Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 April 2026 | 15:32 WIB
Iran Ancam Tutup Jalur Ekspor Impor Laut Merah, Hal Mengerikan Ini Bisa Terjadi
Selat Hormuz (Antara)
  • Militer Iran mengancam menutup tiga jalur laut jika blokade Amerika Serikat terus berlangsung.

  • Kegagalan negosiasi di Islamabad memicu pengiriman ribuan pasukan tambahan Amerika Serikat ke kawasan.

  • Israel menyatakan kesiapan tempur penuh sementara Iran tetap mempertahankan hak pengembangan energi nuklirnya.

Suara.com - Ketegangan di perairan Timur Tengah mencapai titik kritis setelah militer Iran mengeluarkan peringatan keras untuk melumpuhkan total aktivitas ekspor-impor di tiga jalur laut strategis.

Langkah ini merupakan respons langsung terhadap blokade angkatan laut yang dilakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz yang menghambat akses pelabuhan Iran.

Dikutip dari China Daily, kondisi ini menandakan kegagalan diplomasi baru-baru ini di Islamabad yang sebelumnya diharapkan mampu meredakan konflik bersenjata di kawasan tersebut.

Mulai Senin (14/3) pukul 10.00 waktu Washington, Angkatan Laut AS bertindak sebagai polisi lalu lintas di Selat Hormuz dan bisa memicu perang terbuka dengan negara lain [Suara.com/AI]
Mulai Senin (14/3) pukul 10.00 waktu Washington, Angkatan Laut AS bertindak sebagai polisi lalu lintas di Selat Hormuz dan bisa memicu perang terbuka dengan negara lain [Suara.com/AI]

Khatam al-Anbiya Central Headquarters menegaskan bahwa kedaulatan nasional Iran kini berada dalam status siaga tinggi untuk merespons gangguan terhadap kapal komersial mereka.

Potensi gangguan arus logistik di Teluk, Laut Oman, dan Laut Merah ini diprediksi akan mengancam stabilitas ekonomi internasional jika konfrontasi fisik kembali pecah.

Ali Abdollahi, panglima komando utama militer Iran Khatam al-Anbiya Central Headquarters, menyampaikan pernyataan tersebut saat mengutuk blokade AS di Selat Hormuz.

"Jika Amerika Serikat mencari cara untuk melanjutkan tindakan ilegalnya dengan memberlakukan blokade angkatan laut di kawasan itu dan menyebabkan ketidakamanan bagi kapal dagang dan kapal tanker minyak Iran, tindakan itu akan menjadi awal dari pelanggaran gencatan senjata, dan angkatan bersenjata Iran yang kuat tidak akan membiarkan ekspor dan impor terus berlanjut di Teluk, Laut Oman, dan Laut Merah," kata Abdollahi.

Ia menambahkan bahwa Iran akan mengambil tindakan tegas untuk membela kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.

Keamanan kapal komersial dan tanker minyak menjadi prioritas utama militer Iran dalam menghadapi tekanan ekonomi dari pihak Barat.

Blokade AS saat ini telah efektif mencegah kapal-kapal untuk transit menuju atau dari pelabuhan-pelabuhan utama di Iran.

Gagalnya Diplomasi Dan Penguatan Militer

Blokade yang diberlakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz terjadi segera setelah kegagalan negosiasi perdamaian di Islamabad, Pakistan, pada akhir pekan lalu.

Sebelumnya, gencatan senjata singkat selama dua minggu telah disepakati oleh Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang dimulai sejak 8 April.

Namun, pengiriman armada tambahan oleh Pentagon menunjukkan bahwa Washington tengah mempersiapkan opsi militer yang lebih luas jika diplomasi benar-benar buntu.

Sekitar 6.000 tentara di atas kapal induk USS George H.W. Bush kini sedang bergerak menuju wilayah perairan Timur Tengah.

Selain itu, gugus tugas Marinir dari Unit Ekspedisi Marinir ke-11 dijadwalkan tiba di akhir bulan untuk memperkuat posisi Amerika Serikat.

Komando Pusat AS melaporkan bahwa kapal perusak USS Spruance telah berhasil mencegat dan mengarahkan kembali kapal kargo berbendera Iran.

