Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 12 April 2026 | 07:04 WIB
Konflik Selat Hormuz, Kenapa Strategi Pembersihan Ranjau Laut AS Ditolak Mentah-Mentah Militer Iran?
Selat Hormuz (Zetong)
  • AS dan Iran saling klaim atas kendali navigasi militer di Selat Hormuz yang strategis.

  • Negosiasi diplomatik tingkat tinggi di Islamabad masih terhambat perbedaan syarat kompensasi dan nuklir.

  • Donald Trump mengklaim kemenangan militer saat perang memasuki pekan keenam di tengah krisis energi.

Suara.com - Perebutan otoritas atas jalur navigasi paling vital di dunia yakni Selat Hormuz kini mencapai titik krusial.

Amerika Serikat melalui komando militernya secara terbuka menyatakan telah berhasil mengerahkan armada tempur melintasi wilayah tersebut.

Dikutip dari Al Jazeera, langkah ini diambil sebagai upaya paksa untuk menormalisasi arus perdagangan energi dunia yang sempat lumpuh total.

Ilustrasi [Suara.com/AI-HD]
Ilustrasi [Suara.com/AI-HD]

Klaim sepihak ini bertujuan menunjukkan pada dunia bahwa dominasi maritim kini berada di tangan Washington dan sekutunya.

Namun narasi kemenangan ini menemui tembok tebal berupa penolakan dari pihak Teheran yang merasa tetap berkuasa.

Komando Pusat Amerika Serikat atau CENTCOM menyebutkan dua kapal perusak mereka telah beroperasi di kawasan Teluk Arab.

Kapal USS Frank E Peterson dan USS Michael Murphy disebut telah menyisir ranjau laut yang dipasang pihak Iran.

Laksamana AS Brad Cooper menegaskan bahwa kehadiran kapal-kapal tempur tersebut merupakan momentum besar dalam perang ini.

“Hari ini, kami memulai proses pembangunan jalur lintasan baru, dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong aliran bebas perdagangan,” ujar Cooper.

Bagi Amerika keberadaan jalur alternatif ini adalah solusi untuk memecah kebuntuan ekonomi akibat melonjaknya harga bahan bakar.

Penolakan Keras Militer Iran di Jalur StrategisDi sisi lain markas pusat militer Khatam al-Anbiya Iran langsung memberikan pernyataan balasan yang sangat keras.

Pihak Teheran menegaskan tidak ada satupun kapal perang asing yang bisa melintas tanpa izin resmi dari mereka.

“Klaim komandan CENTCOM mengenai pendekatan dan masuknya kapal-kapal Amerika ke Selat Hormuz dibantah keras,” tegas juru bicara militer Iran.

Pemerintah Iran bersikeras bahwa kontrol penuh atas pergerakan setiap kapal tetap berada di tangan angkatan bersenjata mereka.

“Inisiatif untuk lintasan dan pergerakan kapal apa pun ada di tangan Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” tambah juru bicara tersebut.

Klaim saling silang di laut ini terjadi bersamaan dengan pertemuan diplomatik bersejarah yang berlangsung di Islamabad.

Wakil Presiden AS JD Vance bertemu langsung dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dalam negosiasi formal.

Ini merupakan komunikasi tingkat tertinggi antara kedua negara sejak pecahnya revolusi Islam pada akhir dekade tujuh puluhan.

Meski gencatan senjata sementara telah disepakati namun kedua pihak masih berselisih mengenai syarat-syarat perdamaian jangka panjang.

Isu mengenai kompensasi kerusakan perang dan status program nuklir Iran menjadi penghambat utama dalam meja perundingan.

Status Selat Hormuz Sebagai Senjata Diplomasi Iran

Iran berencana menerapkan tarif tol bagi setiap kapal yang melintas sebagai bentuk ganti rugi atas kerusakan perang.

Bagi Teheran Selat Hormuz bukan sekadar jalur air melainkan tuas penggerak untuk menekan kekuatan ekonomi Barat.

Namun bagi Amerika Serikat menyerahkan kendali selat tersebut kepada Iran dianggap sebagai sebuah kegagalan strategis.

Analis militer melihat bahwa meskipun kekuatan tempur Iran menurun setelah enam minggu perang mereka tetap berbahaya.

Ancaman ranjau laut masih menjadi ketakutan utama bagi kapal-kapal tanker internasional yang ingin melintas di sana.

Presiden Donald Trump lewat media sosial miliknya justru mengklaim bahwa posisi Amerika sudah berada di atas angin.

Trump menyatakan bahwa seluruh dunia berhutang budi pada Amerika karena telah berani membersihkan jalur perdagangan tersebut.

“Semua orang tahu bahwa mereka KALAH, dan KALAH BESAR!” tulis Trump mengenai posisi militer Iran saat ini.

Meski demikian Trump terlihat mulai menunjukkan sikap ambivalen terhadap hasil akhir dari proses negosiasi di Islamabad.

“Apakah kita membuat kesepakatan atau tidak, itu tidak ada bedanya bagi saya, karena kita sudah menang,” kata Trump kepada media.

Latar Belakang Krisis dan Dampak Global

Konflik terbuka antara Amerika Serikat bersama Israel melawan Iran meletus sejak akhir Februari 2026 yang lalu.

Penyebab utama perang ini adalah upaya Washington menghancurkan program nuklir serta membatasi kemampuan rudal jarak jauh Iran.

Selat Hormuz menjadi titik paling panas karena satu per lima pasokan minyak dan gas dunia mengalir melalui perairan sempit ini.

Blokade yang dilakukan Iran sebelumnya telah memicu krisis energi global dan kenaikan harga komoditas pangan secara signifikan.

Kini stabilitas dunia sangat bergantung pada apakah gencatan senjata dua minggu ini bisa berubah menjadi perdamaian permanen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:45 WIB

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Iran: Tak Ada Keistimewaan, Kapal Pertamina Bisa Bebas Jika Indonesia Negosiasi dengan IRGC

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 20:29 WIB

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Iran Mau Buka Selat Hormuz, AS Sepakat Cairkan Dana Iran yang Dibekukan Qatar

Bisnis | Sabtu, 11 April 2026 | 18:25 WIB

Terkini

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

Ancaman Rudal Manpads China Persulit Posisi Amerika Saat Gencatan Senjata dengan Iran

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:45 WIB

Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

Update Data Korban Perang Lebanon, 2020 Orang Tewas Menyusul Serangan Israel di Wilayah Selatan

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:26 WIB

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

Jeritan Ayah di Gaza Menanti Evakuasi 4 Anaknya yang 6 bulan Terkubur Beton di Masa Gencatan Senjata

News | Minggu, 12 April 2026 | 06:09 WIB

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:57 WIB

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?

News | Sabtu, 11 April 2026 | 22:47 WIB

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader

News | Sabtu, 11 April 2026 | 20:18 WIB

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal

News | Sabtu, 11 April 2026 | 19:15 WIB

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:23 WIB

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene

News | Sabtu, 11 April 2026 | 18:00 WIB

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta

News | Sabtu, 11 April 2026 | 17:48 WIB