulai Pecah Kongsi? Inggris Kecam Trump dan Tuntut Gencatan Senjata di Lebanon

News | Jum'at, 10 April 2026 | 08:04 WIB

Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

Awan Gelap Gencatan Senjata Perang AS - Iran

News | Jum'at, 10 April 2026 | 07:53 WIB

Terkini

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

The Walk Hadir di Serpong, Satukan Kuliner dan Beauty dalam Satu Destinasi Lifestyle

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 02:04 WIB

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

×