Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci

Bangun Santoso

Kamis, 16 April 2026 | 21:45 WIB
Misteri Kerangka Manusia Nyangkut di Sampah Citarum, Ciri Kawat Jadi Kunci
Tim Gabungan saat mengevakuasi kerangka manusia di Bawah Jembatan Sungai Citarum, Bandung, Jawa Barat pada Kamis (16/4/2026). ANTARA/HO-Polresta Bandung.
baca 10 detik
  • Warga menemukan kerangka manusia di aliran Sungai Citarum, perbatasan Baleendah dan Dayeuhkolot, pada Kamis, 16 April 2026.
  • Polsek Baleendah bersama Basarnas mengevakuasi kerangka tersebut dari tumpukan sampah sungai untuk pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit.
  • Tim Inafis Polresta Bandung melakukan identifikasi melalui data pakaian dan pemeriksaan forensik guna mencocokkan dengan laporan orang hilang.

Suara.com - Warga di perbatasan Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, dikejutkan dengan penemuan sesosok kerangka manusia di aliran Sungai Citarum.

Penemuan yang terjadi di bawah jembatan penghubung kedua kecamatan tersebut langsung memicu kerumunan warga yang penasaran sekaligus ngeri melihat kondisi tulang belulang yang tersangkut di antara tumpukan sampah sungai yang meluap.

Kepolisian Resor Kota (Polresta) Bandung melalui jajaran Polsek Baleendah segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat.

Upaya identifikasi awal langsung dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti-bukti primer yang masih tersisa di sekitar kerangka tersebut.

Kondisi medan yang berada di bawah jembatan dan dipenuhi material sampah menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Kapolsek Baleendah AKP Hendri Noki di Bandung, Kamis (16/4/2026), mengatakan kerangka tersebut telah dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa lebih lanjut oleh tim Inafis Polresta Bandung.

Penyelidikan kepolisian kini mulai mengerucut pada dugaan identitas korban. Berdasarkan catatan kepolisian, terdapat laporan mengenai anggota masyarakat yang hilang dalam beberapa pekan terakhir.

“Kerangka sudah dibawa untuk diidentifikasi oleh tim Inafis. Ada dugaan dari pihak keluarga yang sudah kehilangan anggotanya sejak 10 April lalu,” katanya sebagaimana dilansir Antara.

Proses identifikasi yang dilakukan oleh tim Inafis tidak hanya mengandalkan struktur tulang, tetapi juga bukti-bukti fisik lain yang ditemukan di lokasi.

baca juga

Polisi sangat berhati-hati dalam melakukan pencocokan data primer dan sekunder agar tidak terjadi kesalahan dalam penentuan identitas korban.

Ia menyebutkan bahwa proses identifikasi difokuskan pada pencocokan data, termasuk dari pakaian yang masih melekat pada kerangka tersebut.

Penggunaan data dari pakaian dianggap sebagai salah satu metode paling efektif dalam kasus penemuan jenazah yang sudah mengalami dekomposisi lanjut atau tinggal kerangka.

“Fokus kami saat ini adalah mencocokkan data melalui pakaian terakhir yang melekat pada kerangka tersebut,” ujarnya.

Kronologi penemuan ini bermula ketika warga yang melintas di atas jembatan sekitar pukul 13.30 WIB melihat sesuatu yang janggal di aliran sungai.

Warga yang melintas di atas jembatan mencurigai adanya objek menyerupai tengkorak manusia di antara tumpukan sampah di aliran Sungai Citarum.

Objek tersebut tampak jelas karena posisi air yang sedang fluktuatif, sehingga menyingkap tumpukan sampah yang selama ini menutupi kerangka tersebut.

Melihat adanya benda yang menyerupai bagian tubuh manusia, warga segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwajib.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan sterilisasi area untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar tanpa gangguan dari banyaknya warga yang menonton di atas jembatan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi bersama tim gabungan melakukan evakuasi dari lokasi yang cukup sulit dijangkau.

