-
Shamim Mafi ditangkap di LAX karena menjadi broker senjata ilegal Iran ke Sudan.
-
Tersangka terancam hukuman 20 tahun penjara atas perdagangan drone dan jutaan amunisi.
-
Pasokan senjata ilegal tersebut memperparah krisis kemanusiaan dan perang saudara di Sudan.
Suara.com - Aparat hukum federal Amerika Serikat berhasil menghentikan upaya pengiriman persenjataan ilegal dari Iran menuju zona konflik di Sudan.
Aksi penyelundupan ini terungkap setelah seorang wanita asal Los Angeles ditangkap saat berada di Bandara Internasional Los Angeles (LAX).
Dikutip dari CNN, penangkapan ini menjadi titik terang dalam upaya memutus rantai pasokan militer asing yang memperkeruh situasi keamanan di Afrika Utara.

Tersangka yang diidentifikasi bernama Shamim Mafi ditahan pada Sabtu malam sebelum sempat melanjutkan perjalanannya melewati gerbang udara tersebut.
Petugas kepolisian menjerat perempuan berusia 44 tahun tersebut dengan tuduhan serius terkait keterlibatannya dalam perdagangan senjata transnasional.
Shamim Mafi diduga kuat menjadi perantara utama dalam transaksi berbagai alat pembunuh antara Teheran dan militer Sudan.
Jaksa Federal Pertama, Bill Essayli, mengungkapkan bahwa keterlibatan Mafi mencakup pengadaan teknologi perang modern hingga amunisi konvensional.
Dalam pernyataannya melalui media sosial, Bill Essayli mengatakan bahwa Mafi menengahi penjualan “drone, bom, sekring bom, dan jutaan amunisi” antara Iran dan Angkatan Bersenjata Sudan.
Hingga berita ini diturunkan, nomor telepon Mafi tidak dapat dihubungi dan belum ada pendamping hukum yang memberikan pernyataan resmi.
Pihak berwenang saat ini terus mendalami jaringan komunikasi yang digunakan tersangka untuk memfasilitasi pengiriman barang berbahaya tersebut.
Status Kewarganegaraan dan Ancaman Hukuman Berat
Foto yang beredar menunjukkan agen FBI mengenakan jaket identitas saat mengawal Mafi menuju kendaraan tahanan di luar terminal LAX.
Mafi diketahui merupakan warga negara Iran yang telah memegang status penduduk tetap yang sah di Amerika Serikat sejak 2016.
Status hukumnya di Amerika Serikat kini terancam dicabut seiring dengan proses peradilan pidana yang mulai berjalan.
Berdasarkan jadwal pengadilan, tersangka akan menjalani persidangan perdana di Pengadilan Distrik AS di Los Angeles pada hari Senin.
Jika terbukti bersalah di hadapan hakim, Mafi menghadapi ancaman hukuman maksimal hingga 20 tahun penjara di sel federal.
Keterlibatan pihak luar dalam memasok senjata diyakini semakin memperpanjang penderitaan warga sipil di wilayah Sudan yang sedang bergolak.
Persenjataan yang dikirimkan secara ilegal tersebut digunakan untuk memperkuat posisi tempur salah satu pihak dalam konflik berdarah.
Dukungan militer dari Iran ini menjadi sorotan internasional karena melanggar berbagai kebijakan embargo dan stabilitas keamanan global.
Pemerintah Amerika Serikat menegaskan akan menindak tegas setiap penduduknya yang mencoba mengambil keuntungan dari konflik bersenjata di luar negeri.
Penangkapan ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para makelar senjata yang beroperasi di wilayah hukum Amerika Serikat.
Konflik dan Krisis Sudan
Perang saudara di Sudan saat ini telah memasuki tahun keempat dengan intensitas kekerasan yang tidak kunjung mereda.
Pertempuran hebat ini telah memicu bencana kemulian yang sangat parah di negara yang terletak di wilayah Afrika Utara tersebut.
Pasokan bahan pangan terus menipis drastis sehingga mengancam jutaan nyawa penduduk asli yang terjebak di tengah peperangan.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa jutaan warga Sudan terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka untuk mencari perlindungan di pengungsian.
Intervensi senjata ilegal dari luar negeri seperti yang diduga dilakukan Mafi hanya akan memperburuk situasi kelaparan dan pengungsian massal.