-
Paus Leo XIV menyerukan perdamaian dunia di tengah serangan kritik pedas dari Donald Trump.
-
Donald Trump menggunakan citra religius di media sosial untuk merespons teguran keras pihak Vatikan.
-
Vatikan mempertanyakan moralitas perang modern yang dianggap tidak lagi memenuhi kriteria perang adil.
Suara.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali posting foto Yesus. Kali ini dia bersama Yesus.
Sebelumnya berkonflik dengan Paus Leo, Paus Leo XIV memilih untuk tetap teguh menyuarakan urgensi dialog internasional demi mengakhiri ketegangan global.
Langkah ini diambil di tengah derasnya arus kritik yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
![Pemerintah Iran menyatakan siap membuka akses Selat Hormuz bagi kapal-kapal Jepang di tengah meningkatnya perang melawan AS dan Israel. [Istimewa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/23/31142-donald-trump.jpg)
Paus menegaskan bahwa pesan perdamaian adalah kebutuhan mendesak yang harus didengar oleh seluruh penduduk dunia saat ini.
Dikutip dari Yahoonews, di saat bersamaan, Trump justru memicu kontroversi baru dengan mengunggah visual yang melibatkan simbol agama.
Mantan pengusaha tersebut membagikan gambar yang menunjukkan sosok Yesus sedang merangkul dirinya di akun media sosial.
Trump secara terbuka menantang opini publik dengan menyebut bahwa para lawan politiknya tidak akan menyukai unggahan tersebut.
"Kaum Radikal Kiri mungkin tidak menyukai ini, tapi menurut saya ini cukup bagus!!! Presiden DJT," tulis Trump dalam keterangan fotonya.
Aksi ini merupakan kelanjutan dari unggahan sebelumnya yang sempat dihapus karena menampilkan citra AI Trump yang menyerupai Kristus.
Sementara itu, Paus Leo XIV tetap melanjutkan agenda kunjungan apostoliknya menuju Kamerun setelah bertolak dari Aljazair.
Sang Pontifex sama sekali tidak memberikan respons langsung terhadap sindiran media sosial maupun pernyataan Wakil Presiden JD Vance.
Alih-alih berdebat, Paus justru membawa pesan mendalam dari ajaran Santo Agustinus untuk merespons situasi kekacauan dunia.
Beliau memfokuskan pembicaraannya pada pentingnya pencarian kebenaran dan persatuan di antara seluruh umat manusia tanpa kecuali.
Menurut Paus, ajaran tentang penghormatan terhadap perbedaan adalah warisan yang sangat relevan untuk dipraktikkan oleh para penganut Kristus.
Paus Leo XIV juga memberikan apresiasi tinggi terhadap toleransi yang ditunjukkan oleh mayoritas warga Muslim di Aljazair.