Kerja sama antara kepolisian dan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menjadi kunci keberhasilan proses pengangkatan kerangka dari dasar sungai yang berlumpur dan dipenuhi sampah domestik.

“Untuk evakuasi tadi tidak ada kesulitan, meski sedikit tertindih sampah, tim Basarnas berhasil mengangkatnya,” ujar dia.

Tim Basarnas menggunakan peralatan khusus untuk memastikan tidak ada bagian tulang yang tertinggal atau hanyut saat proses pengangkatan dilakukan.

Kondisi fisik kerangka saat ditemukan memang sudah sangat memprihatinkan. Kerangka ditemukan dalam kondisi sebagian besar telah menjadi tulang belulang, meski di beberapa bagian masih terdapat sisa jaringan tubuh.

Hal ini mengindikasikan bahwa proses pembusukan telah berlangsung cukup lama, kemungkinan besar dipengaruhi oleh suhu air dan paparan material organik di Sungai Citarum yang mempercepat kerusakan jaringan lunak.

Selain kondisi tulang, petugas menemukan petunjuk krusial yang diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi secara spesifik.

Petugas juga menemukan sisa pakaian yang masih melekat pada kerangka, termasuk adanya unsur kawat yang menjadi ciri khusus.

Keberadaan unsur kawat ini menjadi perhatian tim forensik, apakah kawat tersebut merupakan bagian dari aksesori pakaian, alat bantu medis yang pernah digunakan korban, atau hal lain yang bisa merujuk pada identitas personal tertentu.

Hingga kini, kepolisian masih mendalami identitas korban serta penyebab kematiannya, termasuk kemungkinan keterkaitan dengan laporan orang hilang yang diterima sebelumnya.

Tim dokter forensik di rumah sakit akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk pemeriksaan DNA jika diperlukan, guna memberikan kepastian hukum dan informasi yang akurat kepada pihak keluarga yang merasa kehilangan anggotanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kerangka Misterius di Bukit Blekutuk Pati: Sudah Dua Bulan Tewas, Identitas Masih Gelap

Kerangka Misterius di Bukit Blekutuk Pati: Sudah Dua Bulan Tewas, Identitas Masih Gelap

News | Kamis, 02 April 2026 | 14:35 WIB

Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut

Misteri Hutan Batumeungpeuk, Kerangka Manusia Tanpa Identitas Gegerkan Warga Banjarwangi Garut

News | Jum'at, 20 Maret 2026 | 18:11 WIB

Setahun Usai Dibersihkan, Sungai Citarum Kembali Dipenuhi Sampah

Setahun Usai Dibersihkan, Sungai Citarum Kembali Dipenuhi Sampah

Foto | Kamis, 12 Februari 2026 | 19:46 WIB

Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua

Niat Bersihkan Rumah Kosong, Warga Sleman Temukan Kerangka Manusia di Lantai Dua

News | Kamis, 05 Februari 2026 | 09:17 WIB

Banjir Karawang Belum Surut, 1.033 Keluarga Terdampak

Banjir Karawang Belum Surut, 1.033 Keluarga Terdampak

Foto | Jum'at, 23 Januari 2026 | 06:30 WIB

Detik Penentu Kasus Alvaro: Hasil DNA Kerangka Manusia di Tenjo Segera Diumumkan Polisi

Detik Penentu Kasus Alvaro: Hasil DNA Kerangka Manusia di Tenjo Segera Diumumkan Polisi

News | Rabu, 26 November 2025 | 11:20 WIB

Polisi Periksa Kerangka Diduga Alvaro, Ayah Tiri Ditangkap sebagai Terduga Pelaku!

Polisi Periksa Kerangka Diduga Alvaro, Ayah Tiri Ditangkap sebagai Terduga Pelaku!

News | Senin, 24 November 2025 | 10:19 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×