"Kemarin, sebuah kapal kargo berbendera Iran mencoba menghindari blokade AS setelah meninggalkan Bandar Abbas, keluar dari Selat Hormuz, dan transit di sepanjang garis pantai Iran," kata komando tersebut di X.

"Kapal perusak berpeluru kendali USS Spruance (DDG 111) berhasil mengarahkan kembali kapal tersebut, yang kini sedang menuju kembali ke Iran."

Hingga saat ini, tercatat sepuluh kapal telah dipaksa berbalik arah sejak blokade resmi diberlakukan oleh Amerika Serikat pada hari Senin.

Pihak Gedung Putih melalui Sekretaris Pers Karoline Leavitt menegaskan bahwa belum ada perpanjangan gencatan senjata yang disepakati saat ini.

Negosiasi Nuklir Di Tengah Krisis

Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, menyatakan bahwa Teheran belum mengonfirmasi kesepakatan apa pun terkait perpanjangan gencatan senjata.

Baghaei menyatakan bahwa Iran menganggap mungkin untuk membahas parameter pengayaan uranium dengan Amerika Serikat, tetapi tetap bersikeras pada haknya untuk menggunakan energi nuklir.

Delegasi dari Pakistan diharapkan mengunjungi Teheran untuk mencoba menyambung kembali tali komunikasi yang terputus antara kedua negara yang bertikai.

Meski demikian, Israel melalui Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan kesiapan tempur mereka jika gencatan senjata benar-benar berakhir.

"Dalam persiapan menghadapi kemungkinan pertempuran akan dilanjutkan, kami siap untuk skenario apa pun," kata Netanyahu.

Konflik ini meledak pada 28 Februari saat Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara ke Teheran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Iran membalas dengan serangan rudal dan drone massal ke aset-aset Israel dan Amerika Serikat, dibarengi dengan penutupan akses Selat Hormuz bagi kapal yang berafiliasi dengan lawan.

Situasi sempat mereda melalui gencatan senjata pada 8 April, namun kegagalan dialog di Islamabad kembali memicu blokade maritim dan ancaman penutupan jalur laut global oleh Iran.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade

Panas! Kapal Perusak Angkatan Laut AS Cegat Tanker Berbendera Iran yang Mau Menghindari Blokade

News | Kamis, 16 April 2026 | 15:14 WIB

Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal

Timnas Iran Tegaskan Tetap Main di Piala Dunia 2026, Skenario Playoff Darurat Batal

Bola | Kamis, 16 April 2026 | 15:02 WIB

Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?

Iran Ancam Tutup Laut Merah, Apa Dampaknya bagi Dunia?

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:55 WIB

Terkini

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

Siapa Mama Sinta? Tokoh Adat Papua Polisikan Ketua LBH Merauke Terkait Film Pesta Babi

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:47 WIB

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

Prabowo Instruksi Bahasa Prancis di Sekolah, PDIP Beri Catatan Kritis: Tidak Bisa Serta Merta Begitu

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:43 WIB

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

Prabowo Tiba di Indonesia Usai Kunjungan dari Prancis, Gibran Menyambut

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 12:32 WIB

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

Ribuan Calon Jemaah Umrah Hanania Travel Gagal Berangkat, Negara Diminta Hadir Sesuai UU Terbaru!

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:26 WIB

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

Buntut Film Pesta Babi, Mama Sinta Asal Papua Polisikan Ketua LBH Merauke di Jakarta

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:08 WIB

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

Eropa Tegang! Vladimir Putin Ancam Bombardir Dua Negara NATO

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 11:00 WIB

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

Alarm Regresi Demokrasi, Menguatnya Kartelisasi Politik dan Ancaman Neo Otoritarianisme di Indonesia

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:52 WIB

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

Buron! Bareskrim Kejar Bos New Zone Medan, Diduga Jadi Bandar Narkoba di Kelab Malam Miliknya

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:31 WIB

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

Krisis Literasi Belum Selesai, Kenapa Siswa Bakal Dipaksa Belajar Bahasa Prancis?

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:18 WIB

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up

News | Sabtu, 30 Mei 2026 | 10:12 WIB